Monday, July 24, 2017

Sinopsis School 2017 Episode 3 – Curigai Temanmu

Raja Sinopsis – Di aula, di depan para guru, anggota komite sekolah, dan teman-temannya, Eun Ho bersiap menerima hukumannya. Sebuah drone dengan wajah Pak Kepsek Jin mengganggu vonis tersebut. Baru Eun Ho dipercayai bukan pelaku pengrusakan kantor guru.

Siapakah orang itu?

Di bagian akhir sinopsis School 2017 episode 2, kita tahu Eun Ho menemukan catatan di lokernya yang memberitahu jika Dae Hwi dan Tae Woon tidak ada di TKP sewaktu kejadian. Kecurigaan pun mengarah pada dua siswa tersebut. Benarkah salah satu diantara mereka pelakunya? Atau justru mereka bekerjsama? Baca kelanjutannya dalam School 2017 Ep 3

Sinopsis School 2017 Episode 3 – Curigai Temanmu

Pak Guru Koo menemukan gudang yang terdapat peralatan pria bertudung.

Pak Guru Myung dan Ibu Polwan Ji melihat seorang bertudung sedang menempeli pernak-pernik lucu dan mencorat-coret mobil Pak Kepsek. Mereka berjalan berjingkat demi bisa meringkusnya. Sialnya Pak Guru Myung menginjak kaleng, sehingga pria bertudung itu lari tunggang langgang. Dengan sepatu high-heels Ibu Polwan Ji sigap mengejar. Pak Guru Myung tak ketinggalan lari membuntuti.

*

Eun Ho dan Sa Rang keluar sekolah barengan, sembari chit-chat tentang kelakuan petinggi sekolah yang belum membersihkan nama Eun Ho padahal sudah jelas terbukti Eun Ho bukanlah pelakunya. Keduanya pamitan di parkiran sepeda.

Eun Ho tengah berniat mengambil sepedanya ketika tiba-tiba terdengar suara pekikan Pak Guru Myung menyuruh pria bertudung berhenti. Eun Ho menoleh ke asal suara, lalu pria bertudung lari melintas dan segera naik ke tangga. Pak Guru Myung dan Ibu Polwan Ji membuntutinya. Eun Ho memutuskan ikut mengejar.


Mendadak pria bertudung jatuh, setelah ditabrak oleh Pak Guru Olahraga. Dan itulah akhir pelarian pria bertudung.

*

Pak Kepsek marah-marah karena pria bertudung mengaku bahwa dirinya meniru aksi pelaku yang dinilainya keren. Rupanya pria bertudung adalah salah satu siswa SMA Geumdo. Ibu Polwan Ji membenarkan pernyataan itu, karena siswa itu bersama teman-temannya ketika insiden drone terjadi.


Tak lama kemudian Pak Guru Koo membawa seorang bertudung lainnya. Dia menangkapnya sewaktu siswa tersebut hendak melempar telur di kantin. Ketika ditanyai, siswa itu juga mengaku hanya meniru aksi pelaku. Pak Kepsek jelas makin jengkel. Dia mengurangi poin keduanya.

Pak Kepsek menerima telpon dari Pak Direktur Hyun, dan berjanji akan menemui Pak Direktur segera. Kekesalannya makin menjadi-jadi. Dia memerintahkan semua orang keluar dari ruangannya.

*


Dae Hwi masuk ke kelas untuk memberitahu Eun Ho kalau Pak Kepsek memintanya bertemu. Kenapa? Pak Kepsek rupanya menyuruh Eun Ho menangkap X.

Detik berikutnya kita melihat Pak Kepsek melakukan siaran yang intinya meminta anak-anak muridnya menjadi “cepu”-nya. Dia berjanji akan memberikan 5 poin tambahan setiap memberikan laporan. Lebih jauh lagi, dia akan mengumumkan total poin yang didapat tiap murid. Dan sepuluh murid terbawah akan berada di bawah pantauannya. Jika terbukti murid itu terlalu sering menerima pengurangan nilai, maka sekolah akan memberikan skorsing bahkan pengeluaran sepihak.

