Monday, January 19, 2015

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 183.

Di episode sebelumnya, dua pelayan Ruksana dan Aziza bertengkar memperebutkan siapa yang berhak menikah dengan Mazhar. Masalah ini sampai pada Ratu Jodha dan Ratu Ruqaiya, di mana juga muncul perbedaan di antara kedunya. Ratu Ruqaiya memutuskan Ruksana yang lebih berhak menikah dengan Mazhar, sedangkan Ratu Jodha mengatakan tidak bisa memutuskan begitu saja. Hal ini membuat mereka membawa permasalahan ini ke tingkat lebih lanjut, yaitu Raja Jalal. Mereka meminta kebijaksanaan sang raja. Raja Jalal pun memanggil semua pemangku kepentingan di harem.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Semua pemangku kepentingan menuju ke tempat pertemuan untuk memenuhi panggilan Raja Jalal – Ratu Jodha dan Moti; Ibu Suri Hamida – Ratu Salima – Bibi Gulbadan; serta Ratu Ruqaiya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Moti mengungkapkan kekhawatirannya akan konsekuensi yang harus dihadapi dan ditanggung Ratu Jodha. Dia mengeluh kenapa Ratu Jodha ikut campur urusan Ratu Ruqaiya selaku kepala harem? “Harus Moti, aku harus ikut campur. Sebagai seorang Rajvanshi, aku tak bisa membiarkan hal ini terjadi!” sahut Ratu Jodha.

Di sisi lain, rombongan Ibu Suri Hamida – Ratu Salima – Bibi Gulbadan mengeluhkan sikap Ratu Ruqaiya yang dinilai mereka lebay, berlebihan. Toh itu hanyalah masalah biasa saja.

Juga dari arah lainnya, Ratu Ruqaiya mendengus. “Beraninya Ratu Jodha ikut campur dalam masalah ini?” tukasnya. Meski begitu, dia yakin Raja Jalal akan berpihak padanya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Pertemuan untuk mendiskusikan masalah Ruksana dan Aziza pun digelar. Raja Jalal sebelumnya menyatakan tak pernah ikut campur urusan harem – ini pengecualian. “Katakan padaku, apa masalahnya?”

Tiga orang yang terlibat perseteruan, Aziza, Ruksana, serta Mazhar, dihadirkan. Pokok pangkal permasalahan pun disebutkan, yaitu siapa wanita berhak dinikahi Mazhar? Satu wanita yang telah dijodohkan waktu kecil dan satu wanita yang saling mencintai dengan Mazhar.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Aziza menjelaskan dirinya sama sekali tidak mengetahui tentang perjodohan Mazhar - Ruksana. Dia menegaskan sangat mencintai Mazhar.

Dua ratu Raja Jalal yang saling bersitegang langsung bersuara. Ratu Ruqaiya mengatakan tak peduli apapun, Mazhar - Ruksana harus menikah! Karena itu, amanah orang tua! Tidak mengikuti, sama artinya dengan berdosa!

Sementara Ratu Jodha mengatakan biarpun begitu cinta sangat penting. Dia berkata, “Bagaimana menikah tanpa cinta? Aziza - Mazhar saling mencintai, tapi hubungan Mazhar - Ruksana tak bisa diabaikan. Pun begitu, menurut saya, Aziza-lah yang lebih pantas dinikahi Mazhar, sebab perjodohan Mazhar - Ruksana dilaksanakan ketika keduanya masih kecil dan belum mengenal arti cinta. Sementara, ketika Aziza - Mazhar bertemu dan menjalin kasih dengan cinta.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Raja Jalal sebenarnya pusing mendengarkan celoteh kedua istrinya yang kerap sekali bertengkar. Dia diam selama beberapa saat, dan mengatakan bahwa masalah ini sebenarnya sepele – hanya persoalan pilihan. “Menurut hukum Islam, pernikahan baru dilangsungkan bila mempelai pria dan wanita sepakat menikah,” imbuh sang raja, “Jadi, kuberikan waktu sebulan kepada Mazhar untuk memilih siapa yang ingin dinikahinya?”

Setelah mengatakan itu, Raja Jalal terdiam untuk melihat siapa yang ingin berkomentar. Dia memandangi Ratu Jodha - Ratu Ruqaiya berganti-gantian. Tapi tak ada yang bersuara. Akhirnya, dia mengatakan, “Kurasa menikah dengan teman kecil itu indah. Pun begitu, aku juga takkan meragukan bila menikah dengan orang yang dicintai akan mendatangkan kebahagiaan."

