Saturday, February 10, 2018

Call Me Mother Episode 6

Raja Sinopsis – Seol Ak menyadari bahwa Hye Na masih hidup dan tampaknya dilarikan oleh seseorang, yang kemungkinan besar adalah gurunya sendiri. Disisi lain, Soo Jin mengetahui fakta pahit kalau Bibi salon adalah ibu kandungnya. Apa yang selanjutnya terjadi pada drama ini?



Call Me Mother Episode 6


Jin Hong siap menjahit luka di telapak kiri Soo Jin. Sebelum itu, dia memberitahu tidak memiliki obat anestasi. Pun demikian dia coba menenangkan Soo Jin dengan mengatakan, "Soo Jin-ssi, harusnya kau beruntung. Penangananku sangat handal, makanya aku dijuluki si zipper (resleting)."

Sebagai ganti obat anestasi, Jin Hong memberikan sebuntal perban untuk digigit Soo Jin. Soo Jin mengaku kuat mengatasi rasa sakit. Sayangnya rasa sakit dijahit jauh melebihi ekspektasinya. Dia pun mengigit perban. Oh, akhirnya...

Hye Na mengintip di kejauhan ketika Jin Hong tengah menangani Soo Jin. Mendadak dia ingat Jin Hong adalah dokter yang sempat menanganinya dulu, dimana dirinya tanpa sengaja menyebut nama asli dan nama ibu kandungnya. Dia ketakutan, lalu masuk ke kamar. Tanpa sengaja tangannya menyenggol pigura bergambar burung sampai jatuh. Soo Jin dan Jin Hong mendengarnya.

Selesai dijahit, Soo Jin langsung ke kamar menemui Hye Na yang sedang meringkuk. Ketika ditanyai, Hye Na mengaku ingin pulang ke rumah. Bukan rumah ibu kandungnya, melainkan salon samhwa. Soo Jin coba menenangkan Hye Na, menyebutkan Dokter Jin Hong itu baik hati dan tidak sombong.

Soo Jin kembali menemui Jin Hong usai Hye Na lelap. Saat itu Jin Hong menuntut penjelasan: kenapa Soo Jin tidak mau ke RS saat Hye Na sakit dan tangannya terluka?

Pertanyaan itu justru dijawab Soo Jin dengan rentetan pertanyaan. Jin Hong sampai merasa diinterograsi. Namun Soo Jin lebih mengarahkan rentetan pertanyaan itu pada dirinya sendiri. Pada akhirnya, dia mulai menceritakan latar belakang dirinya yang telah ditelantarkan ibu kandungnya sendiri dan diadopsi oleh aktris Cha Young Shin.

Di salon, Bibi salon sedang menonton film dokumenter (yang ada di dalam brankasnya, baca: Mother episode 5) yang secara khusus menampilkan Cha Young Shin. Namun dalam film tersebut tidak hanya ada Young Shin seorang, ada Soo Jin juga yang masih kecil.

Dalam wawancaranya Soo Jin kecil mengatakan, "Semua anak punya ibu kandung, tapi tak semua ibu bisa membesarkan anaknya. Ibu kandungku tak bisa membesarkanku. Ibuk yang sekaranglah yang membesarkanku. Dan itu karena ibuku yang sekarang ini benar-benar membutuhkanku."

Film itu juga menyebutkan Young Shin selalu mengajak Soo Jin kemanapun – lokasi syuting, salon, mal, dan tempat lainnya. Young Shin menyatakan di depan kamera: "Aku sangat membutuhkannya. Dia harus berada di sampingku agar aku tetap fokus dan merasa nyaman... Satu hal yang sangat, sangat tak kumengerti sesuatu yang membingungkanku, saat terbangun di tengah malam, aku bertanya-tanya: Ibu macam apa yang tega menelantarkan anak seperti dia? Anak yang sangat berharga dan spesial bagi orang lain?"

Mata Bibi salon memerah menahan air mata.