Anak-anak minta pendapat Dae Hwi soal aturan tersebut. Dae Hwi berujar, “Ya sudah, kita jangan saling melaporkan.” Ketika itu salah seorang temannya menimpali, “Bagaimana bisa aku percaya itu?”

Eun Ho merasa bersalah karena muncul aturan “cepu” tersebut. Dia kebingungan, bagaimana bisa kuliah jika poinnya dikurangi terus?

*

Seorang admin bagian penerimaan Univ. Hanguk meyakinkan Eun Ho bahwa Eun Ho masih bisa Univ. Hanguk dengan syarat: masuk tiga besar kontes webtoon dan menyantumkan nilai sekolah sekalian portofolio.

Mata Sa Rang membelalak. Dia menjelaskan Eun Ho berada di level 6, yang artinya dia berada di urutan 280 di sekolah. Dia bertanya apakah masih tetap bisa jika poinnya lebih sedikit dari ketentuan? “Itu bisa jadi masalah sih,” tutur admin.

Mendengar itu, semangat Eun Ho terpompa. Dia berjanji akan menambah poinnya dengan menangkap si X, sehingga dirinya bisa masuk Univ. Hanguk tanpa ganjalan berarti.

*

Eun Ho menjejeri Kyung Woo yang sedang jalan santai di taman sekolah. Dia bertanya ulang tentang apakah Kyung Woo melihat X atau tidak? Kyung Woo memastikan tidak melihat X, lalu bertanya kenapa Eun Ho memburu si X – biar bagaimanapun kan X membantu Eun Ho, setidaknya mengurangi hukuman Eun Ho? Eun Ho merasa hidupnya di ujung tanduk jika tak bisa kuliah nanti. Bisa-bisa masa depannya berakhir sebelum waktunya.

Eun Ho minta pendapat Kyung Woo soal X. Apakah X sedang mengerjainya? Kyung Woo menggeleng. Dia yakin X pasti kebingungan, masalah yang ditimbulkannya berkembang sejauh ini. Dia pergi meninggalkan Eun Ho.

*


Lalu kita kembali ke adegan terakhir di episode sebelumnya (bisa dibaca di School 2017 synopsis episode 2), dimana Eun Ho membuka loker miliknya di kelas dan menemukan catatan berisi info bahwa Dae Hwi dan Tae Woon tidak di TKP waktu insiden drone.

Bersamaan dengan itu, Dae Hwi dan Tae Woon pun muncul. Eun Ho gugup, tapi berusaha terlihat normal. Saat itu Dae Hwi dan Tae Woon terlihat tengah perang dingin. Keduanya saling sindir.

*

Eun Ho menemui Pak Guru Myung untuk minta info soal siapa murid yang masih di kelas waktu kejadian pengrusakan kantor guru. Pak Guru Myung mengaku mengizinkan Dae Hwi yang ingin mengambil spanduk milad sekolah dan Tae Woon yang berada di UKS karena tak enak bodi.

*

Dae Hwi berjalan melintas di depan Kyung Woo sembari menanyakan perkembangan lagu yang ditulisnya. Kyung Woo malah mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa X sengaja menerbangkan drone demi membersihkan nama Eun Ho. Dae Hwi gugup, dan tampak berusaha tetap tenang. “Bagaimana dengan spanduknya?” tanya Kyung Woo lagi, “Spanduk milad sekolah.” Dae Hwi menganggap hasilnya bagus.

*

Eun Ho menatap sketsa buatannya. Tae Woon muncul dan menanyakan siapa pelakunya? Eun Ho menjawab X, dia berkomentar kalau itu ide yang orisinal.

Ketika Eun Ho bertanya apakah X menerbangkan drone demi menyelamatkannya? Tae Woon membaliknya dengan ledekan bahwa X tak mungkin mau dikait-kaitkan dengan murid seperti Eun Ho.

*

Eun Ho menatap sketsa buatannya. Tae Woon muncul dan menanyakan siapa pelakunya? Eun Ho menjawab X, dia berkomentar kalau itu ide yang orisinal.

