Thursday, February 5, 2015

Sinopsis 'Hyde, Jekyll, and I' Episode 5 (Bagian 1)

Sebelumnya baca: sinopsis drama Korea 'Hyde, Jekyll, and I' episode 4 - bagian 2.

'Hyde, Jekyll, and I' Episode 5

Sinopsis 'Hyde, Jekyll, Me' Episode 5 - Bagian 1

Seo Jin dan Robin seolah bercakap-cakap melalui rekaman video. Robin tampak tidak menyesal telah menandatangani kontrak baru dengan rombongan sirkus Wonder mewakili Seo Jin. Dia bahkan menyalahkan Seo Jin telah membuat Hana menangis, dan itu sesuatu yang Robin tidak tahan – dia tidak pernah tahan ketika ada seseorang membuat wanita menangis. Dia memperingatkan Seo Jin untuk tidak pernah membuat Hana menangis lagi, atau dia akan membunuh Seo Jin (bunuh diri dong?).

Seo Jin menggebrak meja mendengar ancaman Robin mengenai Hana dan mengingatkan Robin untuk tidak menggunakan wajahnya untuk mengatakan sesuatu seperti itu. Robin menyuruh Seo Jin bersikap baik pada Hana dan mematuhi aturan baru, jika tidak ingin identitasnya dibongkar! Seo Jin berteriak dan menyebut Robin orang gila, karena telah mengambil alih tubuh dan kehidupannya. Bahkan, melanggar aturan mereka yang takkan pernah melangkahi garis pembatas dua kepribadian di antara mereka, dengan berpura-pura menjadi satu sama lain.

Merasa belum puas, Seo Jin pergi untuk melemparkan benda-benda di sekitarnya. Sekretaris Young berusaha menenangkannya. Sekretaris Young mengatakan bahwa usai Dr. Kang ditemukan, maka semuanya akan kembali normal. Robin dan Han Na dapat disingkirkan, selamanya! Dia ingin Seo Jin melakukan apa diminta Robin, tapi Seo Jin yang masih emosi mengatakan bahwa Robin telah mencuri setengah dari kehidupannya. Sekretaris Young mengingatkan pada Seo Jin bahaya yang lebih besar, yaitu: Robin mengungkapkan dirinya kepada dunia.

Hana bertemu Seo Jin di dekat pintu masuk rahasia. Dia datang untuk tanaman keberuntungan yang berada di pot kecil tangannya sebagai hadiah.

Seo Jin menyeret Hana dan membuat aturan tinggal bersama. Dia mengatakan Hana itu “hantu” di rumahnya, di mana kehadirannya tidak boleh terlihat atau dirasakan. Fokus utama Hana adalah menemui Tae Joo setiap pagi untuk membantu memulihkan ingatan. Seo Jin menolak untuk mengambil pertanyaan dari Hana, tapi tidak mudah menenangkan Hana.

Hana bertanya apakah Seo Jin menulis kontrak sendiri atau seseorang menulis untuknya? Seo Jin terkunci kembali bahwa dialah yang telah menulis sendiri kontrak sialan itu – tidak mungkin orang lain telah menulis untuknya! Hana membalik halaman kontrak, yang terdapat tulisan dan gambar lucu untuk Hana (dari Robin). Seo Jin menggertakkan giginya, meneriakkan nama Robin di dalam hati. Hana benar-benar ingin tahu apa yang dimaksud dengan pesan-pesan tersebut?

Seo Jin merebut kontrak dari tangan Hana, membuatnya hampir terjatuh dari tangga. Untung Seo Jin cepat-cepat meraihnya. Dengan kasar, dia mengingatkan supaya Hana tidak terluka atau menempatkan dirinya dalam bahaya di hadapannya – sepertinya dia takut Hana akan memicu Robin muncul untuk menyelamatkan. Seo Jin menegaskan pada Hana bahwa dia tidak peduli akan keselamatan Hana, asalkan tidak di hadapannya.

Hana kembali ke kamarnya dan ngedumel kalau Seo Jin itu aneh. Satu sisi menulis kontrak yang mempersilakannya bersenang-senang dan satu sisi berteriak-teriak padanya. Hana mengeluarkan kacamata lucu sirkus yang dipakai Robin untuk menghiburnya semalam. Dia melihat HP-nya dan membayangkan dirinya dan Robin melompat di atasnya seperti pada trampolin. Tiba-tiba, Seo Jin muncul dan mendorong mereka berdua terjatuh. Awww.

