Tuesday, July 18, 2017

Sinopsis School 2017 Episode 1

Raja Sinopsis – Setelah dua tahun, School 2015, KBS2 melanjutkan serial School lagi dengan mengeluarkan judul School 2017. Topik yang diusung serial School kali ini adalah kekesalan para murid yang selalu disodori ujian dan nilai. School 2017 tayang tiap Senin dan Selasa jam 10 malam waktu Korea. Apakah School 2017 akan sesukses serial-serial School sebelumnya? Entahlah. Yang jelas, Rajasinopsis.com akan menuliskan sinopsisnya. Inilah sinopsis School 2017 Episode 1.

Sinopsis School 2017 Ep 1


Sebuah ruang kelas terlihat hening. Semua murid di kelas itu fokus terhadap satu hal: kertas ujian yang tengah mereka hadapi. Pak Guru pengawas terlihat galak mengawasi jalannya ujian. Lalu, terdengar suara seorang murid perempuan, “Ujian. Kita semua bisa bayangkan hal yang sama dalam situasi mencekik ini. Kami berharap dunia berakhir supaya kami bisa berhenti ikut ujian ini.”

Semua bergerak slow-motion. Pensil 2B yang jatuh, Pak Guru Pengawas yang mondar-mandir, lalu... alat pemadam kebakaran yang ditanam di atas plafon pun mengeluarkan air. Murid perempuan melanjutkan kata-katanya, “Dan khayalan salah satu dari kami jadi kenyataan. Kehidupan biasaku sebagai remaja usia 18 tahun mulai jadi tak terduga.

*


Lima hari sebelumnya, para murid berlarian menuju kantin untuk mendapatkan jatah makan siang. Ra Eun Ho (KIM SE JUNG) dan Oh Sa Rang (PARK SE WANG) berdiri di posisi satu-dua antrian. Sayangnya mereka berdua tidak bisa langsung masuk, karena antrian didasarkan pada peringkat di kelas – satu sampai sepuluh, sebelas sampai dua puluh, dst. Song Dae Hwi (JANG DONG YOON) dan anak-anak pintar lainnya berjalan melewati Eun Ho dan Sa Rang dengan senyuman, membuat Eun Ho dan Sa Rang kesal karena keduanya berada di peringkat bawah di kelas.

Akhirnya, Eun Ho dan Sa Rang makin mendekat ke tempat display menu kantin. Mereka bisa melihat menu yang dihidangkan kantin hari itu. Tiba-tiba, Hyun Tae Woon (KIM JUNG HYUN) muncul dan menyelak antrian. Tak ada yang berani bersuara ketika itu, termasuk Pak Guru, karena status Papanya Tae Woon yang menjabat sebagai direktur sekolah. Bahkan, Tae Woon diberi bonus telur.

*


Ketika jam sekolah masih berlangsung, Eun Ho keluar kelas dan menyuruh Sa Rang melemparkan tasnya melalui jendela. Dia mau bolos. Sa Rang lupa menutup tas Eun Ho, sehingga ketika melempar tas Eun Ho isinya berantakan kemana-mana. “Sialan kau!” pekik Eun Ho pelan-pelan, sambil memunguti semua isi tasnya. Saat itu Dae Hwi muncul dan segera membantu Eun Ho.

*

Pak Guru Mentor memberikan topik lomba esai dari Univ. Hanguk kepada Dae Hwi sembari mengingatkan untuk tetap berusaha keras agar masuk di Univ. Seoul.

*


Ketika Eun Ho mengambil sepedanya di parkiran, Tae Woon muncul. Keduanya bolos. Tae Woon meledek Eun Ho yang terlihat sibuk berdandan, membuat Eun Ho memuji dirinya yang cantik.

Tae Woon tak menggubris apa yang Eun Ho katakan dan langsung nge-gas motornya. Eun Ho pun cepat-cepat nge-gowes sepedanya supaya tidak ada seorang pun di sekolah yang melihatnya membolos.

