Saturday, January 10, 2015

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 175.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Ketika Ratu Jodha datang, Bakshi Bano tengah muntah-muntah dan meminta seorang pelayan membersihkan muntahannya. “Sudah lama aku mau menemuimu. Moti bilang kamu datang mendoakanku ketika aku berjuang melawan kematian,” tukas Ratu Jodha tersenyum. Bakshi Bano mengiyakan – semua itu dilakukan karena dia ingin kakak iparnya baik-baik saja. Kemudian, dia mempersilakan Ratu Jodha duduk.

Mereka duduk saling berhadapan. Bakshi Bano bertanya apa Ratu Jodha telah memaafkan apa yang telah dilakukannya – sementara Raja Jalal masih belum memaafkannya? Dia memuji sifat Ratu Jodha yang sangat baik, meski sudah disakiti. Tatapan Bakshi Bano terlihat penuh kekhawatiran akan reaksi dari Ratu Jodha. “Anda tidak seharusnya datang ke sini. Raja Jalal akan menghukum Anda,” tukas Bakshi Bano mengungkapkan pikirannya, dan mempersilakan Ratu Jodha pergi dari kamarnya.

Namun, Ratu Jodha menahan isyarat tangan Bakshi Bano dan mengatakan bahwa dirinya bisa mengerti apa yang dilakukannya hanyalah bukti kecintaannya terhadap suami. Dia tetap menganggap Bakshi Bano adalah bagian dari keluarga, apapun permasalahannya. Hal ini sedikit memberi penghiburan terhadap Bakshi Bano, kemudian mengatakan jika dirinya berterima kasih atas kebaikan Ratu Jodha.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Ratu Jodha kemudian menjelaskan kedatangannya adalah untuk memberikan benang suci yang didapatnya saat melakukan perjalanan ke Sikri. Bakshi Bano mengulurkan tangannnya, membiarkan Ratu Jodha mengikatkan benang suci untuknya. Tiba-tiba Bakshi Bano muntah lagi.

“Apa kamu sakit?” tanya Ratu Jodha, “Biar kupanggilkan dokter jika begitu.” Namun, Bakshi Bano menolaknya. Mata Ratu Jodha menumbuk bebuahan mangga dan asam yang berada di keranjang buah. Ratu Jodha tersenyum – sepertinya dia tahu apa yang menyebabkan Bakshi Bano muntah. “Benar kamu tidak apa-apa? Ayolah, jangan khawatir, katakan saja padaku.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Sambil menangis, Bakshi Bano berkata, “Saya hamil.”

Berita ini membuat Ratu Jodha senang. Dia berniat pergi untuk mengabarkannya kepada semua orang, tapi Bakshi Bano menahannya dan memintanya untuk tidak menyebarkannya kepada siapapun. Bakshi Bano takut kakaknya akan marah besar jika dirinya dalam keadaan bunting, sementara suaminya si Sharifudin adalah seorang pesakitan (terhukum). Ratu Jodha bisa mengerti apa yang menjadi permasalahannya. Dia genggam tangan Bakshi Bano dan berjanji takkan mengatakannya kepada siapapun.

Air mata Bakshi Bano makin meleleh. Dia mengatakan kehamilannya tidak membuatnya bahagia, pasalnya dia mengandung putra seorang pria yang telah dianggap mengkhianati kerajaan. Ratu Jodha lalu mengatakan akan mencari cara untuk mengeluarkan Sharifudin dari penjara.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Tuan Atgah Khan memberikan laporan mengenai kondisi kerajaan, terutama dari Mewad yang tengah menjalin kekuatan untuk menyerang Agra. Raja Jalal memberi perintah kepada Tuan Atgah Khan untuk mencari seorang pemimpin yang bisa membawa pasukan menghancurkan kekuatan pemberontak di Mewad. Selain itu, dia juga meminta keamanan dalam kota diperkuat, sehingga kejadian kaburnya tahanan seperti Abu Mali takkan terjadi lagi. “Sebelum lakukan itu, pindahkan Sharifudin ke Benteng Rohtaj!” perintahnya.