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

“Benar Baginda, ini persoalan sepele,” komentar salah seorang ratu, “Andai saja Ratu Ruqaiya tidak mengurusi ini, takkan besar masalah ini.”

Sontak semua orang terkejut mendengar keberanian ratu ini. Tidak lama kemudian, muncullah beragam komplain dari para ratu dan pelayan yang tersimpan rapat selama ini. Mereka menguak kesalahan Ratu Ruqaiya yang suka nge-bossy di harem.

PM Maham mengimbuhi, untuk memperkeruh suasana tampaknya, “Saya sependapat dengan mereka. Beliau memang acap melakukan pelanggaran, menyalahgunakan kekuasaan.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Raja Jalal menatap Ratu Ruqaiya. Ibu Suri Hamida menetralisir dengan mengatakan bahwa apa yang dikatakan PM Maham mungkin benar, tapi belum ada bukti untuk itu. Akhirnya, Raja Jalal menyahut apakah dirinya telah salah memberikan kekuasaan kepada Ratu Ruqaiya di harem?

Semuanya diam. Ratu Ruqaiya menyahut, “Benar kan? Kalian semua ingin mengatakan Baginda telah salah membuat keputusan!”

“Kalau memang Ratu Ruqaiya tidak tepat, siapa orang yang bisa menggantikannya?” imbuh sang raja. Semua orang diam. Ketika ditunjuk, semua ratu menolak. Kemudian, dia mengatakan, “Itulah kenapa aku memutuskan Ratu Ruqaiya yang mengurusi harem!”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Ratu Ruqaiya tersenyum, merasa menang. Raja Jalal mengulangi pertanyaannya lagi, siapa ratu yang cocok memimpin Harem untuk menggantikan Ratu Ruqaiya? Salah seorang ratu mengusulkan Ratu Jodha-lah orang yang cocok itu (Akhirnya :)).

Tentu saja, Ratu Jodha menolaknya karena merasa dirinya tidak mampu. Namun, Ratu Ruqaiya mendukung usulan itu, membuat yang lain terheran-heran. Pada akhirnya, Raja Jalal tidak langsung memutuskannya dan meminta para ratu membuat keputusan terlebih dulu. Setelahnya, dia meninggalkan tempat pertemuan. Wajah Ratu Jodha terlihat cemas dan wajah Ratu Ruqaiya tersenyum puas.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Rombongan Ibu Suri Hamida – Ratu Salima – Bibi Gulbadan – Jiji Anga sepertinya sepakat bila Ratu Jodha menggantikan Ratu Ruqaiya mengurusi harem. Sebab, Ratu Jodha pemikirannya jauh lebih matang dan tidak tergesa-gesa.

Seorang pelayan, yang menguping pembicaraan para ratu, pergi untuk melaporkan apa yang telah didengarnya kepada Ratu Ruqaiya.
   
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Ratu Jodha menemui Raja Jalal yang tengah bersantai di teras istana. Dia mengucapkan terima kasih kepada suaminya yang telah memberikan kesempatan yang adil untuk membiarkan Mazhar memilih wanita yang diinginkannya untuk menikah. Raja Jalal tersenyum dan mengatakan semua berkat Ratu Jodha.

“Oiya, Paduka, apa benar Anda ingin mengganti posisi Ratu Ruqaiya?” tanya Ratu Jodha.

Mendengar itu, Raja Jalal mengaku itulah yang memusingkannya dan pura-pura sakit kepala. Karena itu, dia minta kepalanya dipijat Ratu Jodha. Walaupun enggan, Ratu Jodha melakukannya juga. Raja Jalal tersenyum lucu mengetahui “tipuannya” berhasil memaksa Ratu Jodha melakukannya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Saat dipijat, Raja Jalal mengatakan, “Aku mulai berpikir, menurutku, kamu itu orang yang tepat memegang harem. Percaya padaku. Saat kamu naik menjabat posisi ratu kepala, segala sesuatunya pasti berubah. Ratu Ruqaiya takkan berani macam-macam lagi padamu.” Dia menegaskan bahwa dirinya yakin akan terjadi perubahan positif bila Ratu Jodha mau memegang harem.