Eun Ho terlihat riang nge-gowes sepedanya. Perjalanannya terganggu tatkala dua pengendara motor, yang mengejar Tae Woon, menyerempetnya. Tae Woon yang menyadari Eun Ho terjatuh berbalik arah menghampiri Eun Ho. Dia menyuruh Eun Ho cepat naik ke bangku penumpang. Segera setelah Eun Ho naik, dia nge-gas lagi menghadapi dua pengendara motor yang mengejarnya. Begitu motornya hendak bertabrakan, dia mengangkat roda depannya dan berjalan dengan roda belakangnya saja. Dua pengendara motor pengejarnya terjatuh.

*

Tae Woon menurunkan Eun Ho di suatu tempat. Begitu turun, Eun Ho mendapat telpon dari seseorang. Pembicaraan Eun Ho dan temannya ditelpon tak sengaja didengar Tae Woon, yang curiga jika Eun Ho melakukan sesuatu yang terlarang. “Berapa banyak kau dibayar dengan memakai seragam ini?” tanya Tae Woon.

“Zaman sekarang, mereka suka remaja berseragam,” timpal Eun Ho. Jawaban itu Tae Woon makin berpikir yang tidak-tidak.

*


Padahal Eun Ho menemui seorang pemuda pujaan hatinya. Nama pemuda itu adalah Jong Geun. Seorang mahasiswa Univ. Hanguk. Eun Ho datang untuk menunjukkan kemampuannya menggambar.

Melihat gambar-gambar buatan Eun Ho, Jong Geun memberikan semangat. Dia yakin jika Eun Ho rajin belajar bisa masuk Univ. Hanguk juga seperti dirinya. Eun Ho tersipu malu dan bicara lebih kalem dibanding biasanya. Dia berjanji akan giat belajar. “Ngomong-ngomong, kau peringkat berapa di sekolah?” tanya Jong Geun. Eun Ho hanya menjawab bahwa peringkatnya akhir-akhir ini naik – 10 poin, hahaha.

Tae Woon datang. Dia meninju wajah Jong Geun, karena mengencani Eun Ho yang masih dibawah umur. Eun Ho menghentikan perkelahian itu dengan berdiri di tengah-tengah Tae Woon dan Jong Geun.

Eun Ho mengkritisi Tae Woon yang tadi meninju Jong Geun. Tae Woon cuek. Dia pergi naik motor setelah mengingatkan soal sepeda.

*

Eun Ho menuntun sepedanya yang rusak. Saat itu, Jong Geun mengirimi pesan bahwa dirinya yang baik-baik saja setelah ditonjok Tae Woon. Hal tersebut membuat Eun Ho ngayal Jong Geun ingin memacarinya.

*


Para murid berkerumun di depan papan pengumuman untuk melihat hasil ujian. Seperti biasa, peringkat pertama diduduki oleh Dae Hwi. Eun Ho yang tahu posisinya ada di tempat terakhir hanya melihat dari kejauhan saja.

*

Pak Guru mengingatkan anak-anak di kelas Eun Ho untuk tidak tertekan dengan ujian-ujian yang akan dihadapi. Semua anak mengeluhkan banyak ujian yang harus mereka lakukan, terlebih hasilnya dipampang di papan pengumuman.

Seperginya Pak Guru, Yoon Kyung Woo memainkan gitar. Bit Na mendadak kesal karena buku catatannya ada mengambil. Hwang Young Gun tersinggung dengan tudingan Bit Na. Mereka pun jambak-jambakan diiringi gitar Kyung Woo.

*


Di ruang guru, semua guru wali kelas berkumpul mendengar ocehan Do Jin yang ingin menaikkan peringkat para murid dengan ujian-ujian. Para guru wali kelas sebenarnya juga tidak suka ide Do Jin, tapi tak ada yang berani bersuara. Begitu rapat para guru selesai, semuanya langsung segera bubar dan Pak Guru Shim mendapat perintah menempelkan grafik peringkat murid SMA Geumdo dari ujian ke ujian.

Direktur Hyun Kang Woo senang melihat indeks prestasi yang dipampang di papan pengumuman sekolahan. Tapi begitu matanya melihat Tae Woon berada di urutan 288, senyum di wajahnya mendadak hilang.

