Tuesday, August 1, 2017

Sinopsis School 2017 Episode 6 – Catatan Sebenarnya Dari Hidup Kami

Raja Sinopsis – Di School 2017 episode 5, identitas X akhirnya terkuak. Dan Eun Ho tak habis pikir kenapa si X = Tae Woon. Dia, dan kita selaku pemirsa, mempercayai itu. Hingga tiba di beberapa menit terakhir muncul X yang lainnya masuk ke dalam kantor guru.

Eun Ho yang secara tidak sengaja melihatnya mengikutinya. Waktu mengambil soal ujian dan jawaban kompetisi matematika, X melihat Eun Ho. Sontak dia mengambil langkah seribu. Eun Ho mengejarnya, dan dengan satu langkah cerdik berhasil memotong pergerakan X. Dia tahu identitas X yang asli, yaitu Song Dae Hwi. Apa yang terjadi berikutnya?

Sinopsis School 2017 Episode 6 – Catatan Sebenarnya Dari Hidup Kami


Ibu Polwan Ji (masih bingung, dia ini polwan atau satpam wanita SMA Geumdo?) keliling sekolah lantaran mendengar suara.


Eun Ho memotong jalan, dan muncul persis di depan X lainnya. Dia kaget melihat wajah X yang tak lain tak bukan adalah Dae Hwi. Ketahuan identitasnya, Dae Hwi pun kabur lagi. Eun Ho ingin mengejarnya. Tae Woon muncul dan menahan Eun Ho, memintanya tidak mencampuri urusan orang lain.


Mereka berdua mengembalikan lembar soal & jawaban ujian kompetisi matematika. Ibu Polwan Ji dan Pak Guru Myung melihat pintu kantor guru yang terbuka. Pak Guru Myung masuk ke kantor. Menyadari ada muridnya di sana, dia segera mengalihkan Ibu Polwan Ji – mengajak makan mi dan pura-pura menyatakan cinta (kirain beneran). Ibu Polwan Ji kebingungan dengan tingkah Pak Guru Myung.

Tae Woon - Eun Ho tak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka kabur lewat pintu yang lain.

*


Jantung Dae Hwi dag-dig-dug-ser. Dia lega lolos, meski Eun Ho melihat wajahnya.

Setelah kabur, Eun Ho - Tae Woon berpandang-pandangan. Itu membuat keadaan sedikit canggung. Eun Ho mengaku tak melihat X lainnya itu. Namun Tae Woon berpikir X lainnya itu pasti siswa yang sangat membutuhkan kemenangan di ujian kompetisi matematika.

*


Pak Guru Myung yakin siswa yang dilihatnya tadi adalah siswanya. Dia melihat daftar siswa, dan bertanya-tanya siapa kira-kira siswa yang masuk ruang guru tadi ya?


Di sisi lain, Eun Ho juga masih kebingungan tentang alasan Dae Hwi mengambil soal & jawaban ujian kompetisi matematika.

Dae Hwi tampak kehilangan sesuatu – kunci ruang guru. Dia merogoh-rogoh saku jumper-nya. Tak ada apa-apa disana.

Jelas saja tak menemukannya, kunci yang Dae Hwi cari sekarang ada di tangan Tae Woon. Rupanya Tae Woon-lah yang menemukan kunci tersebut – dijatuhkan secara tidak sengaja oleh Dae Hwi.

*


Besok, Tae Woon mengembalikan kunci itu ketika Dae Hwi tengah mencari kunci di lokasi jatuhnya. Seperti biasa, mereka saling serang kata-kata dingin. Hingga akhirnya, Dae Hwi menyuruh Tae Woon melaporkannya saja jika mau. Namun Tae Woon menolak, enggan peduli dengan orang menyedihkan macam Dae Hwi.

*


Kelas Eun Ho bubaran. Dae Hwi ingin mengajak Eun Ho bicara. Suasana kikuk ketika Nam Jo muncul. Eun Ho bohong, mengatakan Tae Woon minta dibantu menggambar saat lomba nanti. Nam Joo jealous. Eun Ho buru-buru pergi.

Di tangga sekolah, Tae Woon menyegat Eun Ho untuk memintanya tak menemui Dae Hwi. Eun Ho menolak diatur-atur Tae Woon.