Ketika Eun Ho bertanya apakah X menerbangkan drone demi menyelamatkannya? Tae Woon membaliknya dengan ledekan bahwa X tak mungkin mau dikait-kaitkan dengan murid seperti Eun Ho.

*

Eun Ho memberikan catatan yang ditemukannya di loker kepada Sa Rang. Sontak Sa Rang berteriak, menyebutkan kalau Dae Hwi dan Tae Woon adalah pelakunya. Eun Ho memukul perut Sa Rang untuk membuatnya diam.

Sa Rang tidak percaya Dae Hwi atau Tae Woon pelakunya. Dae Hwi kan dikenal sebagai bintang SMA Geumdo. Sedangkan Tae Woon kan anak Direktur Hyun. Kenapa juga mereka berdua harus membuat kekacauan di sekolah?

Eun Ho berpikir kalau orang yang menulis catatan adalah si X, yang sengaja mengarahkan tuduhan pada Dae Hwi dan Tae Woon.

*

Meski begitu, tampaknya dia membicarakan temuannya ini pada keluarganya saat makan malam. Abangnya yang pengangguran menyimpulkan Tae Woon adalah X. Hanya orang kaya saja yang bisa menerbangkan drone. Mamanya menyimpulkan sebaliknya. Dia berpikir siswa berprestasi bisa juga adalah X untuk mengatasi kebosanan.

*

Keesokannya, Eun Ho melihat Tae Woon masuk ke kantor Pak Kepsek. Dia ingat omongan abangnya semalam, lalu memutuskan masuk ke dalam. Tak ada siapapun di dalam. Dari luar terdengar suara Pak Kepsek mengeluhkan HP-nya yang ketinggalan. Sontak Eun Ho kebingungan. Tae Woon muncul dan menarik Eun Ho ke sudut ruangan.

Makanya begitu Pak Kepsek masuk mereka berdua tak terlihat. Sebenarnya Pak Kepsek melihat bayangan mereka, tapi bersin membuatnya melupakan itu dan memilih keluar.

Tae Woon melepaskan bekapannya di mulut Eun Ho. Segera Eun Ho bertanya kenapa Tae Woon ke kantor Pak Kepsek? Tae Woon berdalih disuruh Papanya dan balik menanyakan Eun Ho, membuat Eun Ho kebingungan menjawab apa.

*

Begitu Tae Woon dan Eun Ho keluar kantor guru, Pak Kepsek dan Pak Wakil Kepsek kembali. Mereka kaget. Pak Wakil Kepsek menanyakan apa yang dilakukan Tae Woon dan Eun Ho di kantor Pak Kepsek? Tae Woon menjawab disuruh Papanya dan menyebutkan kalau Eun Ho hanya mengikutinya.

Pak Wakil Kepsek mengingatkan Eun Ho agar berhati-hati. Sebab cap antek X belum hilang dari Eun Ho. Tae Woon membela Eun Ho dengan menyatakan bahwa Eun Ho yang bod*h tidak mungkin menjadi antek X. “Aku pasti akan mengatakan semua pada ayahku,” katanya kemudian pergi.

*

Eun Ho memarahi Tae Woon karena menyebutnya bod*h. Tae Woon berdalih hal itu hanyalah upayanya menyelamatkan Eun Ho yang sudah masuk kantor Kepsek tanpa izin.

Bersama Pak Wakil Kepsek Deok, Pak Kepsek Jin memikirkan kata-kata Tae Woon: “Aku pasti akan mengatakan semua pada ayahku.” Dia takut jabatannya dicopot. Itulah kenapa dia mengajak Pak Wakil Kepsek Deok menjebak X.

*

Pak Guru Myung sebal harus menghitung poin siswa. Dia mengungkapkan ketidaksukaannya pada sistem itu, lalu berlagak menjadi guru-guru lainnya mengomentari ketidaksukaannya. Tidak lama kemudian, Pak Guru Koo terbangun dari tidurnya. Pak Guru Myung kaget karena Pak Guru Koo belum pulang.

