Thursday, March 12, 2015

Sinopsis Abad Kejayaan Episode 54

Sebelumnya baca: sinopsis Abad Kejayaan episode 53 - bagian 2.

Sinopsis Abad Kejayaan Episode 54

Sinopsis Abad Kejayaan Episode 54
Sinopsis Abad Kejayaan Episode 54

Goryeon - Hurrem menemui peramal Yakub untuk meminta-buatkan racun mematikan yang sanggup membunuh tanpa meninggalkan jejak. Peramal Yakub bertanya siapa yang akan dibunuh oleh Hurrem? Apakah dia orang jahat? Dengan nada penuh kebencian, Hurrem menyebutkan bahwa orang yang akan dibunuhnya adalah orang yang benar-benar jahattt! Dia mau melakukan apapun hanya demi melihat orang itu mati!

Isabella Fortuna menemui Suleiman. Kedatangan Isabella disambut baik oleh Suleiman. Dia mengatakan, "Selamat datang Tuan Putri di istana kami. Aku mengerti kau menganggap dirimu sebagai putri yang sangat penting, tapi hindarilah pikiran jahatmu tentang kami. Karena, kami sama sekali nggak mau menyakitimu. Tapi, masalah negara nggak semudah yang kau pikirkan." Setelah mengucapkan hal itu, Suleiman pergi dari hadapan Isabella. Pasha meminta pada Isabella untuk kembali ke kamar.

Hurrem berjalan dan melihat seorang pelayan. Dia bertanya apa si pelayan menyuruh orang lain untuk menjaga anak-anaknya? Dia pun melihat Mahidevran dan Gulvan berjalan menuju taman. Dia melihat ke atas balkon dan tersenyum, kemudian pergi.

Isabella kembali ke kamarnya. Disana dia mencak-mencak karena Suleiman, si penguasa Ottoman, berani benar mengurung dirinya, putri dari kekaisaran Romawi. Pelayan bertanya apa yang dikatakan Suleiman? Isabella nggak menjawab. Dia malah mengungkapkan akan membuat perhitungan pada Suleiman.

Saat berburu bersama Suleiman, Pasha bertanya tindakan apa yang akan Suleiman ambil terkait Isabella? Apakah Isabella akan dibebaskannya? Suleiman tersenyum dan menyatakan nggaka akan membebaskannya. Dia mengaku penasaran dengan apa yang akan dilakukan ayah dan tunangannya Isabella yang sangat diandalkan itu. Meski begitu, dia meminta Pasha memperlakukan Isabella dengan baik dengan memenuhi segala kebutuhannya.

Griti menyuruh seorang juru tulis menuliskan surat untuk Frederich, tunangannya Isabella, yang didiktekan olehnya. Dia menyebutkan apa yang terjadi, bahwa Isabella dibawa oleh perompak ke Turki dan diselamatkan oleh penguasa Ottoman. Saat ini, Isabella baik-baik saja dan akan dibebaskan olehnya, segera.

Hurrem tampak gusar, berjalan mondar-mandir. Seorang pelayan datang untuk memintanya makan bersama para pangeran. Hurrem mengiyakan. Dia segera memerintahkan pengasuh untuk membawa kedua putranya ke meja makan.

Gul Aga masuk dan Hurrem langsung berbisik apa sudah memeriksanya? Gul Aga mengiyakan dan menyatakan Pasha nggak ada di kamarnya, padahal sudah diketuk-ketuk beberapa kali. Dia meminta Hurrem untuk menyampaikan pesan penting jika memang ada. Hurrem menggeleng dan berniat pergi ke istananya Pasha. Gul Aga menawarkan diri menemani.

Hurrem bertanya soal Gulvan? Gul Aga menjawab Gulvan masih ada di taman bersama Mahidevran. Hurrem meminta Gul Aga mengambil sebuah kotak. Gul Aga memberikan kotak itu. Hurrem menatap dan memegangi kotak itu lama, membuat Gul Aga bertanya apa Yakub mengatakan hal yang nggak enak? Hurrem mengaku justru sebaliknya. Dia mengeluarkan sebuah koin dari dalam kotak itu.

Bali Bey melaporkan pada Suleiman dan Pasha bahwa harta rampasan perang sudah dibawa. Dia menyebutkan bukunya dalam keadaan baik dan patungnya sudah berada di istana Khadijah. Suleiman tersenyum dan meminta Pasha untuk menatanya segera.

Hurrem menemui Gulvan dan Mahidevran di taman. Dia mengeluarkan koin keberuntungannya dan menyatakan ingin memberikannya pada Khadijah. Mahidevran sinis berkata apa itu cara Hurrem meminta maaf? Hurrem diam sambil menatap Mahidevran dengan remeh. Gulvan menetralisir keadaan dengan mengatakan kalau itu hadiah yang sangat bagus. Hurrem bertanya apa Gulvan mau menemaninya ke tempat Khadijah? Gulvan mengiyakan.

Nigiar berdiri di balkon dan menemukan orang-orang di taman sedang menata patung. Khadijah keluar membawa perut yang makin membesar. Dia dan Nigiar melihat orang-orang di bawah.

Orang-orang yang sedang menata patung memuji keindahan patung. Pasha lalu keluar bersama Khadijah dan memperkenalkannya pada Bali Bey.

Suleiman datang menemui ibunya dan mengungkapkan kerinduannya masing-masing. Dia mengatakan bahwa harta rampasan perang sudah datang dan telah memerintahkan menteri kekayaan untuk membagi-bagikannya ke harem.

Pasha menjelaskan satu per satu patung yang ada di taman pada Khadijah. Patung-patung itu adalah Hercules, Apollo, dan dewi kembar Apollo. Khadijah terlihat cemas. Dia mengungkapkan kekhawatirannya patung-patung itu membawa sial dan istana diserang gara-gara patung itu. Pasha menenangkannya dengan menyatakan nggak ada orang yang berani melakukannya.

Selanjutnya baca: sinopsis Abad Kejayaan episode 55.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Abad Kejayaan Episode 54

0 komentar:

Post a Comment