Thursday, March 31, 2016

Sinopsis Pure Love Part 1

Sinopsis Pure Love Part 1 – Jam 8.30 malam, dimulailah sebuah acara reguler di radio. Suara penyiar wanita membuka acara itu. Penyiar utama acara reguler tersebut datang terlambat. Meski begitu dia meminta PD acara itu untuk tidak ngomel-ngomel, toh jika disetelkan musik sudah cukup membuat para pendengar senang. “Sejak kapan penyiar tidak melakukan tugasnya dan acara hanya diisi musik saja?” tanya PD acara itu.

Sinopsis Pure Love Part 1

Si penyiar terlihat kalem. Baginya acara musik ya yang harus disetelah adalah musik, toh acara yang dipegangnya bukan variety show. PD mengkritik kinerja si penyiar yang menurunkan performa acara tersebut di mata para advertiser, gara-gara jumlah pendengarnya makin berkurang. “PD Choi sedang bekerja sesuai tugasnya-kah?” tanya si penyiar. Entah apa maksud penyiar, meledek atau apa, PD Choi terdiam.

Sekarang penyiar utama sudah berada di ruang siaran dan sedang membacakan naskah dari penulis.

“Dua napi memandang keluar penjara lewat jendela kecil. Mereka memakai seragam penjara yang sama, sel yang sama, dan... udara yang sama.”

Sinopsis Pure Love Part 1

Pengarah musik memainkan emosi pendengar melalu musikan yang dinaik-turunkan volume-nya. Penyiar lanjut membaca.

“Yang satunya menundukkan kepala menatap tanah berlumpur. Yang satunya lagi menatap bintang-bintang yang bersinar terang di langit gelap. Kalian bagaimana? Apakah kalian melihat tanah lumpur atau bintang?”

Penulis sedikit takjub juga. Dia tak menduga penyiar membaca naskahnya secara detail. Penyiar mengatakan jika ada seseorang yang mengirimkan surat di acaranya. Dia tak menyangka masih ada orang romantis di zaman yang serba cepat dan instan seperti sekarang. Dia membuka suratnya dan membacanya.

“Waktu berlalu. Rasanya baru kemarin kita bertemu. Wajah yang dirindukan. Hari ini, aku sangat merindukan teman lama. Aku berpisah dengan teman lama itu sambil memandangi bintang gemintang. Aku ingin diputarkan lagu yang kudengar di hari perpisahan itu. Jung Soo Ok dari Provinsi Goheung.”

Sinopsis Pure Love Part 1

Penyiar berhenti berkata-kata. Dia seperti termenung. Pengarah musik yang berada di luar ruang siaran segera menyetel musik yang diminta Soo Ok itu. Penyiar kembali pada kesadarannya, dan berkata, “Lagu yang diminta adalah Dust in the Wind dari Kansas.” Suara Lynn Meredith dan Joel Warne pun terdengar merdu. I close my eyes. Only for a moment, and the moment's gone. All my dreams pass before my eyes, a curiosity. Dust in the wind, all they are is dust in the wind. Same old song. Just a drop of a water in an endless sea.

*

Penyiar ingat sebuah kejadian di sebuah tempat di Provinsi Goheung saat musim panas tahun 1991. Sebuah perahu bergerak ke arah pantai. Dua orang yang ada di atas perahu itu melambai untuk membalas lambaian seseorang yang berdiri di tepi pantai. “Gil Ja! Bum Sil!” pekik orang yang berdiri di tepi pantai.

Sinopsis Pure Love Part 1

“Soo Ok! Jung Soo Ok!” teriak wanita yang bernama Gil Ja (Joo Da Young). Pemuda yang bernama Bum Sil (Do Kyung Soo) ikut berteriak memanggil Jung Soo Ok (Kim So Hyun). Belum sempat perahu menepi, Gil Ja dan Bum Sil meloncat ke laut. Begitu pula dengan Soo Ok. Byurrr!

Gil Ja dan Soo Ok bertukar gelang couple. Mereka berpelukan sambil berenang. Seorang pemuda cowok bernama Gae Duk (Lee David) mengomentari mereka bertiga, “Kalian ini, baru juga datang udah langsung main air.”