*

Total poin diumumkan. Ada yang mendapat poin tambahan, ada yang poinnya dikurangi. Dae Hwi si murid sempurna pun terkurangi poinnya. Hee Chan yang mengadukannya atas anjuran Mamanya. Itu dilakukan demi bisa merebut posisi Dae Hwi. Bit Na yang mendapati poinnya turun tampak meluapkan kekesalannya.

Salah seorang siswa menemui Pak Guru Myung untuk menanyakan alasan poinnya turun. Pak Guru Myung menunjukkan foto siswa itu sedang merok*k. Murid itu pergi tanpa protes lebih banyak. Seperginya murid itu, Pak Guru Myung berkomentar aturan baru membikin para murid saling tuding tak percaya.

*

Murid yang tadi menemui Pak Guru Myung mendatangi temannya. Dia menuding temannya itulah yang telah melaporkan dirinya. Tentu saja temannya mengelak. Mereka hampir saja saling baku hantam jika Dae Hwi tak memisahkan. Bit Na pura-pura selfie, padahal memotret kelakuan mereka.

Eun Ho menghela napas. Dia berpendapat pada Sa Rang bahwa sekolahan makin kacau. Dia pun membayangkan cerita hasil imajinasinya sendiri.

*

Eun Ho menatap sketsa buatannya, Sa Rang terus-menerus memuji idol bernama Issue yang ada di majalah. Teman sekelas Eun Ho menghampiri, mengajaknya mencabut rumput bersama sebagai bagian dari cara menaikkan poin.

Ketika mereka berdua sedang asyik mencabuti rumput, Dae Hwi muncul membawakan minuman isotop. Hal itu membuat Eun Ho menaruh curiga, dan teman yang mencabuti rumput membela Dae Hwi dengan mengatakan mereka teman dekat. Dae Hwi berjanji akan menginformasikan jika ada cara menaikkan poin Eun Ho dan temannya itu.

*

Eun Ho membacakan puisi buatannya di kelas Pak Guru Koo. Dalam puisi, dia menuliskan bagaimana seorang X memberinya banyak kesulitan dalam menjalani hari-hari.

Usai kelas Pak Guru Koo, Pak Guru Myung datang memberikan kunci kantor pada Dae Hwi. Itu membuat Eun Ho curiga. Dae Hwi berdalih kunci itu diberikan karena dia adalah ketua OSIS – wakil ketua OSIS juga dapat.

Untuk menuntaskan rasa curiganya, Eun Ho mengikuti Dae Hwi yang pergi ke suatu tempat. Eh, dia kecele waktu melihat Dae Hwi ternyata menemui Nam Joo. Saat Nam Joo mau mencium Dae Hwi, Tae Woon muncul sehingga Eun Ho ngibrit. Dae Hwi menolak dicium Nam Joo, meskipun dirinya sangat menyukai apa yang ada dalam diri Nam Joo. Demi mengurangi kekesalan Nam Joo, akhirnya Dae Hwi memutuskan mengecup kening Nam Joo saja.

Eun Ho bertanya apa Tae Woon pernah ciuman. Tentu saja, Tae Woon mengiyakan dan membalik pertanyaan: apa Eun Ho mau ciuman sama Dae Hwi? Eun Ho kesal dengan pertanyaan itu dan menjawab asal-asalan.

*

Eun Ho sibuk menggambar di kamar. Papa-Mama-Abang keluar masuk memberikan minuman-makanan-uang.

*

Kyung Woo mendekati Sa Rang yang asyik nonton Issue di Youtube sambil nunggu bis datang. Dia berkomentar Issue jelek – nyanyi dan nge-dance-nya tak sesuai irama. Tentu saja, Sa Rang marah. Setidaknya Issue masih lebih terkenal dibandingkan Kyung Woo.

*

Sa Rang memijat Eun Ho yang bersiap mengikuti kontes webtoon. Dia sendiri mengaku bersiap ujian CPNS.

Pak Guru Myung masuk dan memperkenalkan siswa pindahan. Siswa itu bernama Kang Hyun Il (Issue), idol yang diidolakan Sa Rang. Wuah, Sa Rang kesengsem berat.

