Tuesday, December 5, 2017

Sinopsis Film Hacksaw Ridge (2016), Kisah Prajurit Tanpa Senjata Di Perang Dunia II

Raja Sinopsis – Sebelum membahas tentang Sinopsis Film Hacksaw Ridge (2016), aku mau cerita sedikit sejarah Hacksaw Ridge (dikenal juga dengan Maeda Escarpment), yang menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dalam pertempuran berdarah di Okinawa pada Perang Dunia II.

Hacksaw Ridge, Tebing Pertahanan Jepang Setinggi 400 Kaki di Okinawa

Ketika Perang Dunia II pecah, pihak Sekutu mengarahkan serangannya ke pusat pertahanan utama Jepang di Pulau Okinawa.

Pihak Sekutu membawa kekuatan besar, terbagi beberapa gugus tugas, yang berada dibawah TF 50 pimpinan Laksamana Spruance A. Raymond.

Diantara gugus tugas yang tergabung di TF 50, gugus tugas TF 56-lah yang menjadi kekuatan terbesar pihak Sekutu dalam menjebol pertahanan pasukan Jepang di Okinawa.

Gugus tugas TF 56, dikomandoi Letjen Simon Bolivar  Buckner Jr., merupakan pasukan penjelajah, yang terdiri dari anggota Angkatan Darat Kesepuluh dengan dua Korps – Korps Amfibi III (Divisi Marinir ke-1 & Marinir ke-6) dan Korps XXIV Angkatan Darat (Divisi Infantri ke-7 & Divisi Infantri ke-96).

Kembali ke plot film Hacksaw Ridge, Desmond Doss dkk. yang berada di Divisi Infantri ke-77 ditugaskan membantu Divisi Infantri ke-96. Yang bertugas menjebol pertahanan tentara Jepang di Hacksaw Ridge.

Desmond Doss, Prajurit Medis AS yang Menolak Membawa Senjata

Sinopsis Film Hacksaw Ridge (2016), Desmond Doss sedang menyeret temannya dari medan pertempuran.

Film Hacksaw Ridge merupakan film bergenre biorafi/sejarah/drama, mengisahkan sosok Private Desmond Doss, seorang prajurit medis AS yang menolak membawa senjata apapun di medan perang.

Ia diketahui menolak membawa senjata sejak di kamp pelatihan. Gara-gara penolakannya ini, ia harus menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dari atasan dan teman-temannya. Mereka menilai pendirian Doss bisa membahayakan rekan setim. Bagaimana bisa Doss membantu teman-temannya, jika tidak bisa mengamankan diri sendiri?

Ujung dari masalah ini, Doss tidak diizinkan ikut perang dan terancam dipulangkan. Ayahnya, yang mantan prajurit AS masa Perang Dunia I, memberikan surat rekomendasi dari bekas atasannya yang intinya memberikan lampu hijau bagi Doss maju ke medan perang tanpa senjata apapun.

Sebagai tempat pertahanan, Hacksaw Ridge digambarkan sangat kuat. Sekeras apapun tentara AS menyerang, sekeras itulah mereka dijatuhkan. Tak terkecuali pasukan Doss.

Begitu mereka memanjat tebing setinggi 400 kaki, pasukan Jepang langsung memukul mundur. Hanya beberapa orang pasukan yang tetap bertahan, termasuk Doss. Disinilah Doss bekerja. Ia mulai menyeret teman-temannya satu per satu dan menurunkannya ke bawah dengan tambang.

Review Film Hacksaw Ridge (2016)

Sosok Dessmond Doss di film ini diperankan oleh aktor yang sudah tak asing lagi, yaitu Andrew Garfield si Amazing Spiderman. Aku nonton waktu ia memerankan karakter Peter Parker. Cocok. Dan ketika memerankan karakter Dessmond Doss, ia juga cocok.

Di bangku sutradara ada Mel Gibson yang terkenal dengan karyanya Braveheart & The Passion of the Christ. Untuk film kedua, aku tak begitu fokus nontonnya, jadi tidak bisa memberikan komentar banyak. Kalau untuk film Braverheart, aku lumayan sering nontonnya. Di film Braveheart, menurutku sangat apik. Gibson berhasil menunjukkan sosok Brave yang memimpin Skotlandia melawan Inggris. Lalu bagaimana peran Gibson di film Hacksaw Ridge ini?

Meskipun, unsur perang disini sangat kental, namun Gibson tidak menampilkannya secara brutal. Ia lebih memilih mengolah tokohnya. Latar belakang kenapa Doss tak mau memegang senjata, apalagi sampai membunuh orang. Ia memilih menjelaskan semua itu dalam visualisasi filmnya. Hingga bagaimana heroiknya Doss menyelamatkan 75 nyawa prajurit AS yang terluka di Hakcksaw Ridge. Hal itu mengubah pandangan semua orang terhadap Doss.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Film Hacksaw Ridge (2016), Kisah Prajurit Tanpa Senjata Di Perang Dunia II

0 komentar:

Post a Comment