Sinopsis Pure Love Part 1

“Gae Duk!” Gil Ja memanggil. Tanpa diminta Gae Duk ikutan nyemplung ke laut. Mereka kangen-kangenan dan berakhir dengan main air.

*

Kembali ke ruang siaran. Penyiar tampak bengong. Dia masih mengingat adegan itu dengan sangat jelas. Penulis di luar yang bersama pengarah musik mengirim pesan di komputer, meminta penyiar fokus. Penulis melanjutkan siaran sambil membalas pesan di komputer, minta penulis untuk mencari tahu siapa pengirim surat itu. Penulis langsung pergi untuk memenuhi keinginan penyiar.

Sinopsis Pure Love Part 1

“... Jarang acara berjalan sesuai naskah... Nama pendengar yang barusan mengirimkan ceritanya sangat familiar. Aku sampai terkejut. Ya benar, dia teman yang sangattt akrab.”

*

Kita kembali ke tahun 1991 lagi. Bum Sil tampak menggendong Soo Ok, yang sibuk bergosip dengan Gil Ja tentang San Dol yang takkan pulang kampung tahun ini karena ada pelatihan khusus pelari maraton. Bum Sil terlihat terganggu (risih atau terangs*ng ya?) waktu rambut Soo Ok menyentuh lehernya. Gae Duk tak menyangka San Dol bisa jadi pelari maraton.

Gil Ja mengimbuhi jika San Dol banyak ditaksir cewek-cewek karena ganteng. Para cewek ini, menurut Gil Ja, mupeng berat melihat San Dol sampai meneteskan liurnya. Soo Ok menanyakan bagaimana dengan Bum Sil – populer atau tidak waktu di sekolah? “Aigoo, dia mah dijuluki Si Gagu waktu sekolah. Didekati cewek-cewek diam aja soalnya!” komen Gil Ja.

Sinopsis Pure Love Part 1

Gil Ja berpikir Bum Sil menyembunyikan seorang cewek di satu tempat. Dia merebut tas Bum Sil dan membukannya, siapa tahu di dalamnya ada cewek simpanan Bum Sil, hahaha. Di dalam tas Bum Sil ada kaset pemberian Soo Ok.

Gil Ja memberikan kaset itu pada Soo Ok. Bum Sil mengaku sudah mendengar semua lagu yang ada di kaset itu. Dia mengaku suka semuanya. Soo Ok mesem. Dia menjelaskan jika kaset itu berisi lagu-lagu dari band A-Ha, yang lagunya sangat dinantikannya diputar di radio. Dia minta diturunkan, tapi Bum Sil menolak, toh sudah dekat juga.

Gae Dok menawarkan diri untuk menggendong Soo Ok. Bum Sil tetap tidak mau. Gil Ja berinisiatif menggendong Soo Ok. Mereka berdua jalan lebih dulu.

Sinopsis Pure Love Part 1

Malamnya, Soo Ok menyetel lagu Take On Me dari A-Ha sambil menulis buku hariannya. Dia lantas menutup kuping dengan kedua tangannya, seolah-olah tengah siaran di radio.

“Benar kalian menunggu gairah cinta yang sehangat air laut di musim panas? Bagi kalian pecinta fantasi cinta di musim panas, inilah lagu Take on Me dari A-Ha!”

Di luar bawah jendela Soo Ok, Bum Sil mesam-mesem mendengar celoteh Soo Ok.

*

Sinopsis Pure Love Part 1

Si penyiar menerima buku harian Soo Ok, di mana di dalamnya terdapat gelang couple milik Soo Ok dan Gil Ja.

*

Gil Ja-Bum Sil-Gae Dok-Soo Ok berusaha menangkap ayam yang berlarian kesana kemari. Bum Sil berhasil menangkap satu ekor, tapi bingung harus ngapain lagi. “Lehernya harus dipatahinkah?” Bum Sil bertanya. Gae Dok dan Soo Ok memerintahkan supaya Bum Sil cepat mematahkan leher si ayam. Baru mau memelintir leher si ayam, Bum Sil kehilangan pegangannya sehingga ayam berhasil kabur.

