Saturday, April 16, 2016

[Cerpen Horor] You're My Mine Part 2

Di cerpen horor anak SMA You're My Mine Part 1, Hana tertarik dengan Joon yang baru saja pindah di sekolahannya. Bagaimana hubungan mereka? Baca terus cerpen horor bersambung ini.

Cerpen Horor Anak SMA "You're My Mine" Part 1, cerpen horor anak sekolah, cerpen horor fantasi.

You're My Mine Part 2

Enam bulan kemudian.

Mungkin aku jadi gadis di sekolahku yang paling berutung, karena mendapatkan Joon. Bagaimana tidak? Di saat cewek-cewek di sekolah ini mengantri menjadi pacarnya, Joon justru mengacuhkan mereka dan lebih memilihku. Aku bahagia? Tentu saja.

Selama dua bulan ini, kujalani hari-hari dengan bahagia. Joon memang tidak seperti cowok-cowok lain yang kukenal. Dia gentleman, penyayang, dan sabar dalam menghadapiku. Karena itu, aku makin mencintainya dan tidak ingin kehilangannya.

Hanya saja…

Hingga kini, Joon masih belum mau mengenalkanku pada keluarganya. Tanda keseriusannya padaku.

“Sayang…” kataku manja.

“Iya, ada apa?” Joon bertanya lembut.

“Selama ini, kita kan sudah jadian, aku sering menceritakan tentang kehidupanku dan keluargaku. Tapi, kamu sama sekali belum membawaku ke rumahmu dan mengenalkanku dengan kedua orang tuamu.”

“Baiklah, mungkin memang sudah saatnya, aku mengenalkanmu pada mereka. Lagian, kamu kan berjanji mau jadi modelku.”

Kata-kata itu menyejukkan hatiku. Jujur saja, aku senang Joon akhirnya mau membawaku ke rumahnya. “Waaah, benarkah? Kapan kalau begitu?” aku bertanya dengan antusias.

“Lusa. Aku jemput kamu di tempat biasa ya.”

“Oke.”

Yang dimaksud tempat biasa bagi kami adalah di Kafe Nusantara. Kami berdua menyenangi tempat itu, karena makanannya cocok dengan lidah kami. Selain itu, ada WiFi juga. Jadi, sembari makan bisa sembari browsing atau sekadar buka YouTube.

You're My Mine Part 2

Sesampainya di rumah Joon, aku celingak-celinguk bak orang kampung. Rumah Joon sangat be… besar. Tidak seperti yang kupikirkan sebelumnya. Sedikit banyak aku malu sekaligus merasa tersanjung. Yeah, jelek-jelek begini, ada orang kaya nan tampan macam Joon yang mencintaiku tulus apa adanya. Sebagai perupa, Joon termasuk produktif karena banyak patung-patung dipajang di sana sini di rumahnya.

“Ini semua hasil karya kamu, Joon?” tanyaku.

“Iya begitulah…” sahut Joon.

Aku kemudian memegang salah satu patung, dan tanganku berminyak. ‘Bukan batu?’ pikirku.

Seolah bisa membaca pikiranku, Joon langsung berkomentar. “Oiya, aku belum memberitahu kamu ya, kalau aku hanya tidak membuat patung dari batu. Semua patung yang kubuat terbuat dari wax.”

“Wax? Apa itu?” aku bertanya tak mengerti.

“Wax itu lilin.”

“Seperti patung lilin di Museum Wax of Madame Tussauds?”

“Tepat.”

Aku menciumi bau wax yang harumnya khas, kemudian lebih memperhatikan patung-patung yang berdiri di dinding rumah. Kebanyakan dari patung itu mengambil model orang Indonesia. Dan, hiii… entahlah, ada rasa bergidik saat aku menatap wajah patung-patung itu, terutama bagian mata. Seolah-olah patung itu hidup, berjiwa.

Seorang pelayan berpakaian tuxedo hitam menghampiri kami. Nama pelayan itu adalah Mang Odjo, demikian Joon memperkenalkannya. Mang Odjo langsung membungkuk memberi hormat padaku bak pelayan bangsawan. “Siap melayani Anda, Nona Hana.”

Mang Odjo mengatakan kepada Joon jika makanan telah tersaji di meja makan. Joon memberi isyarat dengan anggukan. Mang Odjo lantas berlalu dari hadapan kami. Joon mengajakku makan.

Aku bergelayut manja padanya. “Rumah sebesar ini hanya dihuni oleh empat orang saja?” tanyaku.
Joon tersenyum—dengan senyuman janggal yang tidak pernah kulihat sebelumnya. “Sebentar lagi tidak.”

“Eh, maksudnya?”

Joon terkekeh. “Kan sebentar lagi kamu jadi bagian dari rumah ini.”

Gantian aku yang terkekeh. “Oiya, sedari tadi, aku tidak melihat kedua orang tuamu. Kemana mereka? Kapan dikenalkan padaku?”

“Sebentarlah, Sayang. Tenang saja, jangan terburu-buru. Kita makan dulu.”

Baca sambungan cerpen horor anak sekolah “You're My Mine” part 3. (Raja Sinopsis)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : [Cerpen Horor] You're My Mine Part 2

0 komentar:

Post a Comment