Friday, January 2, 2015

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 168

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 167.

Dalam episode 167 lalu, kita tahu jika Ratu Jodha masih belum melewati kritis. Adegan terakhir, entah imajinasi entah jiwa Raja Jalal masuk ke dunia jiwa Ratu Jodha, diperlihatkan jika sang raja Mughal tidak ingin kehilangan orang yang telah menyelamatkannya (terasa kehilangan saat orang yang di sisinya pergi). Pada akhirnya, tangan dan bibir Ratu Jodha bergerak, membuat Raja Jalal tersentak.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 168

sinopsis Jodha Akbar episode 168

Melihat ada gerakan pada bibir dan tangan Ratu Jodha, Raja Jalal berbisik, 'Ratu Jodha, bangunlah. Bangunlah Ratu Jodha. Hidupmu membuat akan membuat hidupku sangat berarti.'

Dia kemudian memanggil semua orang. Tidak berapa lama kemudian, Tabib, Ibu Suri, Ratu Ruqaiya, Ratu Salima, dan PM Maham masuk. Perlahan-lahan Ratu Jodha membuka matanya. Semua orang bahagia melihatnya. Satu kata yang langsung keluar dari mulut Ratu Jodha adalah “Bagaimana dengan Benazir?”

“Tenanglah, jangan khawatirkan tentangnya,” sahut Raja Jalal dengan lembut, “Dia sudah pergi. Kamu beristirahat saja dengan tenang.”

Tabib mengatakan jika kesembuhan Ratu Jodha merupakan satu keajaiban tersendiri. “Sepertinya Ratu Jodha telah memiliki alasan untuk kembali menyongsong kehidupan,” katanya menjelaskan, “Doa semua orang diijabah Gusti Allah. Tapi, sepertinya Ratu Jodha masih memerlukan istirahat yang cukup.”

sinopsis Jodha Akbar episode 168
sinopsis Jodha Akbar episode 168

Raja Jalal meminta semua orang untuk meninggalkan kamar, supaya Ratu Jodha memiliki ruang untuk beristirahat memulihkan diri. Semua orang pun pergi sesuai permintaan sang raja. Namun, giliran Raja Jalal berniat pergi, Ratu Jodha menahan tangannya. Raja Jalal berbalik dan membelai tangan Ratu Jodha. Kemudian, pelan-pelan dia melepaskan tangan Ratu Jodha itu dan meletakkan secara hati-hati pada tempatnya. Sebelum benar-benar pergi, Raja Jalal menatap sekilas wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta.

***

sinopsis Jodha Akbar episode 168

Raja Jalal berjalan di antara kerumunan orang yang mengelu-elukan namanya. Bersama orang-orang di lingkaran terdekatnya, dia pergi ke Dargah (sebuah makam wali yang suci) untuk memanjatkan doa serta puja-puji syukur ke hadirat Gusti Allah. Itu berlangsung selama beberapa saat. Setelahnya, Raja Jalal keluar dan keluarganya keluar Dargah, di mana orang-orang telah bersorak menyambut dirinya dan Ratu Jodha.

***

sinopsis Jodha Akbar episode 168

Di kamarnya, Ratu Jodha mendengarkan suara orang-orang meneriakkan namanya. Dia bertanya, “Apa itu?”

“Istirahatlah Ratu Jodha,” pinta pelayan setianya, Moti. Namun, Ratu Jodha menggeleng dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Kemudian, dia berdiri di depan balkon melihat ribuan orang berkerumun.

***

sinopsis Jodha Akbar episode 168
sinopsis Jodha Akbar episode 168

Sementara itu, Raja Jalal melepas mahkotanya, kalung kebesarannya, dan jubahnya di hadapan rakyatnya. Hal ini membuat rakyat ketar-ketir. Mereka takut jika Kerajaan Mughal secara mendadak menyerang. Raja Jalal kemudian mulai berpidato.

