Tuesday, January 6, 2015

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 172

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 171.

Pada episode sebelumnya, kita tahu jika rombongan Raja Jalal dan Ratu Jodha tengah menuju ke Sikri. Perjalanan mereka terhambat saat para penjaga pintu gerbang memenjarakan mereka karena tidak membayar uang jalan – karena memang tidak ada peraturan yang dibuatnya. Alhasil, Raja Jalal dan Ratu Jodha meringkuk di dalam sel penjara yang sama.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 172

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Napi laki-laki yang mendekati Raja Jalal bertanya ini-itu kepada Raja Jalal, sehingga yang ditanya merasa terganggu. Ratu Jodha hanya tersenyum sesekali.

“Lalu, kenapa kau sampai bisa masuk penjara?” tanya napi itu. Raja Jalal menjawab dirinya telah mencuri sesuatu. Napi itu kemudian mendesak apa yang dicuri oleh Raja Jalal? Terdesak, Raja Jalal hanya menatap Ratu Jodha, seolah ingin mengatakan bawah dia telah mencuri Ratu Jodha. Napi itu paham, kemudian berkomentar, “Hah, kau telah mencuri sesuatu yang besar kawan. Perempuan itu bak seorang putri. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana kau mendapatkannya?”

Raja Jalal diam saja. Sehingga Ratu Jodha memperlihatkan ekspresi tak senang. “Hahaha, kalian ini bak awak kapal dan mutiara,” komentar sang napi lagi. Ratu Jodha terkekeh mendengar, membuat Raja Jalal memperlihatkan wajah kecut. Laki-laki itu mengatakan bahwa istri Raja Jalal sangatlah cantik, yang rela minum racun deminya. Kemudian dia membandingkan Raja Jalal yang ada di hadapannya dengan Raja Jalal yang ada di dalam imajinasinya. Dia tertawa-tawa, untuk menghiburnya laki-laki itu memeluk Raja Jalal. Namun itu membuat Raja Jalal risih. Kemudian, Raja Jalal menepis pria ini sampai jatuh dan laki-laki masih tertawa-tawa. Raja Jalal kemudian menatap Ratu Jodha yang ikut-ikutan tertawa.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Malam harinya, Raja Jalal mendekati Ratu Jodha, dan bertanya mengenai kondisinya. Ratu Jodha menyahut, “Saya baik-baik saja Paduka.”

“Apa kamu lapar?” tanya Raja Jalal, kemudian berteriak minta makan pada penjaga. Tidak lama kemudian, sipir membawa makanan untuk para tahanan – makanan penjara tidak layak makan. Raja Jalal protes, menolak makan.

“Apa kamu bilang? Tidak layak makan? Hahaha, kamu ini bukan Raja Jalal, jadi makan sajalah,” jelas sipir.

“Hei, siapa yang menyuruh kalian mengambil pajak yatra?” pekik Raja Jalal. Penjaga penjara menjawab jika itu merupakan perintah Raja Jalal. Demi membuktikan kebenarannya, kepala sipir mendatanginya dan memperlihatkan surat pernyataan mengenai pajak yatra dibubuhi stempel shahi.

“Itu tidak benar!” pekik Raja Jalal. Kepala sipir kesal dan siap menghukum Raja Jalal, karena telah menentang hukum! Sebelum dibawa ke tempat penghukuman, Raja Jalal bertanya kenapa orang yang pergi harus membayar pajak yatra?

“Karena kamu itu beragama Hindu!” jelas sipir.

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Tidak lama kemudian, beberapa orang sipir masuk ke sel yang dihuni Raja Jalal dan Ratu Jodha. Mereka segera menyeret Raja Jalal ke tempat penghukuman. Ratu Jodha mengikuti mereka semua. Di tempat penghukuman Raja Jalal diikat ke sebuah tiang sementara sipir akan memukulinya. Ratu Jodha menghentikannya. Dia mendekat dan meminta Raja Jalal untuk mengungkap siapa mereka sebenarnya. Namun Raja Jalal menolaknya.

“Biar aku tahu masalah apa yang dihadapi oleh rakyat! Bersumpahlah Ratu Jodha untuk tidak membocorkan kepada mereka siapa kita sebenarnya!” perintah Raja Jalal, dan sipir menarik tangan Ratu Jodha menjauhi Raja Jalal.