*


Pada akhirnya, Dae Hwi - Eun Ho bertemu di Coffebay. Eun Ho coba tidak mengungkit kejadian semalam. Dia yakin Dae Hwi punya alasannya sendiri dan menyuruhnya mengatakan jika sudah merasa nyaman untuk mengatakannya.


Tae Woon menelpon. Eun Ho tak menggubrisnya, malah membalik HP-nya – padahal Tae Woon ada di depan Coffebay. Begitu Dae Hwi - Eun Ho keluar Coffebay, Tae Woon mengajak Eun Ho pergi – setelah bersitegang sedikit dengan Dae Hwi.

*


Eun Ho heran kenapa Tae Woon pura-pura tidak tahu, padahal sudah tahu X lainnya = Dae Hwi. Tae Woon tak peduli, dan malah kembali melarang Eun Ho menemui Dae Hwi. Tentu saja Eun Ho menolak (siapa Tae Woon melarang-larang dirinya kan?). Baginya Dae Hwi, adalah temannya Tae Woon, yang sudah menolongnya.

*


Dae Hwi menyoret evaluasi diri sendiri = siswa baik lagi jujur. Dia mengevaluasi diri sendiri = siswa licik lagi pengecut yang akan melakukan apapun demi tujuannya.

*


Issue jalan ganteng di lorong sekolah. Dua siswi cantik menghampirinya. Dia GR menyangka keduanya mau memberikan hadiahnya untuknya padahal untuk kedua temannya di boyband. Tapi Sa Rang yang muncul terakhir memberikan hadiah bantal untuknya. Issue mengembalikannya, merasa hadiah Sa Rang berlebihan. Sa Rang sedih, dan makin sedih waktu Pak Guru Soo merebut bantal itu dari tangan Sa Rang. Ha.

*


Nam Joo sebal Papanya datang ke sekolah hanya ingin memberikan roti kesukaannya. Dae Hwi muncul dan menyapa Nam Joo. Sontak Nam Joo kaget. Tidak ingin Dae Hwi tahu bahwa Papanya hanya sopir taksi (pantes waktu itu naik bis, baca sinopsis School 2017 episode 4), dia pura-pura memanggil taksi karena mau pergi ke tempat konsultan pendidikannya. Di luar dugaan Dae Hwi malah menemani Nam Joo.


Mereka berdua naik taksi bareng. Dae Hwi melihat identitas sopir, dan berkicau jika taksi yang ditumpangi mereka pasti milik perusahaan Papanya Nam Joo. Dia iri Nam Joo lahir dari keluarga kaya. Nam Joo kaget sama omongan Dae Hwi.

*


Papa Eun Ho mengantar nasi-ayam ke rumah Nam Joo. Adik-adiknya berhamburan keluar, menyambut nasi-ayam kesukaan mereka. Wow. Nam Joo punya banyak saudara rupanya.

Papa Eun Ho bertanya-tanya apa cukup satu nasi-ayam cukup untuk keluarga Nam Joo?

*


Dae Hwi mengungkapkan keinginannya, di depan Hee Chan, untuk mengikuti ujian kompetisi matematika. Tae Woon nyinyir bilang itu menyebalkan.

*


Sebuah masa lalu tentang Tae Woo - Dae Hwi - Joong Ki berputar. Saat itu Dae Hwi merayakan ultahnya. Tae Woo memberi Dae Hwi hadiah tablet smartphone terbaru, sedangkan Joong Ki memberi hadiah seporsi seafood. Mereka tampak bergembira saat itu.

*


Mamanya Sa Rang, yang bekerja sebagai cleaning service sekolahan, meminta Pak Guru Myung untuk tetap memberikan penilaian evaluasi pada putrinya. Dia menjelaskan Sa Rang sebetulnya mau lanjut kuliah, tapi melihat kondisi perekonomian keluarga jadi memilih daftar PNS (di Indonesia jadi favorit dah).

*


Sa Rang mengungkapkan cita-citanya pada Eun Ho, bahwa dirinya ingin Mama punya kehidupan yang lebih baik. Itulah kenapa dia tak mau kuliah dan memilih daftar PNS. Dia tak ingin Mamanya merasa bersalah pada dirinya kelak. Di sisi lain, Eun Ho jadi merasa cita-citanya sebagai kartunis webtoon malah membenani keluarga.