Tuan Atgah Khan menambahkan bahwa selain penjara, mereka memiliki kelemahan lain di beberapa titik – seperti bidang keuangan. Dia memberitahu ada korupsi yang dilakukan di Departemen Keuangan. Jadi, saat Atta Begi berencana mengadakan 100 gerobak besi tak ada cukup uang. Raja Jalal sedikit terkejut dan minta dilakukan penyelidikan seksama. Dia mengingatkan jika ada seseorang yang ketahuan korupsi, maka takkan ada ampunan baginya. Tuan Atgah Khan siap menjalankannya, dan ketika dia berniat menanyakan soal kasus Baaj Banadur, tiba-tiba Raja Jalal mendengar Ratu Jodha menanyikan Bhajan untuk Dewa Krishna. Dia tercenung, seolah terhipnotis. Tuan Atgah Khan sadar jika sudah begitu maka tak ada yang bisa menganggunya. Dia sepertinya menyadari tabiat baru Raja Jalal.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Selanjutnya, Raja Jalal mendekati kamar Ratu Jodha, di mana sang ratu tengah duduk di depan mandir. Raja Jalal melepas sandalnya. Kemudian duduk di kursi menatap Ratu Jodha penuh kekaguman tiada habisnya.

Selesai berdoa, Ratu Jodha memanggil Moti dan menyerahkan prasad padanya – menyuruhnya membagikan kepada orang-orang. Raja Jalal mendehem untuk menunjukkan keberadaan dirinya, dan berkata, “Ratu Jodha izinkan aku minta prasad itu juga.” Keberadaan Raja Jalal di sana membuat Ratu Jodha terkejut. Dia menyalahkan Moti yang tidak memberitahunya. Raja Jalal meminta Ratu Jodha tidak menyalahkan dirinya, karena Moti juga tidak tahu dirinya ada di sana.

Ratu Jodha bertanya apa yang membuat Raja Jalal datang ke kamarnya? Raja Jalal menjelaskan jika dirinya sedang bicara dengan Tuan Atgah Khan dan tiba-tiba mendengar Ratu Jodha bernyanyi. “Tapi, kalau kamu tidak menginginkan aku di sini, aku bisa pergi kok,” ucapnya. Ratu Jodha menahan tangan Raja Jalal – mereka saling menatap sekilas. Ratu Jodha melepas tangan Raja Jalal dan meminta maaf. Raja Jalal tersenyum saja.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Saat keduanya duduk saling berhadapan, Raja Jalal mengungkapkan, “Aku sangat menikmati perjalanan ke Sikri. Oiya, kamu lebih suka perjalanannya atau kebersamaan denganku.”

Ratu Jodha protes Raja Jalal, “Pertanyaan macam apa itu?! Kita kan berjalan bersama?” Raja Jalal tertawa mendengar jawaban Ratu Jodha, seolah dirinya telah berhasil menggoda sang ratu. Dia berkata, “Ratu Jodha, jawablah, itu bukan pertanyaan yang sulit kan?”

Ratu Jodha bingung harus menjawabnya, dan hanya bisa menundukkan kepala. Saat itu dia melihat kaki Raja Jalal lecet-lecet dan langsung meminta Moti mengambil air hangat. “Duduklah dengan tenang Paduka,” pinta Ratu Jodha. Meskipun bertanya-tanya apa yang dilakukan sang ratu, tapi Raja Jalal mengikuti apa yang dikatakannya.

Tidak lama kemudian, Moti membawakan baskom berisi air hangat. Ratu Jodha membantu Moti meletakkannya di lantai. Segera setelahnya, dia bersimpuh di hadapan Raja Jalal dan menjelaskan bahwa dirinya ingin merawat kakinya – kemudian, mengangkat kaki Raja Jalal dan memasukkannya perlahan-lahan ke dalam baskom. “Kamu ini aneh Ratu Jodha. Kamu tak mengizinkanku untuk menyentuh kakimu, tapi kamu sendiri justru menyentuh kakiku. Apa itu adil?”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Ratu Jodha tidak menjawabnya dan mulai memijat kaki Raja Jalal. Hal ini membuat Raja Jalal kegelian, sehingga menarik kakinya. Ratu Jodha menahannya, memintanya diam. “Maafkan aku, Ratu Jodha, tapi pijatanmu membuat kakiku geli,” komentar Raja Jalal. Ratu Jodha terkekeh.

Kemudian, Ratu Jodha menceritakan ilustrasi temannya yang dipaksa hidup berjauh-jauhan dengan suaminya, sambil terus memijat kaki Raja Jalal di air hangat. Raja Jalal menatap istrinya dengan tatapan penuh selidik. Dia bertanya apa yang ingin Ratu Jodha katakan sebenarnya – dia melihat wajah Ratu Jodha seolah ingin mengatakan sesuatu padanya?

