Friday, February 9, 2018

Call Me Mother Episode 5

Raja Sinopsis – Makin kesini, drama korea Mother makin tegang. Di Mother episode 5 ini akan menguak rahasia Bibi salon dan Seol Ak yang menyadari orang yang membawa Hye Na.



Call Me Mother Episode 5

Sambil tidur-tiduran, Hye Na mengaku bahagia sekarang, laiknya Hansel dan Gretel saat menemukan rumah yang terbuat dari permen.

"Maksutmu, kita seperti Hansel dan Gretel? Kau tahu apa yang terjadi setelahnya?" tanya Soo Jin, lalu melanjutkan, "Mereka hampir mati. Karena rumah itu ternyata milik penyihir."


Hye Na membuka matanya. Kaget. Rupanya cerita dongeng itu berlanjut mengerikan. Dia belum tahu itu, karena belum mengetahui ceritanya sampai habis. Dengan ringkas, Soo Jin menceritakan bagian akhir dongeng tersebut. "Mereka tidak mati. Justru merekalah yang membunuh penyihir itu."

"Terus rumah itu? Apakah mereka memakannya?"

Pertanyaan itu membuat Soo Jin yakin jika Hye Na lapar. Dia harus mengenyangkan Hye Na supaya bisa minum obat dari Mas Dokter Jin Hong, aih... :)

Pak Detektif memperlihatkan pada Ja Young rekaman CCTV. Bukti Ja Young melakukan kekerasan pada Hye Na. Rekaman tanggal 16 Desember di sebuah Supermarket Pulau Baek, tampak Ja Young menyenggol Hye Na dengan troli. Ja Young berkelit, beralasan Hye Na-lah yang salah. Dan lagi Hye Na tidak terluka parah, kecuali tergores dan memar sedikit. Pak Detektif bengong mendengar jawaban Ja Young.

Pun begitu, dia lanjut ke rekaman tanggal 12 Desember di depan rumah, dimana Ja Young mendorong Hye Na sampai jatuh. Lagi-lagi Ja Young berkelit. Dan melemparkan kesalahan pada Hye Na. Yang minta dibelikan kandang baru buat Jjing (marmut merah jambu). Padahal dia sendiri baru mau bayar tagihan kartu kredit. Dan lagi-lagi Pak Detektif bengong.

Bibi salon seperti tahu apa yang sedang Soo Jin dan Hye Na bicarakan. Dengan wajah kikuk, dia muncul sambil menenteng kandang burung kenari. Meminta Hye Na menjaganya. Dia mau ke pemakaman besok. Dan tak lupa, dia memberikan bahan makanan kepada Soo Jin agar bisa diolah. Soo Jin berterima kasih. Hmm... aku makin mencium keanehan dengan Bibi salon. Siapa dia sebenarnya?

Tiba-tiba Ja Young mengakui telah melakukan tindak kekerasan pada Hye Na. "Tapi pacarku tidak pernah memukulnya," katanya bercerita. Dia menggambarkan sosok Seol Ak sebagai pahlawan penyelamat Hye Na.

Seol Ak keluar dari parkiran (tempat membeli perkakas mengerikan, baca: Mother episode 4). juru parkir menyapanya dan memberitahu total tagihan parkiran. Seol Ak terus menatap juru parkir itu. Yang membuat si juru parkir sedikit kikuk. Setelah memberikan uang parkir, Seol Ak menyuruh juru parkir menemuinya di tempat biasa.

juru parkir memberikan kopi latte kepada Seol Ak dengan tangan gemetar. Tampaknya ada sesuatu antara mereka berdua. "Kau tak kenapa-kenapa minum kopi?" tanya Seol Ak.

"Ini karena melihat wajah Oppa membuatku agak gugup," sahut juru parkir itu, "Jadi tentu aku harus minum kopi biar tenang." Dia lalu menginformasikan dirinya akan menikah, sambil menenangkan Seol Ak kalau calon suaminya tak tahu apa pun tentang Lee Won Hee. Dia berharap pernikahannya lancar. Jadi juru parkir ini adalah ibunya Won Hee?

Tahu begitu, Seol Ak langsung memeras si juru parkir. Meminta mobil dan uang 5 juta Won. "Kalau kupinjamkan uang 5 juta serta mobil, apa semuanya akan berakhir?" tanya juru parkir. Seol Ak setuju dengan syarat juru parkir menyebutkan apa penyebab kematian Won Hee.

