Thursday, April 7, 2016

Review Webtoon Indonesia Tahilalats – Baca-Mengerti-Ketawa

Belakangan ini, Rajasinopsis.com lagi gandrung baca webtoons.com. Yang lagi dibaca dan diikuti sih God of High School (Park Yonge). Setelah mengkhatamkan hingga update episode terakhir, Rajasinopsis mencari lagi webtoon bagus yang enak dibaca. Pilih dipilih, dan menerima input dari tetangga sebelah, terpilihlah webtoon indonesia Tahilalats.

Review Webtoon Indonesia Tahilalats – Baca-Mengerti-Ketawa Menurut Rajasinopsis.com

Tahilalats merupakan buah karya Nurfadli Mursyid. Siapa dia?

Siapa Nurfadli Mursyid Itu?

Menurut tetangga Rajasinopsis itu, Nurfadli Mursyid itu adalah komika stand up comedy yang memiliki tahi lalat di dagu sebelah kiri. Itu kenapa komik buatannya itu diberi judul Tahilalats komik strip.

Entah karena kurang info atau bagaimana, Rajasinopsis sama sekali tidak tahu sosok Nurfadli Mursyid ini sebagai komika. Kami pun bertandang ke laman resmi Tahilalats blog untuk mencari tahu siapa sosok Nurfadli Mursyid ini. Di laman ini, kami menemukan sekilas profil tentang sosk Nurfadli Mursyid.

Nurfadli Mursyid, lahir di Parepare tahun 1993. Lulusan Teknik Sipil di salah satu Universitas di Makassar Sulawesi Selatan. Fadli lebih tertarik kedunia desain dan ilustrasi, kini Fadli bekerja sebagai desain grafis di salah satu perusahaan di Jakarta – www.tahilalats.com. 

Sudah sedikit tahu kan tentang siapa dia?

Review Webtoon Indonesia Tahilalats – Baca-Mengerti-Ketawa 

Back to the topic! Begitu membaca kumpulan komik Tahilalats di webtoons.com/id, Rajasinopsis langsung suka dengan Tahilalats ini. Kenapa?

Ciri khas gambaran Tahilalats langsung nancep di otak!

Tidak proporsional, jelek (tidak se-art work Juki atau Nusantara Droid War), kekanak-kanakan (karena warnanya pastel dan memakai brush oil painting) merupakan beberapa ciri khas dari komik strip Tahilalats.

Namun, bukan di situ kekuatan Tahilalats! Poin yang menjadi kekuatan di Tahilalats komik webtoon adalah plot twist-nya yang acap mengejutkan, sehingga ledakan tawa kita sebagai penikmat komik Tahilalats takkan mungkin terelakkan, bahkan setelah membaca berulang-ulang.

Kenapa bisa begitu?

Nurfadli Mursyid menggunakan resep jitu: baca-mengerti-ketawa! Itu saja! Sebagaimana dia mengungkapkannya dalam Ganlob.com. Berikut petikan dari pernyataan sang komikus: “... Intinya baca, mengerti, dan ketawa...”

Selain itu, ada ciri khas lain yang paling menonjol, yaitu penggunaan kata-kata “Anjay”, yang sepertinya mulai digunakan sebagai idiom slang dari kata “Anjir” – aslinya “Anj*ng”. Tapi Rajasinopsis tidak mengartikan “Anjay” sebagai kata “Anjir” (Anj*ng), melainkan sebagai kata-kata yang bermakna shock, kaget, sial, atau tidak terima.

Sejarah Tahilalats Webtoon

Tahilalats tidak langsung serta merta masuk ke webtoons.com/id. Tidak. Ada proses yang harus dilewati. Entah kapan tepatnya Tahilalats muncul. Yang jelas Nurfadli Mursyid mulai membagi-bagikan Tahilalats melalui sosial media – seperti Instagram (2014), facebook, dan blog.

Karyanya itu mulai mendapat perhatian setelah dua fanspage besar, Meme Comic Indonesia dan Dagelan, me-repost karya Tahilalats.

Tahilalats webtoon karya Nurfadli Mursyid merupakan karya ketiga komikus Indonesia yang ditarik ke webtoons.com/id setelah Faza Meonk dengan Juki-nya dan Sweta Kartika dengan Piraku X Piraku-nya.

Untuk membaca kumpulan komik Tahilalats, silakan kunjungi laman: http://tinyurl.com/gpbdfcy atau bisa juga melalui aplikasi webtoon yang tersedia di Google Play atau iOS. (Raja Sinopsis / berbagai sumber)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Review Webtoon Indonesia Tahilalats – Baca-Mengerti-Ketawa

0 komentar:

Post a Comment