*

Saat mengambil sepeda di parkiran, Eun Ho kesal menemukan ban sepedanya kempes. Untung Tae Woon lewat. Segera Eun Ho merayu Tae Woon, minta diboncengi ke Univ. Hanguk. Dia tak boleh telat. Tae Woon minta Eun Ho mengemis padanya dulu dengan memanggilnya “Tuan”.

Mereka tiba di Univ. Hanguk. Setelah mengucapkan terima kasih, Eun Ho turun dan ngibrit ke dalam tanpa melepas helm.

*

Bit Na minta Pak Guru Myung menginformasikan siapa murid yang telah melaporkannya. Pak Guru Myung menolak. Eh Ibu Guru Ran njeplak kalau biang kerok yang membuat Pak Kepsek menerapkan sistem poin adalah Eun Ho.

Bit Na kembali ke kelas dan langsung mendamprat Eun Ho. Anak-anak lain lalu ikut-ikutan menyalahkan Eun Ho. Dae Hwi berusaha jadi pahlawan dengan membela Eun Ho.

*

Tiga kakak kelas mendatangi Eun Ho. Dia menyalahkan Eun Ho atas sistem poin, lalu salah seorang dari mereka mengambil buku sketsa Eun Ho. Dan Tae Woon merebutnya kembali. Ketiganya siap menghajar Tae Woon, tapi Tae Woon lebih sigap dan mengancam akan mengeluarkan mereka bertiga jika mereka memukulinya. Sebab dia adalah putra Direktur Hyun.

*

Eun Ho kembali ke kelas dan menemukan buku sketsanya di loker dalam keadaan basah. Dia menatap teman-temannya, tapi tak berani menuding salah satu di antara mereka sebagai pelakunya. Bit Na tersenyum sinis menatap Eun Ho.

Eun Ho keluar dari kelasnya untuk menemui Pak Kepsek. Dia berjanji akan menangkap X dan meminta Pak Kepsek menaikkan poinnya. Pak Kepsek berjanji takkan mengingkarinya.

*

Eun Ho bertemu dengan Tae Woon di parkiran. Karena suasana hatinya sedang kesal, dia malah mengatakan enggan berucap terima kasih dan akan menangkap X dengan tangan sendiri.

*

Tae Woon pergi ke suatu tempat. Dia menatap jam tangannya, lalu teringat persahabatannya dengan Joong Il dan Dae Hwi. Kilas balik pun melintas, dimana mereka bertiga memakai jam tangan yang sama. Tae Woon dan Joong Il memiliki hobi sama: balapan. Dan ketika mereka berdua melakukan kebut-kebutan di jalanan Korea terjadilah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Joong Il. Mungkin itulah kenapa hubungan Tae Woon dan Dae Hwi terlihat kaku.

Eun Ho meletakkan buket bunga di tengah jalan dekat traffic light. Dae Hwi sendiri membaca berita tentang kecelakaan maut yang dialami temannya. Itu membuatnya menangis. Dia menatap jam tangan yang sama dengan Tae Woon.

*

Tae Woon memarkir motornya. Papanya menghampiri, tak suka melihat putranya mengendarai motor balap. Tae Woon berdalih bahwa dirinya melakukan itu demi menarik perhatian.

*

Di kelas, Tae Woon menemukan jam tangannya hancur. Dia mengamuk. Dae Hwi meladeni amukan Tae Woon, dan menyuruh teman-teman lainnya pergi. Dia memancing emosi Tae Woon dengan mengatakan bahwa “sampah” itu takkan membuat dosa Tae Woon lenyap.

Ucapan Dae Hwi membuat pitam Tae Woon naik. Dia melontarkan tinjunya ke arah Dae Hwi. Sementara itu Dae Hwi tak mau ketinggalan. Dia juga mengarahkan tinjunya pada Tae Woon. Eun Ho memutuskan kembali ke kelas. Dia kaget menemukan Tae Woon dan Dae Hwi penuh luka lebam.

Ikuti tautlink berikut untuk membaca kelanjutan School 2017 sinopsis episode 4.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis School 2017 Episode 3 – Curigai Temanmu

0 komentar:

Post a Comment