Wednesday, July 26, 2017

Sinopsis School 2017 Episode 4 – Sebuah Pertemuan

Raja Sinopsis – Pak Kepsek menerapkan sistem baru memporeleh poin, yaitu menyuruh anak-anak muridnya saling melaporkan kesalahan temannya. Tentu saja, hal itu membuat beberapa orang frustasi. Ujung-ujungnya Eun Ho-lah yang disalahkan.

Eun Ho pun menemui Pak Kepsek dan berjanji akan menangkap X dengan catatan poinnya ditambah. Pak Kepsek setuju. Memang itu tujuan awalnya menerapkan sistem baru.

Di bagian akhir sinopsis School 2017 episode 3, Tae Woon marah besar jam tangan persahabatannya rusak entah oleh siapa. Dae Hwi yang muak menimpali kemarahan Tae Woon itu. Dia menyuruh semua teman sekelas keluar. Selepas itu, mereka berdua adu jotos untuk menuntaskan dendam terpendam di antara mereka.

Eun Ho memutuskan kembali ke dalam kelas. Melihat Dae Hwi dan Tae Woon berkelahi, dia berusaha melerainya. Apa yang terjadi kemudian?

Sinopsis School 2017 Episode 4 – Sebuah Pertemuan


Dae Hwi dan Tae Woon saling memancing emosi dengan kata-kata ejekan. Tak tahan lagi, mereka saling melontarkan tinju. Eun Ho muncul dan berusaha melerai. Sialnya, dia malah kena tangan Tae Woon, sehingga terjungkal kena bangku.

Dae Hwi dan Tae Woon mengambil kursi dan siap serang. Mendadak, mereka berhenti, karena Pak Guru Koo berdiri di kelas.

*


Pak Guru Koo meminta Dae Hwi dan Tae Woon mengaku telah melakukan kekerasan serius di sekolah. Saling lirik, keduanya mengiyakan. Eun Ho coba menyelamatkan diri dengan menyebutkan bahwa dirinya datang untuk melerai. Eh, Pak Guru Koo tidak mau melepasnya dan menuding Eun Ho juga bersalah karena tahu ada perkelahian tapi tak mau melapor. Glek.

Pak Guru Koo memberikan dua opsi: dihukum lewat komite sekolah atau menjalani hukuman tak resmi. Jelas ketiganya memilih opsi kedua.

*

Ketiganya dihukum lari mengelilingi lapangan basket selama 10 hari mulai dari sekarang. Dae Hwi dan Tae Woon mendapat jatah 50 putaran, sedangkan Eun Ho dijatah 30 putaran. Pak Guru Koo meninggalkan mereka.

Eun Ho sebal ikut kena hukuman. Dae Hwi tak bisa apa-apa, toh sudah berusaha menjelaskan. Eun Ho menyenggol Tae Woon, menyuruhnya menjelaskan pada Pak Guru Koo. Tae Woon malah menyuruh Eun Ho menjalani hukumannya. Dae Hwi kesal mendengar omongan Tae Woon, dan berkomentar supaya Tae Woon memakai kekuasaan Papanya untuk lepas dari hukuman. Sontak Tae Woon tersinggung. Dia berniat memukul Dae Hwi lagi. Tapi mengurungkannya begitu melihat Pak Guru Koo belum benar-benar pergi.


Ketiganya mulai berlari mengelilingi lap. basket. Dae Hwi dan Tae Woon bak orang lomba lari. Mereka saling senggol dan tarik-tarik, seolah-olah tak mau kalah.

Eun Ho yang sudah selesai duduk kelelahan, sembari memperhatikan tingkah Tae Woon dan Dae Hwi. “Hari itu, mereka berdua kelihatan aneh. Meski kelihatannya mereka saling melampiaskan amarah satu sama lain mereka sepertinya juga sedang menyiksa diri dengan cara berlari seperti orang gila. Dan saat itu aku tidak tahu kalau masalah pribadi mereka berdua sebenarnya adalah masalahku juga.”