Dengan terbata-bata, si juru parkir mengatakan Won Hee mati lantaran jatuh dari balkon apartemennya. Itu terjadi waktu Won Hee sedang asyik bermain di atas gentong pasta kedelai fermentasi. Seol Ak tak ingin jawaban itu. Dia ingin jawaban sebenarnya. "Itu karena kau mau Won Hee menghilang kan? Kau sendiri yang melakukannya! Karena aku tahu perasaanmu!" katanya menegaskan, "Kalau memang kau masih menginginkan Won Hee, bagaimana kau bisa menikah? Bukankah begitu?"

Seperginya Seol Ak, juru parkir memutar kembali rekaman di HP-nya. Oh rupanya pengakuan Seol Ak direkam.

Soo Jin meminta izin Bibi salon untuk tinggal di lantai atas selama sebulan. Bibi salon mengizinkannya, lalu menyebut angka 200 ribu Won sebagai biaya sewa sebulan. Tentu saja angka itu dinilai sedikit pada Soo Jin. Dia mau memberikan lebih banyak dari angka itu. Bibi salon menolak lebih banyak biaya sewa. Alasannya, khawatir Soo Jin menuntut banyak hal. Soo Jin mengalah, lalu menyodorkan uang 200 ribu Won dengan pecahan 50 ribu Won.

Jin Hong mendatangi hotel tempat Soo Jin - Hye Na menginap. Namun dia hanya mendapatkan informasi kalau keduanya sudah check out.

Soo Jin menemani Young Shin kemoterapi. Itu pertama kalinya Young Shin minta ditemani ketika berobat ke dokter. Lebih-lebih Soo Jin bertindak sebagai walinya. Young Shin mengungkapkan alasannya. "Selama ini, Ibu sudah hidup seperti ratu. Ibu tidak pernah kehilangan martabat Ibu sebagai aktris sebelumnya," katanya, "Mau tahu bagaimana rahasianya? Itu karena Ibu selalu berakting."

"Peran yang selalu Ibu perankan adalah seorang ratu. Ratu Es. Jadi Ibu tidak pernah membiarkan Ibu mengungkapkan emosi sejatiku. Dan setiap kali Ibu minta bantuan orang, Ibu selalu menuntutnya. Dan tidak peduli betapa baiknya orang, Ibu bertindak seolah-olah wajar jika mereka memperlakukan Ibu seperti itu. Dan jika ada orang yang salah, Ibu membalas mereka sepuluh kali lipat  atau lebih, tanpa penyesalan."

Young Shin juga mengaku hanya pernah menangis di depan Soo Jin. Ketika dirinya datang ke panti selama seminggu lantaran ditinggal kabur suaminya. Begitu bertemu Soo Jin, dia merasa terobati dan bisa menjadi kuat lagi. Itulah kenapa dirinya mengadopsi Soo Jin.

Mendengar cerita Young Shin, Soo Jin berjanji akan menemaninya terus ke dokter. Tentu saja sebelum dirinya cabut dari Korea. Dia juga minta "merevisi kontrak pertemuan", berjanji saling menghormati, dan membiarkan satu sama lain hidup bebas. "Mungkin dengan begitu, kita bisa jadi lebih dekat," katanya, diikuti suara tawa dari Young Shin.

Hye Na makin mengagumi Bibi salon. Bahkan, dia bercita-cita menjadi kapster. Alasannya pun cukup sederhana: gunting salon yang tertata terlihat cantik dan suaranya menyenangkan. Dia menggunting-gunting kertas, seolah-olah itu rambut orang.

Bibi salon sepertinya memberikan pengarahan pada Hye Na. Seorang kapster harus memulai kariernya dengan menyapu rambut dan mencuci rambut orang lain. Kita kemudian melihat Hye Na menyapu dan mencuci rambut Bibi salon. Saat itu mereka berdua tampak bahagia.

Dokter menunjukkan hasil pemindaian tumor Young Shin yang telah menyebar. Young Shin meminta sang dokter untuk tidak mengatakan hal yang aneh-aneh. Khawatir Soo Jin akan menangis saat mendengarnya. Ketika ditanyai jenis pengobatan yang telah dijalani, Young Shin menjawab dirinya tidak melakukan apapun selain bersenang-senang sesuai kebiasaan. Dan sekarang dia siap dikemoterapi. Menyebutkan dirinya tidak tega meninggalkan anak-anaknya dan mati begitu saja.