“Saya tahu, kalian pasti akan berpikir bahwa aku sudah gila. Karena, seorang raja lain mungkin takkan melakukan apa yang kulakukan seperti saya sekarang ketika ada keluarga terdekatnya yang meninggal,” Raja Jalal memulai pidatonya, “Ini karena, hari ini, saya tidak ingin bicara di depan kalian semua sebagai Raja Mughal, melainkan sebagai manusia biasa.“

“Hari ini, saya berada di antara keluarga terdekat saya – keluarga yang membantu saya melewati masa-masa sulit seperti saat ini. Saya juga mengucapkan terima kasih, karena doa kalian semua menyelamatkan saya dari racun wanita beracun. Terutama, saya berterima kasih atas doa dan tindakan yang dilakukan Ratu Jodha kepada saya.”

sinopsis Jodha Akbar episode 168

Ratu Jodha, yang mendengar pidato Raja Jalal, menangis haru saat ini.

“Saya pernah mengatakan bahwa saya ini tidak memiliki hati,” sambung Raja Jalal, “Tapi, hari ini, dari lubuk hati saya terdalam, saya ucapkan terima kasih. Kalian semua tidak perlu takut lagi terhadap pedang saya, karena mulai hari ini saya menganggap kalian semua adalah keluarga. Semua kekuatan dan kekuasaan yang saya miliki adalah berkat dukungan kalian.”

sinopsis Jodha Akbar episode 168

Pidato Raja Jalal diakhiri dengan pernyataan untuk mengadakan jashn (semacam pesta). Tapi, bukan di istana, melainkan di kalangan rakyat sendiri. Semua orang pun menyambutnya dengan penuh sukacita.

***

sinopsis Jodha Akbar episode 168
sinopsis Jodha Akbar episode 168

Javida berjoget-joget sambil memanggil-manggil nama Ratu Jodha. Saat itu, dia berpapasan dengan Adham Khan. Dia bertanya apa Adham Khan suaminya akan memberinya kesempatan untuk menyelamatkan hidupnya seperti yang dilakukan Ratu Jodha?

“Aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan hidup Anda, Suamiku,” kata Javida dengan ceria, “Kulihat Anda tampak mengkhawatirkan Ratu Jodha? Anda sangat manis Suamiku. Biarpun Anda dan Raja Jalal bukan saudara sedarah, tapi Anda sangat mempedulikannya. Anda pasti bangga dengan Raja Jalal. Jika ada seseorang yang berusaha membunuh Anda, aku akan datang menyelamatkan Anda, Suamiku.”

Bukannya senang dengan kata-kata Javida, Adham Khan justru muak. Dia cabut pisau yang tersimpan di sarungnya mengacungkannya di depan Javida, sambil mengatakan, “Takkan kubiarkan seorang pun melakukan sesuatu padaku.” Kemudian, Adham Khan hendak menghujam dirinya dengan pisaunya sendiri, tapi tidak jadi, dan pergi dengan perasaan kesal.

***

sinopsis Jodha Akbar episode 168
sinopsis Jodha Akbar episode 168

Kepada Ratu Jodha, Moti mengatakan bahwa Raja Jalal menghabiskan waktu di kamar Ratu Jodha tanpa memedulikan Ratu Ruqaiya. Dia menggenggam tangan Ratu Jodha sepanjang waktu, seolah-olah itu menjadi waktu terakhirnya melakukan itu. Bahkan, Raja Jalal hanya bisa mengikuti perintah Hakima Sahiba (Tabib yang Terhormat) melakukan apapun demi bisa menyelamatkan Ratu Jodha.

Ratu Salima datang dan memberikan salam kepada Ratu Jodha. Kemudian, dia menambahkan apa yang telah dikatakan Moti. “Saya sama sekali tidak pernah melihat Paduka Jalal tampak sangat khawatir, tapi Beliau benar-benar ada di sisi Anda sepanjang waktu, Ratu Jodha.”

