Thursday, July 20, 2017

Sinopsis School 2017 Episode 2 – Orang yang Tak Bersalah

Raja Sinopsis – Di adegan terakhir School 2017 KBS 2 ep 1, yang telah kita ringkas dalam sinopsis School episode 1, diceritakan jika Eun Ho memutuskan untuk masuk ke dalam kantor guru. Itu dilakukannya demi mendapatkan kembali buku gambar webtoonnya yang diambil Pak Guru Koo. Alih-alih menemukan buku gambarnya, di ruang guru, dia justru menemukan seorang pria bertudung yang tengah menghancurkan ruang tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Baca kelanjutannya dalam sinopsis School 2017 episode 2.

Sinopsis School Ep 2


Sinopsis School 2017 episode 2

Pria bertudung kaget melihat Eun Ho. Dia melemparkan botol ke tong, sehingga api makin besar. Eun Ho ketakutan dan spontan melindungi dirinya. Kemudian pria bertudung itu mengambil kursi untuk memecahkan kaca jendela dan kabur. Tak sengaja pria bertudung tergores kaca jendela dan menyisakan sedikit darahnya di sana. Eun Ho coba mengejar tapi tak berani melewati jendela.

Tiba-tiba lampu menyala. Pak Guru Koo dan beberapa satgas muncul. Mereka kaget menemukan Eun Ho.

*

Keesokan paginya, Eun Ho mengekori langkah Pak Guru Koo menuju kantor. Berita tentang insiden penghancuran kantor guru telah menyebar. Anak-anak murid lainnya percaya tidak percaya Eun Ho bisa melakukan tindakan segila itu, termasuk Dae Hwi dan Tae Woon.

*

Eun Ho disidang di depan dewan guru. Dia dituding melakukan pengrusakan kantor guru. Tentu saja, dia menyangkal tudingan itu. Dia menegaskan tujuannya datang ke kantor guru malam-malam untuk mengambil buku gambar webtoon-nya. Namun apa daya, fakta bahwa dirinya berada di TKP malam itu tak bisa dibantah begitu saja.

Pak Guru Koo memberikan dua pilihan kepada Eun Ho: membuat pengakuan atau dikeluarkan!

*

Di ruang Pak Guru Myung mencoba menenangkan Eun Ho yang terlihat sedih sekaligus kesal. Dia yakin Eun Ho bukanlah murid yang bisa melakukan hal segila itu sendirian. Eun Ho menatap Pak Guru Myung sambil bertanya, “Kenapa anda tak mengatakan itu tadi?” Pak Guru Myung kebingungan mencari jawabannya.

*

Pak Guru Myung bicara pada Pak Guru Koo menegaskan Eun Ho bukanlah pelakunya. Pak Guru Koo membalik penegasan itu, “Guru bukan pelayan publik... Bagaimana kau bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah? Itu adalah hal yang tidak akan bisa kau lakukan dengan baik.”

*

Eun Ho membasuh mukanya di wastafel lapangan sekolah. Air mukanya masih menunjukkan kekesalan atas hukuman DO yang akan diterimanya. Tae Woon tiba-tiba berdiri di depannya. Dia percaya Eun Ho bukanlah pelakunya, tetapi seseorang yang jauh lebih pintar. Eun Ho memoyongkan bibir. “Ngaca dong!” omelnya.

Tae Woon mengajak Eun Ho minum es lemonade bersama. Eun Ho menolak, sehingga Tae Woon buru-buru berkelit, “Siapa yang mau minum denganmu? Cobalah minum es lemonade. Aku tahu kau sering minum itu.” Eun Ho enggan membalas Tae Woon dan membasuh mukanya kembali. Begitu selesai, dia menemukan sebotol lemonade.

*

Para murid membicarakan apa yang Eun Ho lakukan. Mereka senang, karena dengan begitu ujian akhirnya menjadi tertunda. Nam Joo mencibir jika dirinya tak yakin Eun Ho punya nyali merusak kantor. “Kau mana pernah tahu. Kalau cuma melihat penampilan luar seseorang saja,” komen Dae Hwi.