Pada akhirnya, Ratu Jodha mengatakan dengan penuh rasa kekhawatiran bahwa dirinya telah menemui Bakshi Bano. Sontak Raja Jalal mengangkat kakinya dari dalam baskom air dan membuang muka. “Ratu Jodha, kamu sudah tahu kan kalau dia adalah pengkhianat Mughal?”

“Namun, saya hanya memberikan benang suci yang didapat dari Imam Salim Chisti padanya. Hal itu sebagai balasan, karena Bakshi Bano telah mendoakannya saat saya kritis.”

Pun begitu Raja Jalal tetap menyalahkannya – menyalahi aturan yang telah diputuskannya. Kemudian Ratu Jodha memberitahu jika Bakshi Bano tengah berbadan dua. Hal ini membuat Raja Jalal sedikit bergembira. “Berarti aku jadi seorang paman nih?” Ratu Jodha mengangguk-angguk cepat. Lalu, wajah Raja Jalal berubah kembali setelah dirinya menyadari sesuatu. Dia bergegas pergi, tapi Ratu Jodha menahannya – memintanya untuk memaafkan Baskhi Bano dan Sharifudin. Raja Jalal menepis tangan Ratu Jodha dengan kasar, dan mengatakan bahwa mereka berdua tidak layak dimaafkan. Dia akhirnya pergi, tidak mau membicarakan hal ini lebih lanjut.

Melihat kepergiaan sang suami, Ratu Jodha hanya bisa menatap dengan sedih. “Di satu sisi dia penuh kasih dan cinta, di sisi lain di keras seperti batu. Kenapa Yang Mulai bersikap seperti sekarang?” gumamnya.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Di dalam sel penjara, Sharifudin mencak-mencak mengatai Ratu Jodha telah lupa pada orang yang telah memberinya informasi. Padahal, dia adalah harapan terakhirnya. Prajurit kepercayaan Sharifudin datang menemuinya. Segera Sharifudin menanyai apa informasi terbaru yang dibawanya. “Ada dua kabar yang saya bawa untuk Anda, Tuan,” ucapnya, “Kabar baik dan kabar buruk.”

Kabar buruknya, Raja Jalal memerintahkan pemindahan Sharifudin ke Benteng Rohtaj demi menghindari dirinya kabur, sebagaimana yang dilakukan Abu Mali sebelumnya. Hal ini jelas membuat Sharifudin terkejut. “Ratu sial!” geramnya, “Lalu, kabar baik apa yang kamu bawa?”

“Istri Anda hamil, Tuan,” jawab prajurit.

Kabar baik itu sempat membuat Sharifudin kaget, tapi sejurus kemudian dia terkekeh. Dia menyebutkan saat seorang wanita mencintai seorang pria, maka keberuntungan sedang menyertainya, sekalipun pria itu orang paling tidak beruntung di dunia. Kening prajurit mengerut – dia tidak mengerti apa maksud kata-kata Sharifudin. “Akhirnya, aku akan bisa menghirup udara segara di luar penjara!” katanya, tapi tidak menjelaskan maksudnya, kecuali menjanjikan hadiah kepada prajurit dan mengucapkan terima kasih kepada Bakshi Bano.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Ibu Suri Hamida sudah berada di peraduan untuk menenggelamkan diri dalam buaian mimpi. Namun, hal itu harus ditunda untuk dilakukan, ketika seorang pelayan masuk dan memberitahunya bahwa Ratu Jodha berniat menemuinya. Heran Ibu Suri dengan Ratu Jodha yang ingin menemuinya selarutnya ini.

Tidak lama kemudian, Ratu Jodha masuk dan menemukan Ibu Suri sudah ada di peraduan. Hal ini membuatnya mengurungkan niat untuk membicarakan apa yang ingin dikatakannya. Dia berjanji akan kembali lagi besok. Namun, Ibu Suri menahannya dan memintanya untuk mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Dia yakin ada sesuatu hal yang penting ingin dibicarakan Ratu Jodha – bila tidak, tidak mungkin Ratu Jodha datang menemuinya selarut ini.

Ratu Jodha duduk. Wajahnya tampak gelisah ketika menyampaikan tentang Bakshi Bano. Reaksi Ibu Suri agak di luar perkiraan Ratu Jodha. Ibu Suri tampak tidak suka dengan obrolan itu – obrolan soal Bakshi Bano. “Ada apa Ratu Jodha? Apa dia membuat ulah lagi?” tanyanya.