Saat itu, kepala sipir telah bersiap dengan cambuk di tangannya. Sekali lagi, Ratu Jodha berusaha mencegahnya dengan merampas cambuk tersebut dan membuangnya. Kemudian, dia menawarkan semua perhiasannya sebagai ganti hukuman Raja Jalal. Tentu saja kepala sipir setuju dengan itu. Keduanya pun dibebaskan. Raja Jalal menyayangkan sikap Ratu Jodha yang membuatnya menerima hukuman dari aturannya sendiri.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Hanya mereka berdua saja yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Sikri. Sebab, para pengawal masih meringkuk di sel tahanan. Meski berdua, ada perubahan hubungan yang terjadi di antara mereka. Malam itu, keduanya menjadi lebih dekat. Bak sepasang kekasih yang sedang kasmaran, keduanya saling bergandengan berjalan bersisian.

“Kita istirahat dulu di sini, tanpa pengawal melakukan perjalanan di malam hari sangatlah berbahaya. Terlebih kamu sudah terlihat sangat letih.” Diberi kelonggaran seperti itu, Ratu Jodha malah mengaku belum letih dan meminta Raja Jalal untuk melanjutkan perjalanan saja. Tentu saja, Raja Jalal tidak mau. Dia menyuruh Ratu Jodha melihat kakinya sendiri yang bengkak.

sinopsis Jodha Akbar episode 172

Kemudian Raja Jalal meminta Ratu Jodha duduk untuk membuat api unggun. Raja Jalal melepas ikat pinggangnya. Dia kemudian mengambil segenggam tanah dan membungkusnya dengan kain dan membasahinya. Bungkusan tanah itu kemudian dipanaskan sampai menghangat. Setelah itu, dia menempelkan bungkusan tanah hangat itu ke kaki Ratu Jodha yang bengkak.

Namun... Ratu Jodha menarik kakinya. Dia mengatakan, “Seorang suami tak boleh menyentuh kaki seorang istri. Itu peraturan Rajvanshi.”

“Terus apa lagi peraturan Rajvanshi yang tidak boleh kulakukan? Ratu Jodha, dengarkan aku, aku menyentuh kakimu karena kakimu bengkak. Jika tidak bengkak, aku takkan menyentuhnya, karena kamu pasti akan mendorongku lagi.”

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Mendengar pernyataan Raja Jalal itu, Ratu Jodha terenyuh. Dia kemudian mengambil bungkusan tanah hangat itu dan menempelkannya di kakinya sendiri. Sementara Ratu Jodha melakukan hal itu, Raja Jalal hanya melihatnya saja. Ratu Jodha bertanya, “Darimana Anda mengetahui tentang semua ini?”

“Aku ini pemburu, jadi tahu hal-hal kecil seperti ini,” ungkap Raja Jalal, yang telinganya tiba-tiba mendengar suara musik di kejauhan. Raja Jalal mengusulkan supaya mereka pergi mendekati suara musik itu. Ratu Jodha setuju dengan usulan ini.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Sementara itu, di dalam penjara, Sharifuddin meledak amarahnya. Dia heran kenapa Ratu Jodha belum juga mengeluarkannya dari tempat busuk itu, padahal dia telah membantunya mengatakan siapa Benazir sebenarnya?

Di lain sisi, Adham Khan melaporkan kepada PM Maham jika Sharifuddin memiliki pikiran bahwa dirinya akan dibebaskan. PM Maham menenangkan putranya. Dia menilai hal itu takkan terjadi. Raja Jalal takkan mengizinkan Sharifuddin bebas, sebab itu akan membahayakan Adham Khan. PM Maham berpikir siapa orang membuat Sharifuddin berpikir seperti itu – orang ini yang akan membantunya keluar penjara?

*

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Raja Jalal dan Ratu Jodha sampai ke asal suara musik. Itu adalah sebuah karavan yang sedang tetirah dari perjalanannya. Mereka bergaya Rajhistani semuanya. Ratu Jodha meragu untuk bergabung, namun Raja Jalal bilang jika dirinya akan selalu menemani Ratu Jodha.

Dan ternyata, orang-orang karavan ini sangatlah ramah menyambut kedatangan Raja Jalal dan Ratu Jodha. Seorang pria, yang terlihat seperti pemimpin karavan itu, memanggil istrinya. Setelah istrinya keluar, segera dia mengajak Ratu Jodha pergi dan memberinya gelang untuk menandai dirinya sudah menikah. Sementara pria tadi mengajak Raja Jalal untuk menghirup hokkah bersama.