*

Pihak sekolah menerima paket dari Univ. Hanguk. Eun Ho girang, karena jika berhasil masuk 3 besar bisa masuk univ idamannya. Hanya saja ada satu masalah: poin! Eun Ho minta didampingi Pak Guru Myung menemui Pak Kepsek Jin.

Eun Ho minta poinnya tak dikurangi. Pak Kepsek Jin menegaskan sebelum Eun Ho membawa X ke hadapannya, poin takkan ditambahkan.


Eun Ho masgul keluar kantor Kepsek. Pak Guru Myung meyakinkan Eun Ho kalau akan ada jalan keluar, toh masih 10 hari lagi pengumpulan berkas-berkasnya. Ucapan Pak Guru Myung tak lantas membuat Eun Ho tenang. Bahkan bisa dibilang, dia pesimis duluan. Meski begitu, Pak Guru Myung, meminta Eun Ho tetap berusaha. Lagian ada satu hal lagi yang harus Eun Ho tak boleh lupakan: portofolio. Eun Ho pun bergegas menemui Pak Guru Koo demi buku sketsa.

*


Sialnya, Pak Guru Koo mengaku buku sketsa Eun Ho hilang. Ada kemungkinan diambil si X.

*

Eun Ho dan Sa Rang berjalan di belakang Dae Hwi dan Tae Woon. Eun Ho sengaja bicara keras menyalahkan keduanya. Kemudian, Sa Rang berbisik jika itu merupakan kesempatan bagus. Dengan begitu, Eun Ho akan bisa menemukan siapa si X yang sebenarnya.

*

Pak Guru Koo menyuruh Eun Ho-Dae Hwi-Tae Woon membersihkan lapangan olahraga. Dia menegaskan pekerjaan itu harus mendapat acc darinya dan ketiganya harus bekerja sama. Jika tidak, dia akan menganggapnya tidak sah.

Tae Woon tak mau ambil pusing dan minta poinnya dikurangi. Eun Ho menolak dan lebih memilih menjalani hukuman. Pak Guru Koo menyuruh Tae Woon bilang pada Papanya saja jika memang ingin menggunakannya. Dae Hwi tersenyum sinis mendengar kicauan “Malaikat Maut”.

Dae Hwi minta maaf pada Eun Ho karena telah melibatkan Eun Ho. Sebaliknya, Tae Woon malah mengatakan Eun Ho bod*h karena melibatkan diri sendiri. Eun Ho minta bantuan mereka untuk menangkap X. Soalnya, buku sketsa yang akan membawanya masuk Univ. Hanguk dibawa X. Tae Woon menertawai buku sketsa Eun Ho yang dinilainya childish. Pertanyaannya: kenapa X membawa buku sketsa Eun Ho? Dae Hwi dengan sinis menjawab bahwa mungkin saja itu bagian dari tindakan childish X yang tak berani muncul ke publik.


Eun Ho berteori jika X adalah pembunuh psikopat, yang telah melakukan pembunuhan dan menyimpan jasad korbannya di sekolah. Dae Hwi mematahkan teori itu dengan pertanyaan: terus apa hubungan pembunuhan itu dengan apa yang X lakukan selama ini? “Mungkin saja untuk membuat orang terganggu,” timpal Eun Ho.

Tae Woon memilih meninggalkan mereka berdua daripada harus mendengar teori aneh. Eun Ho buru-buru menghadang, dan bertanya apa Tae Woon kesal dengan ucapannya? Tae Woon menggeleng tegas. Dia menyatakan tak ingin mendengar omong kosong Eun Ho. Sontak Eun Ho memelas. Dia mengaku putus asa dan meminta bantuan Tae Woon.