“Seperti kau?” timpal Kyung Woo yang sedang bermain gitar sendirian “Cobalah lebih jujur pada dirimu sendiri.”

*

Di ruang kelas, Hee Chan bertanya-tanya apa insiden pengrusakan kantor guru akan membawa dampak baik atau buruk pada mereka? Ada yang berpendapat baik, karena kertas ujian sudah terbakar. Ada yang berpendapat buruk, karena pihak sekolah akan memperketat penjagaan.

Di sisi lain Hee Chan dkk., Sa Rang bertanya pada Eun Ho yang terlihat sibuk menggambar, “Dalam keadaan seperti ini, kau masih bisa menggambar?” Tentu saja. Eun Ho berjanji akan semakin rajin menggambar supaya bisa menang lomba dan masuk Univ. Hanguk. Dia juga takkan keluar sekolah.

*

Beberapa saat kemudian dilakukanlah razia kelas dadakan, yang dilakukan Pak Guru Koo, Pak Guru Myung, dan Bu Polisi Soo Ji.

Mereka menemukan barang-barang yang seharusnya tak dibawa ke sekolah, seperti mir*s, alat make-up, majalah pria dewasa, dll. Barang-barang itu disita dan pemiliknya akan dikumpulkan di lapangan sekolah setelah jam pelajaran selesai.

*

Beberapa murid yang barang-barangnya kena razia menyalahkan Eun Ho. Mereka menuding Eun Ho sebagai biang kerok. Eun Ho menegaskan bahwa dirinya bukanlah biang kerok. Young Gun mengangkat tangannya siap menampar Eun Ho. Tae Woon sontak berdiri dari tempat duduknya, sayangnya Dae Hwi sudah lebih dulu menahan tangan Young Gun. Dae Hwi bilang akan memanggil “Malaikat Maut” lagi jika Young Gun tak menahan diri.

Eun Ho tak tahan jika dirinya terus disalahkan. Dia memutuskan bolos. Ketika menemukan rantai sepedanya lepas dari gear-nya, dia terlihat geram dan mulai menangis tak tahu harus melakukan apa. Tak lama kemudian, Tae Woon muncul dan memberikan helm pada Eun Ho.

*

Tae Woon mengajak Eun Ho ke atap sebuah gedung. Dari sana, mereka bisa menatap kota. Tae Woon bertanya apa pentingnya buku gambar itu bagi Eun Ho, sehingga memberanikan Eun Ho masuk ke kantor? “Di dalam buku itu ada impianku,” sahut Eun Ho, lalu berterima kasih pada Tae Woon atas apa yang dilakukannya hari ini. Setidaknya, beban berat di pundaknya sedikit lepas di atap gedung tersebut.

*

Malamnya, Tae Woon mengantar Eun Ho pulang. Sebagai hadiah, Eun Ho memberikan kupon makan ayam gratis di tempatnya. Ketika Tae Woon ngacir pergi, Mamanya Eun Ho muncul dan langsung memarahi Eun Ho karena naik motor.

*

Tae Woon pulang dan menemukan Pak Kepsek ada di rumahnya. Dia berjalan melengos begitu saja, tapi Papanya menyuruhnya memberi salam Pak Kepsek. Tae Woon terpaksa membungkuk. Pak Kepsek menjilat dengan mengatakan kalau Tae Woon adalah siswa kebanggaan SMA Geumdo. Tapi Papa Tae Woon berpikir sebaliknya. Dia menyuruh Pak Kepsek untuk mengeluarkan Tae Woon saja jika membuat ulah.

Tentu saja, Pak Kepsek tidak enak dan minta Papa Tae Woon menyerahkan Tae Woon padanya. Dia justru bilang akan segera mengeluarkan Eun Ho dari sekolahan supaya semua menjadi tenang. Hal itu membuat Tae Woon berang dalam diam. Dia kembali ke luar dan mematahkan spion kanan mobil Pak Kepsek, kemudian pergi dengan motornya.