Mereka kembali berusaha menangkap lagi ayam. Soo Ok memakai sekop untuk mematahkan leher ayam dan itu berhasil.

Sinopsis Pure Love Part 1

Gil Ja-Gae Dol sibuk memasak ayam tangkapan Soo Ok. Sementara itu, Soo Ok duduk menunggu ditemani Bum Sil. Mereka membicara tentang sekolah sampai film. Soo Ok bertanya apa Bum Sil sudah menonton film Terminator 2? Bum Sil mengaku belum nonton, tapi tahu inti ceritanya yaitu hanya robot-manusia yang hidup kembali sehabis mati. “Nggak usah ngabisin duit buat nonton itu film,” katanya.

Soo Ok tidak percaya Bum Sil belum nonton. Habis tahu banget Bum Sil sama ceritanya. “Ah bioskop ada di mana juga aku nggak tahu,” sahut Bum Sil. Soo Ok mengajak Bum Sil bicara Kevin McCallister di film Home Alone yang menurutnya sangat unyu. Bum Sil setuju penilaian Soo Ok karena si Kevin McCallister yang memerankan karakter Macaulay Culkin kocak banget waktu mengerjai dua orang dewasa.

Dari situ, Soo Ok makin yakin jika Bum Sil pasti sering nonton. “Hmm, masih bisa bilang nggak tahu bioskop berada. Hayo, ngaku kalau kau sudah sering nonton film di bioskop,” sindir Soo Ok, “Ah masa bodo-lah dengan film. Aku hanya ingin mendengar musik sekeras mungkin.” Bum Sil janji akan mengajak Soo Ok ke Yeosu untuk nonton konser, kapan-kapan tapi.

Bagi Soo Ok, kata-kata Bum Sil terdengar manis. Meski begitu, dia mengaku tak bisa. Soalnya, dia ingin ke sana sendiri kalau sudah mandiri. “Aku pasti mengajakmu ke sana,” Bum Sil berjanji.

Makanan siap. Gil Ja mengajak mereka makan dan memberikan satu paha ayam besar untuk Soo Ok. Dia berharap paha ayam itu bisa membuat Soo Ok penuh tenaga. Gae Duk membenarkan Gil Ja.

Sinopsis Pure Love Part 1

Baru mau menyikat makanan, mereka melihat San Dol datang. Tentu saja mereka senang, sekaligus sedih karena kaki San Dol digips. San Dol menjelaskan jika kakinya hanya keseleo biasa bukan cedera berat. “Sakit banget ya?” Soo Ok bertanya. San Dol menggeleng, lalu bergabung dengan keempat temannya – makan bareng di atas perahu.

“... Musim panas itu kami sangat bahagia. Mungkin dikarenakan kami ngumpul semua,” penyiar bernarasi.

Setelah itu mereka duduk menghadap laut. Soo Ok menyanyikan lagu-nya Bob Dylan dengan merdu (The water is wide. I can't cross over. Neither have I wings that I could fly. Build me a boat that can carry two. And both shall row my love and I). Saat itu San Dol dan Bum Sil berganti-gantian menatap Soo Ok. Gae Duk yang sedari tadi bergelantung di atas ban perahu menanyakan apa judul lagu yang Soo Ok nyanyikan? Karena liriknya terasa nelangsa.

Gil Ja menatap kaset yang sedari tadi dipegangnya. Namun dia kesulitan membaca judul lagu berbahasa Inggris itu. “T apa ini nih,” sahutnya. Itu adalah lagu-nya Bob Dylan yang berjudul The Water is Wide.

Sinopsis Pure Love Part 1

Kemudian Soo Ok pergi ke laut untuk berenang. Khawatir Gil Ja berdiri memanggil-manggil Soo Ok. “Nggak usah peduliin dia,” kata Gae Duk, “Bapaknya aja yang nggak ngizinin dia berenang. Asal kalian tahu ya, Soo Ok bisa berenang ke pulau seberang sana!”