Di rumah Jin Hong, Soo Jin tengah menceritakan tentang bagaimana dirinya memikirkan ibunya selama ini dan bagaimana ibunya tega membuangnya? Dia mengaku telah bertemu ibunya tadi sebelum bertemu dengan Jin Hong. Dan apa yang ada di pikirannya tentang ibu mendadak lenyap, berganti perasaan amarah.

Jin Hong berkomentar apa yang Soo Jin lakukan sudah tepat. Itu reaksi normal (memecahkan gelas maksudnya daripada menghajar ibu sendiri, red.). "Aku takkan pernah melihatnya lagi," tegas Soo Jin. Di luar dugaan, reaksi Jin Hong berbanding terbalik dengan keinginan Soo Jin. Dia yakin Soo Jin pasti akan menemui dan bicara dengan ibunya lagi supaya tenang.

Soo Jin duduk membisu di kamar, menatap Hye Na yang sedang tertidur. Pikirannya melayang-layang atas kejadian-kejadian yang terjadi belakangan. Apa alasan ibu meninggalkannya di panti asuhan dulu? Dia menghela napas. Yang terjadi biarlah terjadi.

Ketika hendak merapikan jaket Hye Na, Soo Jin menemukan amplop yang disadarinya pemberian Bibi salon. Dia membukanya, dan menemukan buku tabungan didalamnya. Itu buku tabungan miliknya yang dibuka Bibi salon. Disitu tampak jelas terlihat Bibi salon menabung setiap hari.

Ja Young chit-chat dengan Seol Ak sambil sarapan. Topik utama mereka adalah Ja Young yang bebas dakwaan jika Hye Na tidak ditemukan. Seol Ak tampak tak tertarik, dan lebih tertarik membicarakan masalah utamanya, yakni Hye Na. Untuk itu dia menanyakan: apa Ja Young mengenal Kang Soo Jin? Karena Ja Young tidak tahu, dia memerintahkannya mencari tahu. Tampaknya ketakutan Hye Na masih hidup menghantuinya.

Ketika terbangun keesokan harinya, Hye Na tidak menemukan Soo Jin di sebelahnya. Begitu keluar kamar, dia menemukan Jin Hong sedang duduk di ruang keluarga. Dia menanyakan keberadaan Soo Jin. Yang dijawab oleh Jin Hong kalau Soo Jin ada urusan mendesak di luar dan baru kembali sebelum makan siang. Jin Hong menawarinya sarapan. Hye Na menolak.

Namun lantaran Jin Hong pandai menggoda Hye Na, pada akhirnya Hye Na mau sarapan juga. Milih lagi: kari dan spagheti tomat. Hye Na mengingatkan Jin Hong untuk tidak bertanya macam-macam (terkait pengakuan jujurnya di malam itu tentang nama asli dan nama ibu kandungnya). Jin Hong berjanji pengakuan itu tak dibeberkan ke siapapun. Hanya antara dirinya dan Hye Na saja. Itu cukup melegakan Hye Na.

Ja Young menghubungi sekolahan Hye Na, menanyakan Soo Jin. Pihak sekolah memberitahu nama Soo Jin tidak terdaftar sebagai guru. Ja Young pun memberitahu Seol Ak perihal ini. Tak mau mentok, Seol Ak yang jauh lebih cerdik dibandingkan Ja Young, menyuruhnya mencari guru yang pernah datang ke rumah. Ja Young mengingat Ye Eun sebagai guru yang menyebalkan.

Rupanya urusan mendesak Soo Jin adalah datang ke salon samhwa lagi. Dia mau mengembalikan buku tabungan. Menolak menerima pemberian tersebut. Dia tak ingin menerima apapun dari wanita yang telah membuangnya. Dia heran, kenapa ibunya tidak hidup jauh lebih enak dan memilih melakoni hidup sebagai kapster tak jauh dari rumah Young Shin?