“Benarkah Beliau melakukan itu semua untuk saya?” tanya Ratu Jodha, seolah tidak percaya dengan penjelasan dua orang yang dipercayainya itu.

Tidak lama berikutnya, Ratu Ruqaiya masuk dan mengucapkan terima kasih kepada Ratu Jodha karena telah menyelamatkan Raja Jalal dengan risiko kematian. Setelah mengatakan hal itu, Ratu Ruqaiya pergi kembali.

sinopsis Jodha Akbar episode 168

Ratu Jodha kemudian meminta Moti kembali mengatakan apa yang telah Raja Jalal dan lakukan untuknya. Moti menyahut jika dirinya telah menceritakan semuanya – cerita yang ingin Ratu Jodha dengar bahwa Raja Jalal makin menyukainya.

Ratu Jodha merasa hal itu tidaklah mungkin, sebab hampir tiap kali bertemu Raja Jalal menggoda (mengejek) dirinya karena telah melakukan ini maupun itu. “Jadi, untuk kali ini aku harus tahu semua kebenarannya.”

Tepat saat Ratu Jodha menyelesaikan kalimatnya, Raja Jalal datang ke sana. Ratu Jodha ingat saat Raja Jalal mengatakan kepadanya takkan menginjakkan kaki di kamarnya lagi.

“Terasa sangat aneh jika aku tak boleh ke kamarmu lagi kan?” ucap Raja Jalal, kemudian keluar dan masuk kembali ke kamar Ratu Jodha dengan melepas sepatu.

“Anda yakin mau masuk ke kamar ini?”

sinopsis Jodha Akbar episode 168
sinopsis Jodha Akbar episode 168

Raja Jalal mendekati Ratu Jodha. Keduanya terlihat meragu. Kemudian, Raja Jalal melihat Kahna (patung dewa yang kerap dibawa-bawa Ratu Jodha) dan pergi mendekat mandir untuk berdoa. Ratu Jodha tersenyum melihatnya – akhirnya, Raja Jalal menghormati keyakinannya. Kemudian, Raja Jalal mengambil piring aarti terus mendekati Ratu Jodha yang masih terbaring di tempat tidur.

“Memang aku tidak akan memasuki kamar ini lagi, tapi kadang-kadang keinginan manusia tidak bekerja di hadapan Tuhan,” tukas Raja Jalal, kemudian memberikan aarti untuk Ratu Jodha dan Moti. Kemudian, Raja Jalal menanyakan kondisi kesehatan Ratu Jodha, yang dijawab bahwa kondisi tubuhnya mulai membaik.

Mata Raja Jalal menumbuk ke arah obat yang masih teronggok di meja. “Kenapa kamu tidak memberikannya kepada Ratu Jodha?” Moti menjawab bila dirinya telah memberikan obat tersebut kepada Ratu Jodha beberapa waktu sebelumnya, dan yang masih di meja akan diberikannya nanti.

“Kalau begitu kenapa tidak ditutup?”

“Hakima Sahiba mengatakan kepada Hamba untuk membiarkannya dibuka, supaya terkena udara terbuka,” sahut Moti. Ratu Jodha kemudian menatap Raja Jalal dengan tatapan meragu. Moti tahu diri dan segera pamit. “Hamba akan berada di luar. Jika Paduka Jalal dan Ratu Jodha membutuhkan, silakan panggil Hamba kembali.”

sinopsis Jodha Akbar episode 168

“Terima kasih Moti. Aku memang ingin bicara secara pribadi dengan Ratu Jodha. Pastikan tidak ada orang yang masuk ke kamar ini,” kata Raja Jalal memberi perintah. Moti mengangguk kemudian pergi.

“Apa yang mau Anda katakan?” tanya Ratu Jodha selepas Moti pergi. Raja Jalal tidak mengatakan apapun, selain menatap dalam mata Ratu Jodha.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 169.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 168

0 komentar:

Post a Comment