Raja Jalal melanjutkan, “Apa kamu merasa harem menjadi rumah yang nyaman?”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Ratu Jodha tak menjawabnya dan buru-buru pamit. Namun, Raja Jalal tidak membiarkannya pergi untuk memijat kepalanya lagi dengan alasan masih pusing. “Saya rasa Anda justru sedang menyalurkan kepusingan itu pada saya?” sahut Ratu Jodha, yang akhirnya tetap pergi juga.

Mendengar komentar itu, Raja Jalal cengengesan. Dia membatin bila Ratu Jodha akan mengubah suasana harem.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Setelah menerima laporan soal keputusan para ratu dari pelayannya, Ratu Ruqaiya pergi menemui Ratu Salima di kamarnya, apalagi kalau bukan untuk melabraknya. Dia menuduh Ratu Salima telah berkomplot bersama Ratu Jodha untuk menjatuhkannya.

Melihat Ratu Ruqaiya meledak-ledak emosinya, akhirnya Ratu Salima mengatakan, “Ingatlah batas-batasmu. Aku ini lebih tua darimu, Ratu Ruqaiya! Kamu sudah menyebutku tanpa gelar, itu pelanggaran batas!”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Ratu Ruqaiya mengancam Ratu Salima akan melihat akibat dari keputusannya. Ratu Salima mendengus dan menjelaskan bahwa itu adalah sifat buruk Ratu Ruqaiya yang tidak disukai orang-orang. Dia merasa Ratu Jodha berbeda dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. “Jadi, kupilih dia untuk menggantikanmu! Kembalilah, ini sudah malam, tak ada lagi yang bisa kita bicarakan.”

Malu diusir begitu, Ratu Ruqaiya memutuskan untuk pergi saja.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Ratu Ruqaiya terlihat galau dan berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ketika Raja Jalal akhirnya datang segera dia memegang pundak sang ratu untuk memutar tubuhnya.

“Kenapa Anda baru datang sekarang?” tanya Ratu Ruqaiya dengan wajah garang, “Apa Anda tahu alasan saya memanggil Anda? Baginda, Ratu Jodha tidak memiliki kualifikasi mengurusi harem. Dia tidak berpengalaman.” Kemudian, dia merasa semua orang telah meninggalkannya – Ibu Suri Hamida dan Ratu Salima. Dia menambahkan, “Mereka semua bersepakat memilih Ratu Jodha untuk menggantikanku.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

“Sebaiknya, kamu tidak berpikiran seperti itu,” sahut Raja Jalal, “Bila Ratu Jodha menggantikanmu mengurusi harem, itu merupakan pilihan semua orang.”

Ratu Ruqaiya mengiyakan sambil menambahkan ancaman pastinya akan membuat semua orang merasakan akibatnya jika menentang dirinya. “Kamu menganggap remeh seseorang Ratu Ruqaiya,” tukas Raja Jalal, membuat Ratu Ruqiaya panas hati, “Dari semua ratu yang ada di harem, seharusnya kau mewaspadai satu ratu ini. Dia pintar dan bijaksana.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

“Siapa dia?”

“Kamu pasti sudah mengenalnya. Dialah Ratu Jodha. Apa kelebihannya dibanding dirimu? Dia tak pernah berbuat salah, bermusuhan, apalagi memaksa. Oiya, dia juga sangat pintar,” tukas Raja Jalal, “Kamu tahu betapa aku mengaguminya.” Ratu Ruqaiya menandaskan bahwa kekuasaannya di harem itu mutlak, jadi takkan ada yang berani merebut kekuasannya.

“Sepertinya kamu masih belum memahami maksudku,” tukas Raja Jalal tersenyum, “Ada hal yang musti kamu ketahui, yaitu bukan berarti aku selalu mendukungmu meskipun kita teman masa kecil. Bila memang para ratu di harem menginginkan kelengseranmu dan menggantinya dengan Ratu Jodha, maka bersiap-siaplah.” Raja Jalal kemudian menjentikkan jarinya beberapa kali di depan wajah Ratu Ruqaiya, setelah itu pergi.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

Ratu Ruqaiya mematung. Tak ada kekuatan dalam dirinya untuk memanggil Raja Jalal kembali.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 185.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 184

0 komentar:

Post a Comment