Ratu Jodha menggeleng dan mengatakan bahwa saat ini Bakshi Bano tengah mengandung. Ibu Suri memberikan reaksi yang hampir sama dengan Raja Jalal. Dia mengaku tidak tahu harus bersikap bagaimana dengan berita ini, apakah senang ataupun sedih. “Biar bagaimanapun, jabang bayi yang dikandung Bakshi Bano adalah calon anak seorang pengkhianat. Apa kamu habis menemuinya? Apa kamu tidak tahu jika menemuinya merupakan pelanggaran besar? Bagaimana bila Paduka Jalal tahu?”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Seolah tidak peduli dengan celoteh Ibu Suri, Ratu Jodha mengatakan bahwa Bakshi Bano perlu ditemani oleh suaminya, Sharifudin, dalam proses kehamilan hingga kelahiran. Dia meminta Ibu Suri sudi membujuk Raja Jalal untuk mengampuni Bakshi Bano. Namun, Ibu Suri menolak, karena yakin Raja Jalal pasti juga akan menolak. Dia mengaku gembira dengan kabar bahwa Bakshi Bano hamil. Meski begitu, dia menambahkan bahwa Raja Jalal takkan menjilat ludahnya sendiri, meski Bakshi Bano tengah hamil. Seorang pengkhianat tetaplah pengkhianat di mata Raja Jalal. Takkan ada toleransi!

Karena yang dijahati adalah dirinya, Ratu Jodha mengaku telah memaafkan Bakshi Bano dan Sharifudin. Dia menegaskan bahwa Baksi Bano yang sedang hamil membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari sang suami, juga keluarga. Meski begitu, Ibu Suri tetap kukuh mempertahankan pendapatnya yang berseberangan dengan Ratu Jodha. Dia mempertanyakan sikap Ratu Jodha yang lebih memihak Bakshi Bano dan Sharifudin – dua orang yang telah berusaha menjatuhkan Ratu Jodha dengan fitnahan di depan Raja Jalal.

Ratu Jodha merasa, meski telah melakukan kejahatan yang sempurna, Bakshi Bano harus diberi kesempatan kedua. Dia tidak menampik apa yang dikatakan Ibu Suri salah, tapi untuk kali ini dia rela akan melakukan pelanggaran demi Bakshi Bano. Air mata Ratu Jodha meleleh. “Seorang pesakitan (terhukum, red.) takkan menderita saat dihukum, kecuali dirinya bertobat. Saya melihat Bakshi Bano telah menyadari kekeliruannya. Jadi, takkan saya biarkan dia berada di dalam penderitaan. Akan saya lakukan pelanggaran deminya, supaya dia tidak merasa sendirian lagi. Saya takkan mendengarkan kata-kata Ibu, kecuali Ibu membujuk Paduka untuk membebaskan Bakshi Bano dari hukuman.”

Ibu Suri memeluk Ratu Jodha. Dia memuji dan bersyukur atas sikap dan sifat Ratu Jodha. “Andai semua orang memiliki kasih dan kebaikan sepertimu...” kata Ibu Suri, akhirnya sepakat dengan apa yang dikatakan Ratu Jodha.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Beberapa waktu kemudian, Ibu Suri Hamida memanggil Raja Jalal bersama para wanita (seperti Ratu Ruqaiya, Ratu Jodha, Ratu Salima, PM Maham, Jiji Anga, dan Gulbadan). Melihat perkumpulan wanita, Raja Jalal menjadi heran dan bertanya, “Ibu, kenapa semua orang ada di sini?”

“Paduka Jalal,” sahut Ibu Suri dengan nada penuh kelembutan, “Anda adalah seorang raja yang bijaksana yang selalu memberikan apapun yang kami maui. Bahkan, Anda selalu lebih memberikannya. Maksudku memanggil semua orang, termasuk Anda, adalah aku ingin meminta supaya Bakshi Bano dimaafkan. Biar bagaimana dia adalah adikmu.”

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

Raja Jalal berdiri dan pergi tanpa berkata-kata. Baru selangkah, dia berhenti dan berbalik, mengatakan, “Ibu, selama ini saya selalu menuruti apapun yang Ibu mau. Tapi kali ini, berhentilah berharap aku akan memaafkan Bakshi Bano. Aku tak bisa lemah kepada seorang pengkhianat, khususnya, orang yang berusaha memperalat ratuku!!!”

Semua wanita yang hadir di sana saling berpandangan. Mereka kemudian memandangi Raja Jalal.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 177.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 176

0 komentar:

Post a Comment