“Kau mau pacaran denganku?” tanya Tae Woon, “Lalu bagaimana kalau ciuman denganku?” Eun Ho memutar bola matanya. Dia spechless. “Ini semua membuatmu sinting 'kan? Begitulah yang kurasakan sekarang. Aku sampai tidak bisa berkata-kata. Kenapa juga aku harus mencari X denganmu?” tambah Tae Woon, lalu berjalan lagi. Eun Ho tetap melarang Tae Woon pergi. Tae Woon mengaku hanya ingin mengambil alat bersih-bersih.

*


Pak Guru Myung dan Ibu Polwan Ji mencari petunjuk X. Mereka sampai di depan sebuah gudang di samping sekolah. Pak Guru Myung menjelaskan gudang tua itu tak terpakai lagi dan sudah lama tak digunakan. Pun pihak sekolah juga berniat menghancurkannya, karena mau membangun ruang kelas lain. Ibu Polwan Ji mencurigai tempat itu dan menyuruh Pak Guru Myung mencari kuncinya.

*


Eun Ho menuju ke tempat parkir sepedanya, seraya merutuk Dae Hwi dan Tae Woon yang mirip anak SD. Tiba-tiba Tae Woon menarik tangan Eun Ho untuk memberitahu kalau tangan Eun Ho berdarah.

Eun Ho baru menyadari tangannya berdarah. Tae Woon memberi Eun Ho plester. Eun Ho tak menduga jika Tae Woon membawa benda itu kemana-mana. “Temanku memberikan itu padaku karena dia bilang naik aku bisa saja terluka saat naik motor.” Tae Woon kelihatan tak sengaja mengatakannya, lalu buru-buru pergi.

*


Eun Ho mengorek informasi hubungan Dae Hwi dan Tae Woon melalui Sa Rang. Sa Rang bercerita Dae Hwi dan Tae Woon pernah bersahabat, tapi hubungan itu rusak gara-gara kecelakaan maut yang menewaskan Im Joong Ki. Dia menutup mulut, merasa keceplosan. Pun tetap dia melanjutkan cerita kalau kecelakaan itu terjadi saat Eun Ho mengalami kecelakaan bis. Menurut gosip, kecelakaan disebabkan Tae Woon. Atas kuasa Papa Tae Woon fakta itu diputarbalikkan, dilimpahkan kepada Joong Ki.

Eun Ho mencari berita kecelakaan yang dimaksud.

*

Di sisi lain, di waktu bersamaan, Dae Hwi mengenang kecelakaan yang terjadi setahun lalu tersebut.

Saat itu kecelakaan sudah terjadi. Petugas ambulans telah mengevakuasi korban. Tae Woon sendiri terlihat linglung. Dia menghubungi Papanya, memberitahu jika dirinya mengalami kecelakaan. Sontak Papa Hyun panik.

Ketika tiba di TKP, Dae Hwi tak bisa mencari tahu apa yang terjadi karena dihalangi petugas. Dia memanggil Tae Woon yang berjalan dibantu dua pengawal, berusaha meminta penjelasan. Tae Woon diam saja, lalu masuk ke dalam mobil.


Dae Hwi masih terus menatap fotonya bersama Joong Ki (wajahnya Tae Woon ditutup). Mamanya masuk membawakan cemilan, lalu bertanya kenapa Dae Hwi masih memandangi teman yang sudah meninggal? Dia yakin keluarga Joong Ki mendapat uang kompensasi. Dae Hwi yang tersinggung menyuruh Mamanya keluar dengan alasan dirinya mau belajar. Dia tak bisa bersantai sedikit. Lengah sedikit, dia akan diinjak-injak dan disalahkan atas sesuatu.

*

Eun Ho masih berselancar di internet, mencari berita kecelakaan itu. Dari semua info yang didapatnya tak satupun menyebut nama Tae Woon.

*


Di belakang kelas, Eun Ho dan Sa Rang membicarakan Tae Woon. Eun Ho bahkan tak segan menuding Tae Woon itu jahat, yang berusaha memakai uang demi menyelamatkan diri. Apakah orang jahat seperti Tae Woon bisa menjadi X? Sa Rang berpikir mungkin saja, toh Papanya Tae Woon bisa menyelamatkannya.