*

Seorang wanita di sebuah restoran juga turut mendengarkan acara si penyiar. Dia mesam-mesem mengingat cerita lama itu. “Apa mereka juga lagi ngedengerin juga ya?” tanyanya pada diri sendiri.

Sementara itu, seorang kepala di sebuah perusahaan juga tengah mendengarkan acara si penyiar itu. Dia bahkan tak menggubris dua anak buahnya yang pamit pulang


Di tempat lain, terdengar suara seorang pria yang tidur-tiduran di sebuah sofa. “San Dol, Gae Duk itu hanya julukan,” katanya, “Gae Duk, orang ini dijuluki itu karena mirip benar dengan anj*ng imyut yang sangat disayang-sayang. Dia jadi terlihat menggemaskan dengan nama panggilan itu. Kalau San Dok itu karena larinya cepat! Orang-orang kampung, nggak yang gede nggak yang kecil, kalau manggil ya pakai nama julukan. Nggak pernah panggil nama asli kita!”

Salah satu anak buahnya bertanya, “Hyung-nim punya nama julukan apa?” Pria yang dipanggil hyung oleh anak buahnya itu mengaku tak punya nama julukan. Anak buahnya yang lain tak percaya. Pria itu bangun, dan berseloroh, “Semua itu tinggal kenangan.”

Pria itu keluar setelah anak buahnya membenarkan apa yang dikatakannya. “Waktu itu semua berteman. Sekarang, masing-masing orang sudah sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri.

*


Rumah keluarga Gae Duk penuh, sebab ada haul bapaknya. Kondisi perekonomian Gae Duk sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, ada perahu baru dan Abangnya Gae Duk ada di rumah setelah wamilnya berakhir.

“Anak sulung kita yang ikut WAMIL baru pulang. Ke pasar ikan saja dia tidak, tapi langsung sibuk membuatkan sebuah perahu baru untukmu,” Ibu Gae Duk berkata sambil meraung-raung di haul bapaknya Gae Duk itu.

Di kejauhan, Soo Ok-Gil Ja-Bum Sil-San Dol mengamati haul bapaknya Gae Duk dari laut. Gil Ja memberikan ide supaya Soo Ok menikahi salah satu dari keluarga Gae Duk, toh mapan begitu. Soo Ok tak mau, karena Gae Duk itu teman sendiri. Gil Ja berpikir itu tak apa-apa, toh bapak-ibunya tadinya teman sekampung. Bum Sil setuju dengan pemikiran Gil Ja.

“Ya udah kalau gitu kau aja yang kawin dengannya,” balas So Ok. Gil Ja menganggap Gae Duk bukan tipikal pria idamannya. Dia suka cowok pintar.

“Ah, kan masih ada oppa Yong Soo?” Soo Ok menggoda. Gil Ja tidak mau menikah dengan pria yang sudah dikenal “gila” sama satu kampung. Kemudian, Soo Ok menatap ke arah Pulau Gae Do dan berharap bisa ke sana. Dia ingin memanjatkan keinginan terpendamnya di mercusuar, karena konon katanya mercusuar itu bisa mengabulkan doa-doa siapapun yang berdoa di sana.

Acara haul bapaknya Gaek Du berlangsung sampai malam. Gil Ja menuangkan minum untuk Yong Soo terus-menerus supaya abangnya Gaek Du itu teler. Setelah itu dia bisa mengambil kunci perahu dan melemparkannya kepada Gae Duk.

Bum Sil mengintip rumah Soo Ok. Dia tahu Bapaknya Soo Ok sudah terlelap. Dia mendengar suara kaki Soo Ok. Dia senyum, tapi senyuman itu hilang mendadak setelah melihat Soo Ok keluar dengan dandanan cantik. Diam-diam, dia membuntuti Soo Ok hingga ke pantai. Lalu dia naik perahu kecil.

Itulah Sinopsis K-Drama Pure Love bagian 1. Karena drama ini terlalu panjang, Rajasinopsis akan membagi film ini ke dalam 4 bagian. Silakan tunggu update-nya di Pure Love sinopsis bagian 2. (Raja Sinopsis)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Pure Love Part 1

0 komentar:

Post a Comment