Terbata-bata, Bibi salon mengaku tidak kembali lantaran Soo Jin sudah hidup berkecukupan. Dia sendiri sebenarnya tidak ingin menguak jati dirinya kepada Soo Jin. Keputusannya tinggal di dekat rumah Young Shin agar dirinya bisa melihat Soo Jin pulang balik. Munculnya Soo Jin sambil membawa Hye Na dan waktu Hye Na kabur dari hotel ke salon samhwa sendirian-lah yang membuatnya tak bisa membuang ataupun memakai uang dari buku tabungan itu. "Itulah catatan bagaimana aku melakoni hidup disini, hari demi hari, selama 27 tahun.

Air mata kedua insan tersebut meleleh.

Soo Jin tak peduli. Dia tak mau tahu soal itu. Satu hal yang masih jadi tanda tanya: kenapa Bibi salon membuangnya? Mulut Bibi salon terkatup rapat. Dia tidak mau menjawabnya. Air mata makin deras melelehi pipi. Uh... apa yang salah sebenarnya Bi?

Karena Bibi salon tak mau menjelaskannya, Soo Jin memutuskan mengambil kembali uang sewanya. Dia menyatakan tak mau bertemu Bibi salon lagi.

Ja Young berhasil menemui Ye Eun, dan menanyakan soal Soo Jin. Ye Eun menjelaskan, sambil menegaskan, kalau Soo Jin, meskipun sempat jadi guru wali kelas Hye Na, tak terlibat atas hilangnya Hye Na. Lagipula Soo Jin sudah pergi ke Islandia untuk meneliti burung. Orang yang mengkhawatirkan Hye Na adalah dirinya – termasuk menghubungi sekolah, polisi, serta CPS.

Soo Jin mengajak Hye Na pergi lagi, karena Hye Na takut tinggal di tempat Jin Hong. Jin Hong menanyakan tujuan Soo Jin – apa ke hotel lagi? Dia menawarkan rumahnya untuk ditinggali Soo Jin serta Hye Na. Soo Jin menolak, mengaku sudah bosan hidup tanpa rutinitasnya. Dia tak sabar melakoni aktivitas rutinnya seperti biasa. Hanya saja khawatir Hye Na akan mengira dirinya marah. Jin Hong menggeleng, menyebutkan orang yang sebenarnya sakit itu adalah Soo Jin – membuang ibu sendiri setelah bertemu lagi. Soo Jin menegaskan hatinya sekuat baja. Tak merasakan apapun. Sehingga sanggup menjalani aktivitas normal usai membuang ibu sendiri.

Ja Young menghubungi Seol Ak. Memberitahu Soo Jin sudah cabut ke Islandia. "Hal yang melegakan bukan?" tanyanya.

Soo Jin membelikan Hye Na HP Xiaomi Redmi Note 4X eh bukan ding, hahaha. Dia memberitahu Hye Na tak tinggal di salon samhwa lagi. Ada cekcok antara dirinya dengan Bibi salon. Hye Na minta izin menelpon Bibi salon. Soo Jin tak mengizinkannya. Selain nomor telponnya, dia tak mengisi HP itu dengan nomor telpon siapapun. Mereka akan menginap di hotel, lalu keesokan harinya mencari tempat tinggal lain.

Soo Jin janji takkan meninggalkan Hye Na lagi. Namun Hye Na menenangkannya, sebab sudah ada HP yang bisa dipakai untuk menelpon Soo Jin. Hal itu melegakan. Soo Jin pun percaya. Dia ingin menemui seseorang dan janji menemui Hye Na lagi sekitar sejam kemudian.

Orang yang ditemui Soo Jin adalah Jae Beom. Soo Jin menemuinya karena ingin menyerahkan pas foto Hye Na. Jae Beom minta diberi keterangan soal Hye Na. Namun Soo Jin tak mau menjawabnya. Jae Beom pun hanya berpesan supaya Soo Jin kembali ketika urusannya sudah selesai. Dan tidak boleh menghilang lagi. Soo Jin setuju, dan minta ahjussi Jae Beom menjaga ibu Young Shin.