*

Eun Ho bosan harus bersih-bersih terus, lalu menatap Tae Woon dan menarik kesimpulan tak mungkin Tae Woon itu si X. Dia menghampiri Dae Hwi, menanyakan kapan pengumuman poin selanjutnya. Itu masih seminggu lagi.


Eun Ho berkicau bahwa dirinya berharap Pak Kepsek kena batunya lagi. Bahwa X akan membuat video hal memalukan yang Pak Kepsek lakukan. Dae Hwi nyengir mendengar celoteh Eun Ho. Tae Woon tak acuh bersikap.

*


Eun Ho mengungkapkan pendapatnya pada Sa Rang kalau X adalah Dae Hwi. Dia yakin Tae Woon yang egois takkan mungkin melakukannya. Sa Rang tak sependapat lantaran menilai Dae Hwi sama egoisnya. Dia ingat, ketika Joong Gi dimakamkan, Dae Hwi sama sekali tak mau keluar karena sedang ujian. Tae Woon jengkel dan mencari Dae Hwi di kelas untuk memukulnya.

Eun Ho bertanya-tanya, jika X = Dae Hwi, apa motivasinya? Sa Rang berpikiran sama seperti Mamanya Eun Ho (baca sinopsis School 2017 episode 2) kalau motivasi Dae Hwi melampiaskan stres akibat terus-terusan belajar. Lagipula, dia menilai Dae Hwi itu aneh.

*


Skor poin peraihan para siswa diumumkan. Eun Ho hopeless melihat poinnya turun jadi 55 poin. Sa Rang berharap sistem tersebut hilang dengan ditangkapnya X.

Pak Guru Myung stres sekaligus kesal menerima laporan-laporan para siswa. Dia harus menghentikannya. Itulah kenapa dia datang ke kelas Eun Ho, dan menegaskan bahwa dirinya akan lari keliling lap. sebanyak laporan yang diterimanya dari kelas itu. Anak-anak masih belum yakin.

*

Eun Ho menyusul Pak Guru Myung, lalu memberikan susu kotak UHT. Dia pesimis teman-temannya takkan saling melapor walaupun Pak Guru Myung akan berjanji lari keliling lap. Dia mengungkapkan kekesalannya akibat terancam tak bisa kuliah. Dan itu semua gara-gara X.

*


Eun Ho kembali ke dalam kelasnya. Begitu buka loker, dia menemukan buku sketsanya yang hilang. Dia celingak-celinguk memperhatikan teman-temannya. Tak ada yang menunjukkan tanda-tanda bahwa salah satu di antara mereka adalah X. Dia tak menduga X tahu pergerakannya.

*

Di rumah, Eun Ho dan Sa Rang masih memikirkan siapa X di antara Dae Hwi dan Tae Woon?Kenapa pula X menolong Eun Ho setelah membuat kekacauan di Geumdo?

Tak lama kemudian, Abang dan Papanya Eun Ho berusaha ngabur dari rumah karena tidak mau mengantar nasi-ayam pesanan pelanggan. Jadilah Eun Ho yang mengantarnya.

*


Pemilik rumah kontrakan menagih uang kontrakan pada Mamanya Dae Hwi. Dia menegaskan Mamanya Dae Hwi dan Dae Hwi harus angkat kaki dari rumahnya bila tak bisa membayar akhir bulan.

Dae Hwi muncul keluar dan tampak kesal dengan pemilik rumah kontrakan yang memperlakukan Mamanya dengan kasar. Tentu saja pemilik rumah kontrakan ngoceh-ngoceh, tapi itu berhenti lantaran Eun Ho muncul membawakan nasi-ayam pesanan Mama Dae Hwi.