*


Di jam pelajaran, Eun Ho ngobrol dengan Sa Rang. Dia curhat tentang cita-citanya masuk ke Univ. Hanguk supaya bisa menjadi pacarnya Jong Geung. Pak Guru Young Koo yang melihat kasak-kusuk itu segera menegur Eun Ho. Dia mengatakan bahwa murid yang berada di level 6 (peringkat bawah) tidak layak diajak bicara, bahkan tak layak dijadikan makanan anj*ng. Uh, sarkas betul! Sa Rang mencoba menguatkan hati Eun Ho soal kata-kata Pak Guru Young Koo tersebut.

Di luar kelas, Dae Hwi yang sedang bersama Nam Joo menghampiri Eun Hoo. Dia memberitahu bahwa ada satu cara mudah yang bisa ditempuh Eun Ho untuk bisa masuk ke Univ. Hanguk. Caranya ada memenangkan sebuah kompetisi menggambar webtoon yang digelar Univ. Hanguk. Informasi itu tentu saja membuat Eun Hoo senang. Dia, yang memang suka menggambar, berniat memenangkan kompetisi tersebut.

*

Eun Ho membayangkan dirinya sudah masuk ke Jurusan Seni Univ. Hanguk. Ketika dia sedang melukis, Jong Geun muncul untuk menyatakan cinta yang pelan-pelan mendekatkan wajah untuk mencium dirinya. Entah kenapa, tiba-tiba Jong Geun malah mengambil pulpen dan menggambar titik di wajah Eun Ho.


Eun Ho kembali pada kesadarannya, karena Tae Woon muncul dan mengganggunya. Oh rupanya Eun Ho sedang membayangkan salah satu adegan dalam plot webtoon miliknya. Tae Woon mengambil gambar dari tangan Eun Ho sebagai bahan olok-olokan.

Alhasil, olok-olokan Tae Won justru membuat Eun Ho punya ide membuat plot cerita webtoon-nya lebih nakal. Sa Rang berkomentar: Bagaimana mungkin Eun Ho bisa membuatnya, toh Eun Ho sendiri belum pernah pacaran apalagi ciuman?

*

Tae Woon tiba di sebuah tempat les. Dia terpaksa ikutan les karena Papanya memerintahkannya menaikkan peringkat kelas. Jika gagal, dia harus siap hidup tanpa fasilitas dari Papa. Dia mendaftar dan bersedia dimasukkan ke kelas manapun. Biar bagaimanapun, dia takkan belajar karena keluarganya kaya-raya.


Disisi lain, Dae Hwi memanfaatkan kemampuannya untuk mengajari Hee Chan dalam perjalanan ke tempat les yang sama dengan Tae Woon. Mamanya Hee Chan senang melihatnya. Sebagai bentuk apresiasi, dia memberikan Dae Hwi uang sepantasnya dengan cara acuh tak acuh.

*

Ketika sampai, Dae Hwi hanya menatap tempat les yang dimasuki Hee Chan dan Mama Hee Chan. Dia pulang dan berpapasan dengan Eun Ho yang sedang bekerja part-time sebagai pembagi brosur. Saat itu, Eun Ho memberitahu Dae Hwi bahwa dirinya melakukan pekerjaan itu demi tablet yang bisa digunakannya menggambar webtoon. Impian itulah yang tidak Dae Hwi miliki. Dia iri.


Dae Hwi pulang ke rumah dan menemukan Mamanya tengah pesta pora minum soj* bersama kedua teman. Segera Mama promo pada kedua temannya bahwa Dae Hwi adalah anak yang irit. Tak perlu buang dana banyak les untuk membuatnya berprestasi. Dae Hwi sendiri memutuskan undur diri dari hadapan ketiganya dan masuk ke kamar untuk membebat jarinya yang terluka sembari memandangi brosur tempat les yang diberikan Eun Ho tadi.

*

Eun Ho meminta Mamanya memasukkan ke kelas webtoon supaya bisa kuliah di Univ. Hanguk. Permintaan itu hanya mendapat cibiran abangnya dan tolakan Mamanya karena ketiadaan dana.