*

Saat makan malam, Mama Eun Ho berencana memasukkan Eun Ho ke tempat les webtoon dan berniat masuk ke sekolah. Eun Ho tidak mengizinkan Mamanya ke sekolah, sehingga Tae Sik berpikir kalau Eun Ho bikin masalah di sekolah. Eun Ho menyangkal.

*

Di dalam kamar, Eun Ho memikirkan cara membebaskan dirinya dari tuduhan. Karena melihat bibir dan hidung pelaku, dia coba menggambar sketsa yang diingatnya.

*

Keesokannya, dibantu Sa Rang, Eun Ho menghadang murid-murid cowok yang lewat kelasnya. Dia ingin mencari pelaku dengan mencocokkan sketsa buatannya. Dae Hwi dan Tae Woon luput dari pemeriksaan.

Eun Ho menyetop Dae Hwi. Nam Joo yang tengah jalan bersama Dae Hwi marah. Eun Ho meloloskan Dae Hwi. Tak lama Tae Woon muncul. Eun Ho coba mencocokkannya dengan sketsa buatannya. Eh wajah Tae Woon malah maju, seolah-olah ingin menciumnya. Eun Ho kagetlah. Dan Tae Woon berlalu begitu saja.

Sa Rang ragu-ragu pelaku dapat ditemukan dengan metode mencocokkan gambar, dan lagi-lagi meledek soal Eun Ho yang belum pernah ciuman.

*

Pak Guru Myung berdiri di kantor Kepsek untuk menegaskan jika pihak sekolah tidak boleh menghukum Eun Ho yang belum tentu bersalah. Sayangnya begitu Pak Kepsek muncul sambil berteriak memarahi Pak Guru Park dari dalam ruangannya, nyali Pak Guru Myung menciut sebesar kacang kenari. Dia ngibrit kebalik tembok.

Dia tak patah arang membela Eun Ho dengan cara lain. Dia membagi-bagikan petisi pembelaan terhadap Eun Ho kepada para murid. Kecuali Dae Hwi yang berjanji akan ikut tanda tangan, tak ada yang peduli.

*

Di ruang guru, Ibu Guru Ran menasihati Pak Guru Myung supaya berhenti membela Eun Ho. Dia menyuruh Pak Guru Myung melakukan hal sebaliknya, yaitu menghukum murid yang kurang ajar.

*

Di sinopsis School 2017 KBS2 episode 2 kali ini juga ada tentang kasus bully. Topik ini pernah diangkat di drama School 2015. Dan kali ini kasus bullying juga ada. Menimpa seorang murid bernama Bo Ra. Dia dibully tiga sekawan – Young Gun, Hyun Jung, dan satu murid lainnya. Tidak jelas apa sebabnya. Yang jelas mereka bertiga memukuli Bo Ra.

Ibu Polwan Ji muncul menghajar tiga sekawan itu. Pak Guru Myung coba menghentikan aksi anarkis Ibu Polwan Ji. Saat itu Ibu Polwan Ji membela dirinya sendiri, tapi Pak Guru Myung mengancam menghubungi kantor polisi jika Ibu Polwan Ji tidak bekerjasama. Kesal, Ibu Polwan Ji merebut HP Pak Guru Myung dan menjatuhkannya.

Pak Guru Myung melihat buku panduan Bit Na ada di salah satu tangan tiga sekawan. Dia menyuruh mereka mengembalikannya. Young Gun dan dua anteknya setuju mengembalikannya, lalu mereka memaksa Bo Ra mengembalikannya pada Bit Na.

*

Bo Ra terpaksa mau mengembalikan buku Bit Na. Dia bahkan diam saja waktu Bit Na mendamprat dan menyerangnya. Eun Ho berusaha melerai keduanya, tapi justru dia yang terkena amukan Bit Na. Sebagai siswi berpengaruh, Bit Na menghubungi Mamanya.