Dae Hwi dan Eun Ho pun chit-chat di pinggir jalan. Saat itu Eun Ho berusaha menenangkan Dae Hwi dengan mengatakan kalau Papanya juga pernah membuat masalah dengan menggadai sertifikat rumah. Dae Hwi senang cerita Eun Ho itu, meskipun dia paham itu hanya akal-akalan Eun Ho untuk menenangkan hatinya.

Biar bagaimanapun Eun Ho yakin Dae Hwi masih punya sesuatu, yaitu kepintaran, yang didapat dari ketekunannya belajar. Dae Hwi mencelos mendengar pemikiran Eun Ho. Dia bertanya, lebih kepada dirinya sendiri, apakah tekun belajar bisa mengubah kehidupannya? Dia tak yakin bisa mencapai batas anak-anak kaya di sekolahnya.

Di seberang, Nam Joo baru turun dari bis. Tak sengaja dia melihat kedekatan keduanya. Dia terlihat kesal tanpa mengungkapkan apapun.

*


Pak Guru Myung mengumumkan bahwa ada 62 laporan masuk dari kelas Eun Ho. Dia bilang ke anak-anak akan berlari sesuai jumlah laporan tersebut.

Anak-anak kasihan melihat Pak Guru Myung lari sendirian di lapangan bola.

*

Kaki Pak Guru Myung melepuh gara-gara lari keliling lapangan. Pak Guru Koo dan Ibu Guru Ran heran kenapa Pak Guru Myung mau-maunya melakukan hal itu, tapi Pak Guru Myung sok kuat. Dia justru senang dan tak lelah sama sekali melakukannya.

*


Waktu mau ke parkiran, Eun Ho kaget menemukan Papa Hyun menggampar Tae Woon yang ingin menyerahkan diri ke polisi (masih merasa bersalah atas kematian Joong Ki). Papa Hyun heran kenapa Tae Woon bertingkah, toh semua sudah dikerahkan demi Tae Woon. Hal itu membuat Tae Woon jengah: kenapa semuanya selalu tentang uang?

Eun Ho menghampiri mereka. Dia pura-pura mengajak Tae Woon makan, lalu menyapa Papa Hyun.

*


Eun Ho lahap betul memakan sandwich-nya. Dia bilang enak dan ingin nambah. Tae Woon setuju, toh yang bayar kan Eun Ho sendiri? Eun Ho terdiam, kebingungan.

Eun Ho mengajak Tae Woon ke toko jam untuk memperbaiki jam tangan persahabatan yang rusak. Saat melihat jam tangan itu, dia merasa pernah melihatnya, tapi dimana? Itu terjadi waktu Joong Ki menyelamatkannya di bis.

*


Di suatu tempat, Tae Woon menceritakan bagaimana heroiknya Joong Ki. Dalam kilas balik, kita melihat Tae Woon dan Joong Ki kebut-kebutan di jalanan. Gara-gara telpon dari Dae Hwi, Joong Ki jadi tak perhatikan jalan. Begitu ada mobil dari arah berlawanan, dia kaget dan menjatuhkan motornya. Tae Woon ikut-ikutan menjatuhkan motornya. Sopir bis yang jalan di belakang mereka kaget. Berusaha menghindari mereka, sopir banting setir. Bis menabrak pembatas jalan. Para penumpang berdarah-darah.

Tae Woon tak bisa bergerak. Kakinya terjepit motor. Dia memberitahu Joong Ki tentang penumpang bis. Joong Ki mengeluarkan mereka semua, termasuk Eun Ho. Dan ketika dia berusaha mengeluarkan penumpang terakhir bis meledak. Dia terbakar hidup-hidup di dalam. Tae Woon hanya bisa teriak. Kilas balik selesai.


Tae Woon paham Eun Ho pasti terkejut dengan informasi tersebut.

*

Pak Guru Myung kembali berlari keliling lapangan karena ada 48 laporan masuk.

Eun Ho yakin, baik Tae Woon maupun Dae Hwi, pasti memiliki alasan sendiri dengan menjadi X. Eun Ho menatap formulir Univ. Hanguk dan mengenang masa-masa sulitnya selama di Geumdo.