Entah bosan entah ngeyel, Hye Na datang lagi ke salon samhwa untuk bicara denngan Bibi salon. Melihat kedatangan Hye Na, Bibi salon yang sedang memangkas rambut pelanggan langsung memakai masker. Dia mengaku demam pada Hye Na. Dengan pikiran positif, Hye Na memamerkan HP barunya walaupun tak bisa digunakan menelpon siapapun kecuali Soo Jin. Dia akan segera pergi, dan berjanji datang menemui Bibi salon jika sudah dewasa kelak. Bibi salon mengangguk-angguk. Hye Na pun pergi.

Hyun Jin menghentikan mobilnya. Saat itu, sebuah mobil di depannya berjalan mundur. Dan brakkk... menabrak bemper mobil Hyun Jin. Hye Na melihat kejadian dengan jelas.

Hyun Jin yang sedang menelpon waktu kejadian jadi tidak ngeh. Dia mengira dirinyalah yang salah. Karena menelpon sambil menyetir. Dia meminta maaf pada pengendara mobil didepannya. Di saat itulah Hye Na menghampirinya dan memberitahu orang yang menabrak bukanlah Hyun Jin, melainkan pengendara mobil di depan Hyun Jin.

Ekspresi muka Hyun Jin berubah. Dia yang tampak kikuk jadi berubah serius. Dia pun menonton rekaman kamera dasbor mobilnya. Apa yang dikatakan Hye Na benar. Mobil itu pun pergi setelah membayar ganti rugi pada Hyun Jin.

Hyun Jin bersyukur telah diselamatkan Hye Na. Dia menanyakan tempat tinggal Hye Na. Saat itu Hye Na menjawab salon samhwa, sehingga Hyun Jin mengira Hye Na anak dari Bibi salon. Hye Na menggeleng. Dia, dan ibunya, cuma tinggal sebentar di salon itu. Hyun Jin mengerti.

"Oiya, namamu siapa?" tanya Hyun Jin. Hye Na bungkam. Bersamaan dengan itu, Soo Jin muncul dan memanggil Hye Na. Melihat Soo Jin muncul, Hye Na berteriak, "Ibu." Hyun Jin kaget.

Soo Jin meminta Hyun Jin merahasiakan Hye Na dari Young Shin. Walaupun Hyun Jin mengatakan info Soo Jin punya anak dapat menaikkan semangat hidup Young Shin lagi, dia mengaku tak bisa menjelaskan apapun sekarang. Meskipun berat, Hyun Jin mengiyakan permintaan Soo Jin.

"Apa kita ketahuan?" tanya Hye Na, ketika dirinya dan Soo Jin berada di restoran siap saji. Soo Jin menenangkannya. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia minta izin untuk pergi lagi menemui orang dan janji kembali setelah makan malam.

Hyun Jin pulang ke rumah. Tak lama kemudian, Soo Jin juga datang. Tapi kedatangannya bukan untuk makan malam seperti janjinya, melainkan untuk minta izin tidak ikut makan malam keluarga. Ada urusan penting. Young Shin marah, menuntut diberitahu urusan penting yang membuat Soo Jin izin. Tentu saja Soo Jin kebingungan memberikan alasan.

Untung saja, Jin Hong menghubungi Young Shin, minta izin mengajak Soo Jin jalan-jalan. Young Shin paham. Dia mengizinkan Soo Jin pergi tanpa makan malam terlebih dulu.

Soo Jin keluar dari rumah Young Shin. Dan masuk ke mobil Jin Hong begitu saja. Hyun Jin dan Yi Jin heran hubungan apa yang Soo Jin miliki dengan Jin Hong? Kepo!

Jin Hong mau mengajak Soo Jin ke sebuah tempat yang sering didatanginya malam-malam saat akhir pekan. Mereka juga mengajak Hye Na turut serta. Kemanakah mereka?

Ternyata Jin Hong mengajak Soo Jin dan Hye Na ke lokasi yang sepi sekali (lebih mirip pinggiran hutan dibandingkan pinggiran koreng, jiahhh...). Dia memberitahu lokasi itu favoritnya melihat burung bermigrasi, terutama burung greenfinches oriental, meadow buntings, pelatuk, dan snipes soliter. Burung yang terakhir membuat Soo Jin tertarik. Karena, konon, burung itu hanya bisa dilihat dalam waktu tiga zaman saja. Tapi begitulah, burung itu sekarang sering datang di lokasi itu.