Seo Jin pergi untuk merekam pesan pada Robin – gencatan senjata dan menetapkan aturan dasar lagi. Orang tua Seo Jin diinformasikan bahwa Seo Jin akan hidup berdampingan dengan Robin sementara ini hingga Dr. Kang ditemukan. Ketua Goo memerintahkan supaya Seo Jin datang menemuinya, karena dia takkan mengizinkan seorang wanita tinggal di rumah yang sama dengan Seo Jin, bahkan jika dia seorang saksi mata yang dapat membantu menemukan petunjuk di mana Dr. Kang berada. Dia mengingatkan Ibu Seo Jin kalau semua masalah terakhir kalinya disebabkan oleh seorang wanita. Dengan riang gembira, Hana menginformasikan pada rombongan sirkusnya bahwa mereka akan liburan sebelum kembali beraktivitas ke kehidupan sirkus.

Sekretaris Seo Jin mengatakan pada Seung Yun bahwa Jang Hana sekarang tinggal dengan Seo Jin. Gosipnya mereka berkencan. Inilah alasan mengapa Seo Jin menyelamatkannya dan mengapa ketika sudah dipecat tapi disuruh kembali kerja lagi. Seung Yun tidak yakin dengan itu. Dia justru berpikir kalau gadis yang berkencan dengan Seo Jin adalah Woo Jung. Ditatapnya foto Woo Jung dan Robin. Mereka taruhan. Seung Yun kemudian menyuruh seseorang untuk menguntit Seo Jin.

Pagi-pagi, Robin bangun dari tempat tidur Seo Jin dan menemukan pesan dari Seo Jin juga kunci kamar Robin. Robin bahagia berjalan ke kamarnya yang penuh dengan buku-buku dan gambar komik. Dia membuka lemarinya sendiri yang penuh dengan pakaian kasual. Citra Seo Jin muncul untuk memberitahukan soal aturan: Robin memiliki HP sendiri, tapi tetap akan membawa keduanya, meski tidak diizinkan menggunakan HP Seo Jin. Seo Jin juga meminta Robin untuk tidur tepat waktu, sehingga kehidupan mereka tidak saling tumpang tindih – Seo Jin pagi, Robin malam. Seo Jin juga mengingatkan Robin untuk tidak memberitahukan pada Hana tentang kondisi mereka sebenarnya.

Robin keluar rumah dengan gembira. Ketika hendak mengambil mobil dari garasi, dia melihat Hana meninggalkan rumah dengan payung. Dia pun membuntutinya sambil berjalan di atas salju. Mereka tidak sadar, mata-matanya Seung Yun yang dipersenjatai dengan kamera mengintai penuh waspada.

Hana merasakan kehadiran Robin. Begitu menengok ke belakang, dia menemukan Robin telah menarik hood jaketnya menutupi wajah untuk menakut-nakuti. Hana memukuli Robin payung.

Robin menyuruh Hana berhenti. Dia menarik hoodie-nya ke bawah untuk menunjukkan wajahnya pada Hana dan meminta maaf karena membuatnya takut. Hana jongkok dan menangis, karena dia betul-betul takut. Ekstremnya, dia berpikir itu penyerang. Robin hanya bisa terus minta maaf.

Hana mengajak Robin kembali ke rumah dan mengobatinya. Robin bertanya apa Hana tinggal di sini sekarang sampai penyerang ditangkap dan mengungkapkan dia tidak tinggal di sini karena ini adalah rumah Seo Jin. Dia melihat gambar sketsa Hana dan menggodanya bahwa Hana tidak pandai menggambar.

Robin dengan mudah menyelesaikan sketsa adegan jembatan “Angel Bridge” dan bertanya apa Hana membutuhkan tukang bikin storyboard untuk sirkus. Dia mengatakan pada Hana bahwa dirinya memiliki banyak waktu luang. Hana berpikir Robin itu jobless, dan terkesan dengan kemampuan gambar Robin. Akhirnya, dia setuju untuk mempekerjakannya, tapi dia menuntut ini itu. Robin langsung menanyakan bertanya pertanyaan pokok berapa gajinya?  Robin memberikan daftar harganya dan bertanya apa Hana mau menemui agensinya?