*


Pak Kepsek dan dewan guru mengumumkan 10 siswa dengan penurunan poin paling drastis. Eun Ho muncul di urutan pertama (penurunan poin paling rendah), diikuti Young Gun, dll.

Pak Kepsek berbisik pada Pak Wakil Kepsek. Dia yakin X akan memakan umpannya. Benar saja, tak lama kemudian sebuah layar putih turun di dinding dan menampilkan video kejelekan yang Pak Kepsek lakukan. Ternyata Pak Kepsek sendiri melakukan banyak sekali pelanggaran. Ha. Video itu juga menampilkan foto-foto yang dibuat para siswa demi menaikkan poin, dan melontarkan satu pertanyaan besar: apakah kalian rela berkhianat pada temanmu demi poin? Para siswa menjawab di hati masing-masing.

Sadar X telah muncul, Pak Kepsek memanggil para satpam untuk memeriksa keadaan. Si X pun muncul dan langsung ngabur. Semua orang kembali mengejarnya.

*


Eun Ho berpapasan dengan X. Bukannya menangkap, dia malah menyuruh X bersembunyi dibawah terpal dan menyesatkan para guru yang bertanya kemana X berlari?

*

Eun Ho duduk di kelasnya, lalu bernarasi yang mengungkapkan kenapa dirinya tak bisa menangkap X. Dia menjelaskan, selama mencari X, telah menemukan teman-teman baru yang menyimpan luka dan rasa sakitnya masing-masing. Dia sadar bahwa di usianya yang sekarang, 18 tahun, dia bisa berteman dengan siapapun. Dan mungkin saja itu teman sejatinya.

*


Pak Guru Myung berdiri di depan kertas pengumuman peraihan poin anak-anak Geumdo. Dia mencopotnya. Anak-anak kaget. Ibu Polwan Ji tersenyum dan mengangkat jempolnya, lalu berjalan sambil menginjak kertas pengumuman. Anak-anak girang dengan tindakan Pak Guru Myung.

Tapi, di sisi lain, Pak Guru Myung kena omel Pak Kepsek Jin, yang menyuruhnya menempelkan kertas pengumuman itu kembali. Tadinya, Pak Guru Myung mengiyakan. Beberapa detik kemudian, dia mendapatkan keberaniannya dan mengungkapkan bahwa dirinya takkan menempelkan kertas pengumumannya lagi. Karena pelaporan poin justru akan melahirkan sifat buruk siswa. Pak Kepsek Jin kaget atas penolakan tersebut. Dia memerintahkan Pak Guru Myung menulis surat permintaan maaf.

Para guru heran Pak Guru Myung bisa seberani itu pada Pak Kepsek Jin.

*


Sa Rang kesal Eun Ho melepas X begitu saja. Eun Ho yakin, tanpa bantuan X sekalipun dia akan bisa masuk Univ. Hanguk dengan menjuarai kompetisi webtoon.

Terus apakah Eun Ho sudah tahu siapa X yang sebenarnya? Dae Hwi, pikir Eun Ho. Sa Rang kebingungan bagaimana Eun Ho bisa tahu? Sebab Dae Hwi telah mengabulkan keinginannya, membuat video yang menunjukkan pelanggaran yang dilakukan Pak Kepsek.

Berikutnya, tiba-tiba saja, X muncul lagi dan dikejar-kejar para guru. Eun Ho membuntuti Dae Hwi karena mengira X = Dae Hwi, tapi mulut Eun Ho dibekap seseorang. Orang itu adalah X. Begitu Dae Hwi pergi, X mengungkapkan jati dirinya di depan Eun Ho. Itu jelas bikin jantung Eun Ho deg-deg-an, karena X = Tae Woon. Donggg!!!

Ikuti tautlink berikut untuk membaca kelanjutan School 2017 sinopsis episode 5.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis School 2017 Episode 4 – Sebuah Pertemuan

0 komentar:

Post a Comment