*


Jung Il menyerahkan lembar evaluasi siswa kepada Pak Guru Myung. Dia meminta semua tulisannya tidak boleh diedit sedikitpun.

Pak Guru Myung sebal kelakuan Jung Il. Tugasnya sebagai guru konseling dilangkahi. Ibu Guru Ran berkomentar supaya Pak Guru Myung menyuruh para siswa menulis evaluasi sendiri-sendiri. Tidak perlu repot.

*


Di kedai soj*, Pak Guru Myung galau, merasa dirinya tidak menjalankan tugas guru sebagaimana mestinya. Pak Guru Koo berpikir seharusnya Pak Guru Myung tak perlu galau. Semua takkan ada yang berubah. Dia pesimis guru bisa menciptakan anak-anak pilihan? Dia sudah membuktikannya. Baginya, guru hanyalah pekerjaan semata.

*

Abangnya Eun Ho heran Eun Ho masih mengosongkan lembar evaluasi. Eun Ho merebut lembar evaluasi dari tangan Abangnya. Dia memintanya tak ikut campur dan mengaku akan mengisinya sedikit demi sedikit.

*


Mamanya Eun Ho datang ke pertemuan sekolah untuk mendapatkan penjelasan tentang evaluasi siswa.

Selesai pertemuan sekolah, Mama ikut pertemuan para orang tua murid lainnya di Coffebay (Lagi? Sponsor-kah?). Para orang tua murid membicarakan tentang cara memperbaiki evaluasi dengan menggelar kompetisi esai dimana salah seorang profesor Univ. Seoul didapuk sebagai jurinya. Nantinya esai itu harus dipublikasikan dalam format buku.

Mamanya Eun Ho menyela pembicaraan, meminta penjelasan apakah murid perlu menulis esai supaya diterima di kampus? Krik... krik... krik... semua mata memandang ke arahnya. Mereka tertawa mengejek. Oh, sepertinya Mama salah bicara.

*


Di rumah, Mama cerita pada Papa tentang pertemuan orang tua murid itu. Dia mengaku tak paham. Papa mengajak Mama bergabung ke dalam komite sekolah. Tentu saja itu tak bisa. Para orang tua murid yang tergabung di komite sekolah itu kaya raya, sementara mereka? Papa berpikir menjual rumah dan uangnya bisa dipakai untuk biaya keanggotaan komite sekolah. Bagaimana bisa? Rumah yang mereka tempati kan rumah kontrakan. Ha.

*


Beberapa para orang tua murid, ditemani Pak Kepsek Jin, meminta Pak Guru Myung memperlihatkan evaluasi anak-anak mereka. Mereka ingin memastikan Pak Guru Myung tak mengubah satu kata pun dari lembar evaluasi yang sudah ditulis (seperti Jung Il sebelumnya). Pak Guru Myung menolak, sebab itu sudah menyalahi aturan Dinas Pendidikan.

*


Pak Guru Myung terlihat gusar. Dia kemudian main basket sama Tae Woon di lapangan. Tae Woon melihat kegusaran Pak Guru Myung, dan berkata, “Saya memang masih umur 18 tahun, tapi saya tahu kok hidup emang busuk!”

“Ya, lebih baik melihat kebusukannya di usiamu sekarang daripada melihatnya di usia 28 tahun?” timpal Pak Guru Myung, “Ah hidupmu baik-baik saja.” Tae Woon senang mendengarnya. Itu kali pertamanya orang bilang begitu.

*


Pak Kepsek dan Pak Wakil Kepsek menekan Pak Guru Myung untuk bersikap fleksibel. Mereka bahkan memastikan bahwa Pak Guru Myung pasti dipecat jika tak mau memperlihatkan evaluasi siswa kepada para orang tua murid yang meminta.

*


Eun Ho mau pulang sekolah. Tae Woon menyegatnya. “Lo punya waktu malam ini?” tanyanya. Eun Ho memicingkan matanya, lalu berpura-pura tak punya waktu. Kalaupun ada waktu, dia tak mau menemui Tae Woon.

Tae Woon tak memaksa, dan memilih ngeloyor pergi begitu saja. Eh Eun Ho malah penasaran. Ha.