Di ruang pengobatan, Soo Jin meminta Young Shin berhenti berakting dan menjadi diri sendiri. Tetap saja Young Shin bertingkah sok kuat.

Hye Na menanyakan nama dua burung kenari milik Bibi salon. Tapi sepertinya Bibi salon lupa (atau berpura-pura lupa), lalu memuji nama Kim Yoon Bok yang terdengar indah dan cantik. Hye Na minta izin memberi makan kedua burung tersebut. Bibi salon membolehkannya.

"Memang ada apa di Islandia?" tanya Young Shin. Yang segera dijawab oleh Soo Jin dengan jawaban – burung-laut-langit-makalah-sebuah rahasia. Apakah itu pria? Sayangnya bukan. Young Shin menganggap Soo Jin itu membosankan. Dia minta Soo Jin menunda keberangkatannya, khawatir tidak bisa bertemu Soo Jin lagi. Tapi Soo Jin meyakinkan dirinya pasti kembali, dalam 3-6 bulan.

HP Young Shin berdering. Panggilan dari Jin Hong. Menanyakan keberadaan Soo Jin. Ketika dia bertanya apa mau bicara dengan Soo Jin, Jin Hong malah memutus panggilannya.

Hye Na menggambar kunci-kunci milik Bibi salon di selembar kertas. Dia menanyakan fungsi kunci masing-masing. Ada kunci brankas, kunci kandang burung (yang kemudian dipegangnya). Ketika dia menunjukkan sebuah kunci, Bibi salon langsung mengajak Hye Na berhenti bermain. Ada apa dengan kunci itu?

Ja Young dites alat pendeteksi kebohongan atas jawaban-jawaban yang ditanyakan petugas. Dia mengakui semua kekerasan yang dilakukan terhadap Hye Na. Tapi begitu ditanyai tentang Seol Ak, dia berbohong. Dan semuanya ketahuan.

Seol Ak mendatangi seorang wanita lain yang terlihat senang dengan kehadirannya. Pacar lainnya?

Jae Beom menemui pembuat paspor sulap-selip di sebuah hiburan malam, untuk membuatkan paspor bagi Hye Na atas permintaan Soo Jin.

Soo Jin meminta maaf pada Bibi salon, karena telah pulang terlambat. Dengan dingin Bibi salon hanya mengatakan Hye Na mulai membaik dan sudah tidur. Soo Jin merasa tidak enak hati atas kebaikan itu. Bibi salon menyuruhnya membayar saja jasanya: 5 ribu Won per hari.

"Apa ibumu sakit parah?" tanya Bibi salon. Soo Jin mengangguk, sembari memberitahu Young Shin mengidap kanker. Bibi salon tak menyangka. Lebih-lebih Young Shin baru saja menyelesaikan drama korea nya belum lama ini di TV.

"Bibi... kenal ibuku?" tanya Soo Jin. Penasaran. Bibi salon mengiyakan. Siapa tak mengenal Young Shin?

Soo Jin kembali bertanya, "Aku sudah lama ingin bertanya padamu, tapi... Apa mungkin, 20 tahun silam, saat aku masih SMA... ada kecelakaan mobil tepat di depan toko ini... bukankah orang yang mengobati lukaku dan menelepon ambulans itu Bibi?"

Bibi salon tak mengaku. Padahal, dalam kilas balik, kita melihat Bibi salon menolong Soo Jin. Bibi salon bahkan menyangkal telah didatangi oleh Young Shin yang ingin mengucapkan terima kasih. Dia menutup percakapan itu dengan pamit istirahat duluan.

Seperti biasa, Soo Jin - Hye Na chit-chat di tempat tidur. Kali ini mereka membicarakan kebahagiaan yang akan direngkuh seiring perjalanan waktu. Mereka juga membicarakan Bibi salon yang dinilainya baik. Soo Jin merasa sempat salah sangka.

Young Shin membagikan tiga wasiat kepada tiga anaknya – Soo Jin-Yi Jin-Hyun Jin. Takut telat kerja, Hyun Jin pamit. Dia akan mengikuti semua keputusan. Young mewasiatkan banyak hal, termasuk rumah, perhiasan, dan pakaiannya.