Robin mengajak Hana ke sebuah kafe. Hana baru tahu kalau ternyata Robin merupakan tukang gambar manhwa yang cukup beken. Robin selesai memeluk Ayahnya Woo Jung. Tidak lama kemudian, Woo Jung pulang dan melihat Robin di sana, dia segera memukulinya karena raib begitu saja selama lima tahun. Dia menyuruh Robin meminta maaf padanya dan berjanji takkan pernah menghilang lagi. Dia kemudian menangis dramatis, berpikir Oppa-nya itu pergi karena dirinya. Ayah Woo Jung yang mengatakan hal itu sendiri. Dia bilang Woo Jung itu jelek, jadi Robin menghilang untuk menghindarinya.

Robin mempersiapkan makanan ringan dengan Ayahnya Woo Jung, yang mengatakan tidak terasa Robin telah menghilang selama lima tahun. Dia juga bertanya siapa gadis yang dibawa Robin ke kafe malam ini.

Woo Jung mencoba mencari tahu apa hubungan Hana dengan Oppa Robin. Woo Jung tidak membiarkan Robin menuangkan bir untuk Hana dan kemudian muncul di tengah-tengah Hana dan Robin, ketika Ayahnya mengambil gambar. Woo Jung mabuk dan menceritakan kalau dirinya ikutan dua kali wamil selama Robin pergi. Tapi, dia tampak lebih marah lagi, ketika mendengar Hana telah mengenal Robin selama 15 tahun.

Ayahnya Woo Jung mendengar dari Robin bahwa dia kembali dan siap untuk bekerja lagi, padahal Seo Jin melewati banyak kesulitan dalam menangani Robin setelah bertahun-tahun. Ketika ditanya siapa Hana, Robin hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia orang yang menyelamatkannya.

Seo Jin bangun ketika alarm roket berbunyi keras tepat di jam 8:00 pagi berikutnya dengan catatan dari Robin bahwa Seo Jin harus meletakkan roket kembali berdiri untuk mematikannya. Seo Jin duduk di tempat tidur dan merasakan efek semalam Robin minum. Dia menghirup kaosnya dan menyeringai.

Setelah teler berat semalam, akhirnya Hana juga terbangun. Di tempat tidur, dia menemukan gambar sketsanya sudah dilengkapi oleh Robin. Dia kemudian ingat dirinya teler berat semalam dan mencoba merangkak menaiki tangga ke kamarnya. Saat itu, dia mengaku tidak membutuhkan bantuan dari orang lain. Tapi, akhirnya Robin menggendongnya ke kamar atas.

Robin menempatkan Hana ke tempat tidur dan dia mengundangnya kembali ke tempat sirkus. Robin menjawab bahwa dirinya tidak bisa tinggal sepanjang waktu, tapi dia setuju untuk mengantarnya. Sekretaris Young kemudian menghubungi Hana untuk mengajaknya bareng ke tempat Tae Joo melakukan sesi hipnotis lainnya.

Seo Jin mendengar dari pengawalnya bahwa Robin dan Hana minum-minum semalaman – jawaban dari kenapa Seo Jin tidak merasa perutnya baik-baik saja pagi ini. Hana masuk ke mobil dan meminta maaf karena terlambat. Seo Jin mengeluh karena Hana bau banget alkohol. Dia tidak ingat apapun apa yang telah terjadi semalam, sementara Hana malu bahwa Robin pasti ingat perilaku mabuk semalam. Hana ingin bertanya Seo Jin tentang Robin semalam, tapi Seo Jin menyalak padanya, menyuruhnya diam!

Mata-matanya Seung Yun melaporkan bahwa Seo Jin mengenakan jaket dan keluar minum-minum dengan dua wanita semalam, bahkan dipukuli oleh keduanya. Seung Yun diperlihatkan foto-foto bukti. Mata-mata terkesan dengan kemampuan Seo Jin yang sudah teler berat, tapi masih mampu mengontrol wanita dengan sangat baik.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Hyde, Jekyll, Me' episode 5 - bagian 2.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Hyde, Jekyll, and I' Episode 5 (Bagian 1)

0 komentar:

Post a Comment