Tak lama kemudian Mamanya Bit Na datang ke kantor Kepsek, meminta supaya Eun Ho dikeluarkan dari sekolah. Jika tidak, dia mengancam akan mengumpulkan anggota komite. Pak Guru Myung yang datang ke ruang kepsek tetap teguh Eun Ho bukanlah murid nakal. Pak Kepsek menyuruhnya diam dan segera mendisplinkan murid-murid saja.

Akibat berkelahi dengan Bit Na, Bo Ra dan Eun Ho dihadiahi hukuman menulis permintaan maaf. Eun Ho percaya Bo Ra tak mencuri buku Bit Na. Ketika Bo Ra mengungkapkan ketakutannya dikeluarkan dari Geumdo karena miskin dan bodoh, Eun Ho menyemangatinya.

*

Sesuai janji Dae Hwi memberikan petisi yang ditanda tanganinya pada Pak Guru Myung. Dia terlihat khawatir pada Bo Ra dan Eun Ho.

*

Ditemani Pak Guru Myung, Soo Jin mengecek rekaman CCTV dan menyimpulkan pelakunya profesional. Dia ke TKP, lalu menyadari ada darah tertinggal di kaca jendela. Dia yakin itu darah pelaku. Eun Ho juga baru menyadarinya.

*

Eun Ho kembali coba melakukan pengecekan para murid cowok yang sedang main basket. Dia memeriksa bagian pinggang anak-anak cowok, siapa tahu ada yang terluka. Hasilnya nihil.

Eun Ho menghampiri Tae Woon dan ingin mengeceknya. Tae Woon malah berpikir Eun Ho berpikiran m*sum dan melenggang ke wastafel di pinggir lapangan. Di saat itu, dia membuka bajunya dan membasuhnya dengan air. Mendadak dia menutupi tubuhnya dengan kaos yang dikenakannya karena kaget menyadari Eun Ho menatapnya. Ha.

*

Pak Guru Koo datang ke kelas Eun Ho, memberitahu soal pertemuan komite sekolah. Di sisi lain, Mamanya Eun Ho sedang mengendarai motor menuju sekolah – dia membawa banyak kotak makan berisi nasi ayam untuk dibagi-bagikan ke guru-guru Eun Ho.

Begitu tiba di sekolahan, Mamanya Eun Ho kaget banget menerima berita jika Eun Ho akan dikeluarkan. Dia berlutut meminta Pak Guru Koo memikirkannya kembali. Eun Ho menangis, meminta Mamanya tidak mengemis dan menegaskan bahwa dia bukanlah pelakunya.

Eun Ho membuntuti Mamanya keluar sekolah. Mama berbalik dan menyuruh Eun Ho kembali ke sekolah.

*

Pak Kepsek membuang nasi ayam Mama Eun Ho. Pak Guru Koo mengungkapkan keragu-raguannya bahwa pelaku utamanya adalah Eun Ho. Tak ada bukti kuat. Pun begitu, Pak Kepsek menegaskan Eun Ho tetap harus didepak dari SMA Geumdo.

*

Sa Rang yang kasihan pada nasib Eun Ho coba minta tolong pada Tae Woon supaya minta bantuan Papanya Tae Woon. Seperti biasa Tae Woon bersikap masa bodo'.

*

Eun Ho terus-terusan meminta maaf pada Mama sembari mempertegas kembali bahwa dirinya bukanlah pelaku pengrusakan. Dia juga mengungkapkan niatannya menjadi komikus webtoon walau tak lulus SMA. Lagipula, dia tak suka bersekolah di SMA Geumdo yang mendiskriminasi para siswa tidak pintar. Mama membalik ucapan Eun Ho dengan menyuruhnya belajar supaya dihargai guru-guru.

Eun Ho merenungkan semuanya di dalam kamar sendirian.

