Thursday, February 5, 2015

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 246.

'Jodha Akbar' Episode 247

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Ketika malam semakin larut, Jalal semakin panas mencumbui Jodha. Sementara itu, Baba Chisti berharap waktu berhenti sesaat supaya limpahan kebahagiaan yang diberikan Tuhan bisa dihayati dan diresapi. Dia menilai cinta telah menempatkan Jalal-Jodha pada posisinya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Sementara itu, Ruqaiya menikmati waktunya sendiri dengan berpesta dengan para ratu lainnya. Seperti penggemar dugem, dia meminta semua ratu yang berpesta dengannya untuk menikmati minuman yang ada. Dia tahu para ratu tak diizinkan minum, selain dalam acara tertentu. Dalam imajinasinya, Ruqaiya membayangkan menjadi Mariam Zamani. Dia merasa bahwa dirinya-lah ratu dalam hidup Jalal, dan hari ini adalah kemenangannya. Karena tak lama lagi kesultanan Mughal akan memiliki pewaris takhta.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Sambil minum, Adham dan Sharifudin berbincang.

Sharifudin: “Hari ini adalah hari bahagia bagi Jalal. Perayaan pernikahan pertama dengan Jodha dan mendapatkan berita kehamilan Ruqaiya.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Adham tertawa getir. Dilemparnya gelas dan disuruhnya pelayan pergi.

Sharifudin: “Ibumu benar soal dirimu. Mudah tersulut emosi. Satu kelemahanmu yang tak terbantahkan.”

Adham: “Aku mendapatkan luka demi menyelamatkan Jalal dan kini ada calon pewaris yang tengah dikandung Ruqaiya. Apa aku harus memberinya selamat lagi?”

Sharifudin: “Berpikirlah...”

Adham: “Aku telah berpikir secara sehat. Sekarang waktunya membayar utang (meminta hak dan takhta).”

Sharifudin: “Kemarahan akan membakarmu. Duduk dan tenangkan dirimu.”

Adham: “Api kemarahanku akan padam sendirinya begitu kudapatkan takhta. Jika tidak, akan kubakar semuanya!”

Sharifudin: “Bersama siapa kamu mau merayakan kemenanganmu? Kamu mau memerintah di kuburan? Sabarlah. Ini bukan kandang kuda. Ini Kesultanan Mughal!"

Adham: “Bisa saja anak yang lahir itu perempuan. Tapi, kalau itu anak laki-laki. Kita akan memiliki kesempatan hingga dia dewasa.”

Sharifudin: “Tunggulah waktunya.”

Adham: “Sampai kapan harus terus menunggu? Aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Ini waktunya bergerak!”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Sharifudin berencana untuk memberi pengertian pada Adham yang sudah sangat tersulut api kemarahan. Dia takkan membiarkannya “membakar” Mughal, karena Jodha bisa ikut terbakar di dalamnya. Cintanya telah merasuk ke dalam ubun-ubunnya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Keesokan paginya, Hoshiyar masuk ke ruangan di mana Ruqaiya membuat pestanya sendiri bersama para ratu lainnya. Dia melihat para ratu lainnya menggelepar bak ikan di sembarang tempat dengan berbagai posisi. Hoshiyar membangunkan Ruqaiya yang tidur di sofa, tapi Ruqaiya menepis tangan Hoshiyar.

Hoshiyar: “Yang Mulia, ini bukan kamar Anda, bagaimana jika ada orang lain yang melihat Anda tidur seperti ini?”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Mendengar kata-kata Hoshiyar, Ruqaiya terbangun. Seperti orang linglung, dia celingak-celinguk tak habis pikir bagaimana bisa tidur tidur di kamar ini.

Ruqaiya: “Pesta semalam sangat meriah, Hoshiyar. Aku mau menemui Jalal.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Hoshiyar akan memberitahu Jalal, tapi Ruqaiya melarangnya. Dia akan menemui Jalal langsung di kamarnya. Dia merasa, meskipun datang tanpa izin, Jalal akan menerimanya begitu saja. Toh, dia akan menjadi mariam zamani (ibu pewaris sah kerajaan) tidak lama lagi.

Hoshiyar: “Saya sisir dulu rambutnya Yang Mulia.”

Ruqaiya: “Tidak. Paduka yang akan melakukannya untukku.” (ngarepdotcom).

Hoshiyar: “Bagaimana bisa?”

Ruqaiya: “Seseorang yang sedih dan sakit akan sangat mudah dibujuk.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Ruqaiya pun melengos pergi ke kamar Jalal. Sayang, sesampainya di depan pintu kamar, penjaga pintu tidak mengizinkannya melangkah masuk.

Ruqaiya: “Beraninya kamu hentikanku – istri spesial Raja Jalal yang akan segera menjadi mariam zamani?”

Penjaga: “Paduka...”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Ruqaiya memotong ucapan penjaga itu dan langsung menggamparnya. Diancamnya si penjaga akan dihukum bila tidak memberinya jalan. Penjaga coba menahan langkah Ruqaiya, tapi dia tetap masuk.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Di dalam Ruqaiya menyingkap kelambu ranjang yang masih tertutup dan apa yang dilihat di dalamnya bukanlah pemandangan yang ingin disaksikannya. Terkejut, kesal, sedih campur aduk jadi satu. Dia tak ingin percaya Jodha berada pelukan Jalal, tapi itulah kenyataan yang disaksikannya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Ruqaiya memilih pergi, menahan sesak di dada. Di luar, dia berpapasan dengan beberapa ratu lainnya yang bertanya ini-itu.

Ratu (yang berpapasan dengan Ruqaiya): “Anda habis bertemu Paduka? Apa yang Beliau katakan?”