*

Eun Ho membaca novel teenlit sambil memikirkan ujian besok. Mendadak, dia punya ide cerita webtoonnya dan menghubungi Sa Rang, entah untuk apa. Membuat Sa Rang bertanya-tanya kenapa Eun Ho tak belajar untuk ujian besok? Saat ditelpon Eun Ho, Sa Rang sendiri sedang khusyuk nonton acara musik K-Pop.


Keduanya pun chit-chat asyik ditelpon hingga tak terasa waktu telah lama berlalu. Pada akhirnya, Eun Ho pun harus begadang semalaman untuk menerapkan pola belajar SKS (Sistem Kebut Semalam), hahaha.


*

Keesokan harinya, ujian try-out ketiga pun dimulai. Sa Rang malah pergi ke perpustakaan untuk persiapan mengikuti ujian CPNS.


Dan kita pun kembali ke bagian awal episode ini, dimana kelas menjadi hening karena semua murid khusyuk menghadapi soal ujian. Di tengah-tengah ujian terputar-lah lagu K-Pop dan keluar air dari alat pemadam kebarakan di seluruh ruangan. Semua kertas di seluruh ruangan basah. Eun Ho dan teman-temannya melonjak-lonjak kegirangan. Karena dengan begitu ujian ditunda.


*


Do Jin meluapkan kemarahannya di depan para murid. Dia berjanji ujian baru siap digelar seminggu lagi. Ekspresi kemarahan di wajah Do Jin digambar dengan sangat baik oleh Eun Ho, yang tiba-tiba jadi punya ide untuk plot webtoon-nya. Dia menceritakannya pada Sa Rang yang berdiri di sebelahnya dengan suara keras, membuat mata semua orang di dalam ruangannya tertuju ke arahnya. Do Jin dan para guru lainnya geram dengan tingkah acuh tak acuh Eun Ho.

*

Di saat para guru sedang membersihkan kantor guru, Do Jin memperkenalkan Soo Ji yang datang dari kepolisian untuk menyelidiki insiden alat pemadam kebakaran yang bekerja tidak pada waktunya. Dia yakin ada sabotase. Soo Jin berjanji menemukan pembuat onar tersebut.

*


Dae Hwi dan Tae Woon berpapasan. Mereka tampak tidak saling suka dan saling sindir dengan kehidupan masing-masing. Tae Woon mengatakan bahwa anak-anak SMA Geumdo pasti akan kaget jika mengetahui siapa Dae Hwi yang sebenarnya. Dae Hwi pun kesal dengan kata-kata itu.

*


Di jam pelajaran, Eun Ho sibuk menggambar. Pak Guru Young Koo mengetahuinya dan mengambil buku webtoon tersebut. Dia juga melihat Tae Woon memainkan handphonenya dan juga mengambilnya. Dia keluar kelas. Eun Ho dan Tae Woon membuntutinya.

Saat Tae Woon mengatakan jika handphone tersebut hadiah dari Papanya, Young Koo langsung mengembalikannya. Tapi waktu Eun Ho mengemis supaya bukunya dikembalikan, dia menolaknya dan menyuruh Eun Ho mengambil cepat jika punya koneksi yang cukup punya kekuasaan lebih.


Eun Ho minta tolong Tae Woon untuk membantunya mengambilkan buku webtoon buatannya dari tangan Pak Guru Young Koo. Dia berdalih buku itu akan membantunya masuk Univ. Hanguk. Tae Woon menolak, meskipun Eun Ho sudah bersikap manis padanya.


*

Eun Ho gelisah bukunya masih belum ada di tangan. Sa Rang yang melihatnya tak bisa berbuat apa-apa, lebih-lebih dia sedang bersiap menghadapi ujian masuk CPNS.


Tiba-tiba Eun Ho memutuskan masuk ke ruang guru untuk mengambil kembali buku miliknya. Tak disangka tak diduga, dia malah bertemu seorang pria berpakaian misterius. Siapa dia?

Ikuti tautlink berikut untuk membaca kelanjutan School 2017 sinopsis episode 2.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis School 2017 Episode 1

0 komentar:

Post a Comment