*

Keesokannya, di sekolah, anggota komite yang ingin mendepak Eun Ho bermunculan. Kemudian, sementara Eun Ho ragu-ragu menulis surat pengunduran diri di dalam kelas, beberapa temannya terlihat asyik bernyanyi diiringi genjrengan gitar Kyung Woo. Eun Ho menghela napas. Dia heran kenapa sekolah selalu “memaksanya” menulis daripada menggambar.

*



Eun Ho memberikan surat pengunduran dirinya di ruang guru. Dia sadar tak memiliki kecakapan akademik, sehingga tak layak bersekolah. Satu hal yang jadi kekecewaannya adalah tak satupun orang dewasa membelanya.

Pada adegan lain, kita melihat Young Gun cs. mengambil (tanpa membayar) barang-barang di toserba yang dijagai Bo Ra. Saat itu Bo Ra diam tak melakukan apapun. Waktu ketiganya keluar, Ibu Guru Ran melihat tapi hanya bisa diam.

Pak Guru Myung heran kenapa pihak sekolah mengeluarkan Eun Ho. Bukankah itu sama saja dengan melepas anak-anak ke dunia yang kejam tanpa persiapan?

*

Pak Guru Myung minum s*ju bersama Papanya Eun Ho. Dia berujar mengeluarkan siswa dari sekolah itu merupakan kesalahan. Papanya Eun Ho berterima kasih kepada Pak Guru Myung karena telah membela Eun Ho. Sebaliknya, Pak Guru Myung menganggap dirinya adalah guru gagal yang layak mati. Papa Eun Ho meminta Pak Guru Myung memikirkan hal seperti itu.

*

Anak-anak dikumpulkan di aula untuk mendengarkan vonis yang akan Eun Ho diterima. Ketika Pak Kepsek baru mau bicara tiba-tiba muncul drone dengan wajah Pak Kepsek di tengah-tengah aula. Semua orang kaget. Kemunculan drone itu sekaligus penegasan jika Eun Ho bukanlah pelaku pengrusakan kantor guru. Tak lama, drone itu kabur. Semua orang mengejarnya sampai keluar aula. Drone terbang tinggi. Pak Guru Koo melihat seseorang dibalik tembok.

Ibu Polwan Ji mengatakan bahwa drone tidak bisa terbang lebih dari 15 menit. Segera Pak Guru Myung dan Ibu Polwan Ji berpencar mengejar drone. Sementara itu, Eun Ho yang kebingungan mengikuti siapa memutuskan mengejar drone dari arah berbeda.

*

Pak Guru Myung-lah yang berhasil mengejar drone sesuai arah perginya. Ketika sampai di lapangan, dia memutuskan berhenti mengejarnya.

Di sisi lain, Eun Ho justru melihat seseorang yang mencurigakan lari ke arah tangga. Dia pun membuntutinya dari tangga ke tangga. Begitu tiba di atap gedung, dia menemukan seseorang itu. Dan orang itu adalah Kyung Woo. “Apa itu kau?” tanyanya. Kyung Woo menggeleng. Dia menegaskan bahwa dirinya ke atap gedung untuk mengambil gitar akustiknya yang memang disimpan di sana.

Eun Ho ikutan turun, begitu Kyung Woo turun. Tampaknya mereka berdua tak menyadari ada seseorang di balik pintu gudang yang terletak di atap gedung tadi.

*

Ibu Polwan Ji menemukan fakta bahwa Pak Guru Myung berhenti mengejar drone tadi. Pak Guru Myung berdalih bahwa dirinya tak bisa tak melakukan sesuatu (untuk Eun Ho).

*

Eun Ho membuka loker miliknya di kelas. Di sana, dia menemukan secarik kertas bertuliskan Dae Hwi dan Tae Woon tidak berada di aula saat drone muncul. Saat itu keduanya muncul ke kelas. Eun Ho menyembunyikan kertas catatan itu dan meremasnya. Dia mencurigai keduanya.

Siapa pelaku sebenarnya?

Ikuti tautlink berikut untuk membaca kelanjutan School 2017 sinopsis episode 3.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis School 2017 Episode 2 – Orang yang Tak Bersalah

0 komentar:

Post a Comment