“Anda dari mana Tuan?” tanya pria itu kepada Raja Jalal.

“Kami berdua dari mewaar dan tengah pergi untuk melakukan terat yatra,” sahut Raja Jalal, kemudian Ratu Jodha menghampiri mereka dan duduk di sebelah Raja Jalal. Pertunjukan tari-tarian pun dimulai. Baik Ratu Jodha maupun Raja Jalal sangat menikmatinya. Bahkan mereka berdua memiliki imajinasi liar tersendiri.

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Raja Jalal mengimajinasikan dirinya tengah menari di depan Ratu Jodha. Sedangkan, Ratu Jodha mengimajinasikan yang memainkan musisi yang memainkan alat musiknya adalah Raja Jalal – dia senyam-senyum sendiri. “Apa yang kamu pikirkan?” tanya Raja Jalal dengan logat Rajhistani ketika melihat istrinya tersenyum sendirian. Namun, Ratu Jodha menjawab tidak apa-apa. Raja Jalal mendengus dan mengatakan bahwa para wanita memang sangat sulit dimengerti.

“Kenapa mencobanya?” ledek Ratu Jodha.

Beberapa waktu kemudian, pertunjukan tari-tarian pun selesai dilakukan. Pria yang menyambut Raja Jalal tadi meminta istrinya untuk membuatkan makanan. Giliran Raja Jalal bertanya, “Kenapa Anda ada di sini?”

Pria itu menjawab, “Kami sedang dalam perjalanan dan singgah sejenak di sini. Setelah itu, kami akan pergi kembali, karena tempat ini tidak aman di malam hari. Banyak pencuri berkeliaran di sini.”

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Ratu Jodha, yang melihat para wanita sedang membuat roti, lalu mendekat dan mengatakan bahwa dirinya juga ingin membuatkan roti untuk suaminya. Istri pria tadi mempersilakan Ratu Jodha untuk membuatnya. Dia juga mengatakan jika Ratu Jodha pasti sangat mencintai suaminya.

Ketika Ratu Jodha membuat roti, tak sekalipun mata Raja Jalal lepas dari sang istri. Dia menatap Ratu Jodha dengan penuh cinta. Bahkan, waktu tangan Ratu Jodha menyentuh penggorengan panas, Raja Jalal seolah merasakan panas itu dan tampak khawatir.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 172

Tidak bisa membayangkan Raja Jalal dan Ratu Jodha jalan berdua-duaan saja, akhir Ratu Ruqaiya memutuskan untuk menyusul rombongan. Ibu Suri Hamida bertanya, “Bagaimana caramu menemukan Raja Jalal?”

“Jangan khawatir, Ibu, saya pasti menemukan mereka walaupun tengah menyamar sekalipun,” jawab Ratu Ruqaiya. Walaupun sedikit berat, Ibu Suri memberikan restunya kepada Ratu Ruqaiya sambil mengingatkan bahwa siapapun istri yang dekat dengan Raja Jalal, tetap saja dia nomor satu.

Sebelum benar-benar meninggalkan istana, Ratu Ruqaiya pergi menemui cs-nya terlebih dulu, yaitu PM Maham. Mereka berjalan bersama. “Andai saja, Anda mendengarkan saya sejak awal, maka semuanya akan berbeda sekarang. Tapi, pepatah mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” komentar PM Maham. Ratu Ruqaiya pun pergi.

Gul Badan bertanya kepada Ibu Suri Hamida, “Kenapa Ratu Ruqaiya mendadak mau menyusul Raja Jalal?” Ibu Suri menjawab bahwa Ratu Ruqaiya merasa posisinya terancam, karena dia berpikir Ratu Jodha akan mengambil Raja Jalal darinya.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 172
sinopsis Jodha Akbar episode 172

Ratu Jodha menghidangkan roti buatannya kepada Raja Jalal, sambil mengingatkan jika makanan ini hanya makanan biasa yang kerap dimakan oleh rakyat. Raja Jalal mengaku tidak ada masalah, tapi yang menjadi masalahnya adalah apa tangan Ratu Jodha baik-baik saja?

“Tidak apa-apa. Ini hanya luka biasa,” sahut Ratu Jodha, “Saya senang Anda memberi perhatian kepada saya. Silakan dimakan rotinya.”

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 173.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 172

0 komentar:

Post a Comment