Jin Hong menunjuk lokasi tempat burung itu berada. Dan menyuruh Soo Jin pergi sendirian, sementara dirinya akan menemani Hye Na.

Hye Na membacakan dongeng anak kelinci yang ingin melarikan diri dari ibunya. Saat itu, Soo Jin berhasil menemukan burung yang dimaksud dan merasa beban hidupnya sedikit berkurang. Di waktu bersamaan, Bibi salon menonton film dokumenter lagi sampai air matanya meleleh.

Seorang pelanggan datang ke salon samhwa. Pelanggan itu menanyakan nama dua burung kenari milik Bibi salon. "Soo dan Jin," jawab Bibi salon.

Hye Na merogoh saku jaketnya dan menemukan kunci kandang burung. Dia ingat telah lupa mengembalikan kunci itu. Soo Jin kembali.

Hyun Jin tak bisa menyimpan rahasia Soo Jin punya Hye Na. Dia membocorkannya pada Yi Jin, berdiskusi apa sebaiknya memberitahu Young Shin soal ini atau tidak. Yi Jin melarangnya. Khawatir Soo Jin membawa anak bermasalah. Sebab jika anak benar, maka Soo Jin takkan merahasiakannya.

Young Shin melihat kedua putrinya berbincang di ruang rahasia. Dia ingat tempat itu sebelumnya dibilang Yi Jin sebagai tempat rahasia jika ingin membicarakan hal-hal yang tak ingin didengar.

Seol Ak tampaknya belum bisa bernapas lega jika tidak memastikan Hye Na mati. Dia menanyakan tujuan Soo Jin pergi ke Islandia. "Buat kuliah burung," kata Ja Young. Kata "burung" memicu sesuatu di benaknya.

Yi Jin minta penjelasan dari ahjussi Jae Beom tentang rencana Soo Jin. Jae Beom tidak memberitahunya. Yang jelas Soo Jin akan pergi dua minggu lagi dan bukan perusak rumah tangga orang serta ibu tunggal. Belum sempat menjelaskan apa-apa, Young Shin lewat dan menelpon Jae Beom.

Hye Na minta izin mampir ke salon samhwa untuk mengembalikan kunci kandang burung kenari.

Hyun Jin pulang dan menemukan Jae Beom - Yi Jin duduk di hadapan Young Shin dengan wajah tertunduk. Dia pun tunduk dan duduk bersama, lalu meminta maaf. Dia, yang mengira Jae Beom - Yi Jin membicarakan soal Hye Na, langsung saja nyerocos tentang Hye na pada Young Shin. "Soo Jin Unni harus membuat semua persiapan untuk pergi dengan anak itu," ungkapnya. Jae Beom dan Yi Jin sebal, karena sepertinya bukan itu yang mereka bicarakan dengan Young Shin. Hahaha...

Young Shin menunggu di dalam mobil persis di depan salon samhwa. Tak lama kemudian, Soo Jin - Hye Na yang diantar Jin Hong dengan mobil muncul. Hye Na segera keluar dan masuk salon samhwa. Bibi salon dan Hye Na berpelukan. Young Shin kaget, "Omona. Omona." – sepertinya dia memahami sesuatu.

Di dalam mobil, Jin Hong mengajak Soo Jin bertemu lagi sebelum hari senin. "Oiya, apa karena aku, kau tidak masuk ke salon untuk sekadar menyapa?" Soo Jin sadar dan segera turun mobil. Dia langsung mengajak Hye Na pergi.

Young Shin masuk ke salon samhwa. Tanpa ba-bi-bu, dia menggampar Bibi salon. "Apa kau wanita yang menelantarkan anakku?" – muke gile, galak bener!

Bersambung ke Call Me Mother Episode 7.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Call Me Mother Episode 6

0 komentar:

Post a Comment