*


Ibu Polwan Ji menemukan kunci gudang tua sekolah. Dia mengajak Pak Guru Myung melihatnya. Pak Guru Myung coba mencegahnya, tapi Ibu Polwan Ji tak peduli.


Saat itu, Tae Woon tengah berada di dalam gudang. Dia sedang mengetik sambil mendengarkan musik.


Begitu pintu gudang terbuka, Ibu Polwan Ji dan Pak Guru Myung tak menemukan apa-apa. Tae Woon ada di gudang lain rupanya. Pak Guru Myung ingat kalau dirinya pernah memperingatkan para siswa kelasnya untuk tidak masuk ruang yang mencurigakan di bagian manapun sekolah karena sedang diadakan pemeriksaan demi menemukan X.


Ibu Polwan Ji menemukan baling-baling dari drone milik X. Dia yakin X pasti sudah pindah ke ruang lain. Mereka pergi dari gudang. Saat itu, Tae Woon muncul dari gudang di bawahnya.

*


Sehari sebelumnya, waktu Tae Woon mengajak Eun Ho ketemuan malam di sekolah, rupanya itu untuk memindahkan semua barangnya ke gudang bawah.

“Kau yakin bisa mengacaukan kompetisi sialan itu?” tanya Eun Ho. Tae Woon tersenyum meyakinkan.

*


Para orang tua murid kaya kembali lagi menemui Pak Kepsek Jin. Mereka menuntut bisa melihat hasil evaluasi anak mereka masing-masing. Pak Kepsek mengiyakan. Pak Wakil Kepsek datang untuk memberitahu kalau hasil evaluasi ditempel di dinding-dinding kelas.

Pak Kepsek, Pak Wakil Kepsek, dan para orang tua murid kaya kaget melihat anak-anak berkerumun melihat hasil evaluasi mereka.


Semua hasil evaluasi itu berbeda dari hasil evaluasi yang ditulis Pak Guru Myung. Semuanya ditulis berdasarkan pengamatan pribadi, seolah-olah penulis dekat betul dengan anak-anak. Makanya, anak-anak berkomentar kalau Pak Guru Myung itu mata-mata penguntit yang tahu kepribadian mereka masing-masing. Itu adalah ulang Tae Woon semalam.


Pak Guru Koo memberitahu Pak Kepsek bahwa ID yang dipakai untuk mengakses adalah ID-nya Pak Kepsek. Sontak Pak Kepsek memerintahkan penangkapan bagi orang yang memakai ID-nya. Karena ID Pak Kepsek yang dipakai, maka Pak Guru Koo dan Pak Wakil Kepsek harus menangkap Pak Kepsek sampai ditemukan pelaku yang sebenarnya. Ha.


Tae Woon mengupil pakai jempol tangannya untuk memberi kode pada Eun Ho. Melihat itu Eun Ho ikut-ikutan senang. Ha.

*

Malamnya Tae Woon bekerja lagi untuk mengubah jawaban dari soal ujian kompetisi matematika. Dia kesal pihak sekolah melakukan diskriminasi, dan hanya mementingkan siswa kaya saja. Dia ingat omongan Hee Chan waktu Dae Hwi marah mengetahui pemenang ujian kompetisi matematika sudah ditentukan.

*

Pak Guru Myung mengumumkan konsultasi evaluasi siswa bisa dilanjutkan pasca-kebocoran yang terjadi sebelumnya. Waktu mau keluar, anak-anak berteriak, “Pak Guru Myung keren!”


Tak lama, ada video masuk ke HP smartphone milik anak-anak siswa. Video itu berisi Pak Kepsek menyuruh Tae Woon menghapalkan jawaban ujian kompetisi matematika, karena pemenangnya sudah ditentukan.


Anak-anak menatap Tae Woon. Mereka berpikir X mengadukan Tae Woon.

Tae Woon berdiri, balik menatap teman-teman yang menatapnya. Dia berteriak, “Aishhh, apa sih yang kalian lihat, Nyet?”

Ikuti tautlink berikut untuk membaca kelanjutan School 2017 sinopsis episode 7.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis School 2017 Episode 6 – Catatan Sebenarnya Dari Hidup Kami

0 komentar:

Post a Comment