Kemudian Soo Jin bicara. Dia tak mau warisan. Young Shin mengabulkan. Tapi dia akan mewariskan sepertiga hartanya untuk anaknya Soo Jin, kelak. Jika Soo Jin tidak punya anak atau anaknya Soo Jin menolak harta itu, maka warisannya akan dibuat atau didirikan yayasan amal.

Jae Beom mengingatkan Soo Jin bahaya dari permintaan pembuatan paspor sulap-selip. Dia meminta Soo Jin, jika terjadi kesalahan, maka itu menjadi tanggung jawab Soo Jin sepenuhnya. Jangan membawa-bawa Young Shin. Tapi dia memberitahu jika paspornya baru akan jadi dua minggu lagi (ketika drama korea Mother memasuki episode 10, hahaha :D).

Dari ruangan dalam, Yi Jin - Young Shin menyaksikan Jae Beom - Soo Jin. Yi Jin penasaran apa yang mereka berdua bicarakan. Young Shin berpikir jika apa yang keduanya bicarakan hanyalah kangen-kangenan. Maklum Jae Beom adalah orang yang paling mencari Soo Jin.

Jae Beom terkekeh, sembari mengingatkan Soo Jin untuk tetap tersenyum karena tahu diperhatikan Young Shin dan Soo Jin. Dia meminta Soo Jin mempersiapkan uangnya.

Hye Na mencuci rambut Bibi salon. Entah apa yang ada dalam pikirannya, dia menanyakan perihal jari keliling Bibi salon yang sudah tidak ada lagi. Bibi salon menunjukkan jari keliling kirinya. Dan benar, jari itu sudah tak ada lagi, hiii... Dia menanyakan apa Hye Na tak takut pada dirinya? Kepala Hye Na menggeleng. Menurutnya Bibi salon itu baik. Ibu Soo Jin-nya juga setuju pada hal tersebut.

Seol Ak tengah tertidur pulas di ranjang pacarnya yang lain. Dia tak sendiri. Ada bocah kecil juga tertidur disana. Pacarnya Seol Ak tersenyum melihat hal itu. Putri dari pacarnya Seol Ak memintanya tak kerja, sebab takut pada Seol Ak. Lalu mengingatkan tentang So Mi (mungkin adik bungsunya). Pacarnya Seol Ak menyuruh putrinya diam, sembari mengingatkan jika So Mi meninggal saat dimandikan. Putrinya tak setuju. Dia merasa Seol Ak-lah yang telah membunuhnya.

Young Shin mengajak Soo Jin nonton konser musik klasik. Itu mengherankan, mengingat Young Shin sedang sakit. Young Shin menggambarkan pasien penyakit kanker itu hanya tinggal menunggu kematian. Musik klasik yang membuat perasaan hati bergetar hanya akan terdengar sebagai suara biasa.

Sialnya, ajakan itu hanyalah alasan Young Shin untuk mempertemukan Soo Jin dengan Jin Hong. Karena, begitu melihat Jin Hong, dia pergi dengan alasan ada jadwal yang harus dipenuhinya. Dia meminta Soo Jin nonton konser musik klasik bersama Jin Hong saja. Soo Jin tak tahu harus bilang apa.

Jin Hong menghampiri Soo Jin, dan menanyakan tentang Hye Na. Begitu Soo Jin mengatakan Hye Na baik-baik saja, dia meminta tiket konsernya. Dia paham. Dan membiarkan Soo Jin pergi, karena ada Hye Na yang menunggunya. Sebelum itu, dia meminta Soo Jin menemuinya di kafe tak jauh dari lokasi konser. Dia hendak memeriksa Hye Na. Soo Jin hanya bisa mengucapkan terima kasih. Tak lebih.

Bibi salon sedang memotong rambut pelanggannya di saat Hye Na membuka brankasnya. Apa isi brankas itu? Dokumenter Khusus Penampilan Aktris Cha Young Shin.

Bosnya Pak Detektif tidak peduli dengan bukti-bukti yang disodorkan Pak Detektif tentang kekerasan yang Ja Young lakukan pada Hye Na. Jika tidak ada bukti fisiknya, yakni Hye Na sendiri, maka Pak Detektif diwajibkan mengeluarkan Ja Young.