Ruqaiya: “Yah, dia sangat senang bertemu denganku.”

Ratu (yang berpapasan dengan Ruqaiya): “Terus Anda diberikan hadiah apa oleh Beliau?”

Ruqaiya: “Tentu Beliau memberiku hadiah yang unik dan indah tiada duanya.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Mereka kemudian minta diperlihatkan hadiah unik dan indah tiada duanya itu. Namun, Ruqaiya menolaknya karena memang tak pernah ada hadiah itu. Dia hanya memperlihatkan bahwa hadiah itu membuat dirinya terharu, dengan menitikkan air mata (palsu).

Ratu (yang berpapasan dengan Ruqaiya): “Wah, Paduka bahkan mungkin tak memikirkan apa hadiah yang akan diberikannya pada Ratu Jodha. Soalnya, semuanya sudah diberikan pada Ratu Ruqaiya.”

Ruqaiya: “Iya. Aku hanya berharap Paduka memberi Ratu Jodha hadiah yang sama.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Setelah itu, Ruqaiya bergegas kembali ke kamarnya. Dia membayangkan kembali apa yang telah disaksikannya di kamar Jalal tadi. Dia pun melampiaskan amarahnya, menghempaskan barang-barang di kamarnya dan menangis meraung-raung di lantai (persis bocah SD kehilangan mainan).

Ruqaiya: “Kenapa Paduka? Kenapa Anda memberikan Ratu Jodha kehangatan ketika aku memberi Anda kebahagiaan?”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Ruqaiya mengenang kembali kata-kata bijak Jodha setibanya di Agra untuk kali pertama. Waktu itu, Jodha membungkuk di hadapan Ruqaiya dengan syarat Ruqaiya membuat Jalal tidak menggubrisnya. Dia juga mengenang kembali kata-kata Maham yang memperingatkannya pada bahaya laten Jodha yang selalu berusaha merebut Jalal dari tangannya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Ruqaiya menangis dan tertawa secara bersamaan, hampir-hampir mirip orang gila. Diseka air matanya, lalu terbahak-bahak sesuka hati, sendirian. Dia memerintahkan pelayan memanggil Jodha sekarang juga. Seperginya pelayan, seringai di wajah Ruqaiya melebar.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Di ranjang, Jalal masih memeluk Jodha dari belakang dengan mesra. Jodha terbangun dan menyadari tidak tidur sendirian. Dia menemukan tangan kekar Jalal sedang memeluk tubuhnya. Teringanglah pergumulan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Jalal semalam. Itu membuatnya tersenyum.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Pelan-pelan dan hati-hati Jodha pindahkan tangan Jalal supaya dirinya bisa duduk. Sewaktu dia hendak beranjak, tangan Jalal menahannya.

Jalal: “Jangan kamu pikir seorang raja itu tidurnya nyenyak.”

Jalal menarik tangan Jodha dan mendekap di dadanya.

Jalal: “Tidurnya raja itu lemah, karena itu mudah terbangun!”

Jodha: “Tapi, istrimu ini ingin kembali ke kamarnya sendiri.”

Jalal bangun dan menciumi pundak Jodha.

Jalal: “Seorang raja tak senang bila ada seseorang pergi begitu saja dari kamarnya tanpa berpamitan.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Jodha melirik Jalal. Dia bangkit dari ranjang ke depan cermin diekori mata Jalal. Dipakainya perhiasannya, dirapikannya rambut sendiri yang awut-awutan.

Jalal: “Kamu telah abaikan perintahku.”

Jodha: “Seorang suami tak pernah memerintah istrinya melakukan sesuatu. Dia hanya butuh memintanya melakukan sesuatu."

Jalal tersenyum dan menghampiri Jodha.

Jalal: “Aku adalah tawananmu sekarang.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Dia berlutut di hadapan Jodha yang sedang duduk. Jodha segera menarik lengan Jalal agar berdiri.

Jodha: “Anda telah hapus perbudakan, jadi tempat Anda bukan di kaki saya, tapi di hati saya.”

Jalal: “Aku menjadi budakmu, karena kamu mencintai hatiku, bukannya kedudukanku.”

Jodha: “Biarkan aku pergi Paduka.”

Jalal: “Tetaplah tinggal Ratu Jodha.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Jodha tak bisa menolak permintaan suami tercintanya. Hal itu membuat Jalal senang. Dia tersenyum dan mulai mendekati Jodha, dekat, lebih dekat, dan lebih dekat lagi. Membuat Jodha tersipu-sipu. Lalu, diinformasikan bahwa Moti datang untuk menemui Jodha. Kecewa, langsung Jalal berubah sikap, dari mendekat menjadi menjauh. Jodha menemui Moti.

Jodha: “Ada apa? Apa kamu tidak tahu kalau menganggu waktu luang raja itu tidak baik.”

Moti: “Saya tahu Ratu Jodha, tapi Ratu Ruqaiya ingin bertemu dengan Anda.

Jodha: “Baiklah kalau begitu, aku akan datang menemuinya.”

Jodha masuk lagi ke kamar Jalal untuk mengenakan pernak-pernik kewanitaannya. Tampak Jalal menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang.

Jalal: “Apa yang Moti katakan?”

Jodha: “Saya harus pergi Paduka.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

Mendengar hal itu, Jalal membuang wajahnya. Dia tampak sedih dan kecewa, karena Jodha harus segera pergi. Jodha melihat itu dan segera mendekatinya. 

Jodha (berbisik di telinga Jalal): “Ratu Ruqaiya membutuhkanku. Aku akan kembali secepatnya.”

Pernyataan itu membuat wajah Jalal terlihat lebih ceria karena senyumannya.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 248.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 247

0 komentar:

Post a Comment