Putri pacarnya Seol Ak mencari-cari keberadaan adiknya yang sudah bangun tidur. Dia menemukan adiknya sedang sibuk mencorat-coret buku barang-barang favorit Hye Na dengan krayon. Dia pun membaca satu per satu tulisan Hye Na.

Di sisi lain, Hye Na mengeluarkan baju lama Soo Jin dan rantai sepeda. Dia mengambil salah satu kunci dari Bibi salon, dan rantai sepeda itu terbuka. Siapa Bibi salon ini sebenarnya?

Seol Ak baru bangun. Di saat bersamaan, dia mendengar putri pacarnya mengucapkan, "TK Long Legs. Kelas Ongdalsaem. Lee Won Hee." Dia mengambil buku catatan Hye Na dari tangan putri pacarnya. Bagaimana tulisan itu bisa muncul kembali, kan sudah dirobek Hye Na? Ternyata kertas yang diwarnai menimbulkan emboss di krayon. Dia juga mengetahui tentang Soo Jin.

Begitu tiba di salon, Soo Jin segera menemui Hye Na yang tampaknya sedang terlelap. Dia lega. Waktu mau menggendong Hye Na, dia menemukan baju Hye Na terikat dengan laci lemari. Dan ikatan yang digunakannya adalah rantai sepeda yang dulu dipakai untuk mengikat dirinya di pagar.

Soo Jin menemukan kunci digenggaman tangan Hye Na. Dia bergetar waktu membuka rantai sepeda itu. Dan berharap itu bukan kuncinya. Sayangnya kunci itu memang jodoh dari rantai sepeda itu. Sontak dia membangunkan Hye Na untuk menanyakan dari mana kunci itu berasal. Hye Na menyebut dari Bibi salon.

Barulah disitu, Soo Jin sadar jika Bibi salon adalah ibu kandung yang telah meninggalkannya di panti. Dia menemuinya. Bibi salon tahu jika Soo Jin sudah mengetahui jati dirinya. Dia segera memerintahkan pelanggannya untuk pulang, walaupun rambut yang dipotongnya baru sebelah.

Soo Jin meminta Bibi salon membuka rantai sepeda itu dengan kunci yang dibawanya. Bibi salon mencobanya dan terbuka. Soo Jin mempertanyakan janji ibunya yang ingin kembali tapi tak kunjung kembali. Sebuah kilas balik melintas di benak Soo Jin. Dia mengingat hari dimana ibunya membelikan rantai sepeda.

"Kau ingat hari itu?" tanya Bibi salon.

Soo Jin menggeleng, mengaku tak mengingat apapun. Mengaku telah melupakan semuanya. Mengaku sebuah mekanisme dirinya membentuk pertahanan diri. "Seumur hidup aku mencoba melupakannya! Kenapa kau ada disini?" tanyanya sembari menggebrak meja dengan gelas. Telapak tangannya berdarah terkena pecahan gelas.

Detik berikutnya, kita melihat Soo Jin mengajak Hye Na pergi dari Bibi salon. Saat mereka pergi, Bibi salon sempat menahan Hye Na, menitipkan surat buat Soo Jin.

Di tengah jalan Hye Na menanyakan arah tujuan mereka. Soo Jin berhenti. Air mata sempat mengaliri pipinya, tak lama sebab kemudian dia bangkit lagi.

Pak Detektif membebaskan Ja Young. Penyelidikan sudah usai. Ja Young mengirimi Seol Ak SMS yang menyuruhnya pulang ke rumah. Semua baik-baik saja.

Seol Ak memikirkan kembali tentang siapa Soo Jin itu. Dia kemudian ingat dengan jelas kalau Soo Jin itulah yang dilihatnya bersama Hye Na di dalam bis dan juga sempat dilihatnya di depan rumah Ja Young.

Well, akhirnya Soo Jin mengajak Hye Na menemui Jin Hong. Saat itu, Jin Hong melihat tangan Soo Jin dan mengatakan telapak tangan itu harus dijahit. Soo Jin menyuruh Jin Hong menjahit tangannya dan minta izin dibiarkan tinggal di rumahnya.

Bersambung ke Call Me Mother Episode 6.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Call Me Mother Episode 5

0 komentar:

Post a Comment