Sunday, January 4, 2015

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 169

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 168.

Sebelumnya di episode 168, Raja Jalal meminta Moti untuk pergi supaya dia bisa bicara dengan Ratu Jodha yang kondisinya berangsur-angsur membaik.

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 169

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Raja Jalal duduk di hadapan Ratu Jodha yang menatapnya, menunggu apa yang ingin dikatakannya. “Ratu Jodha,” tukas Raja Jalal berikutnya, “Apa kamu tidak takut sama sekali? Bagaimana jika kamu benar-benar meninggal saat itu?”

Ratu Jodha menjawab bila sudah menjadi kewajiban baginya untuk menyelamatkan suaminya. Lagipula, Raja Jalal sendiri tidak mendengar apa yang diucapkannya, sehingga dia harus menunjukkannya secara langsung.

“Bukannya aku tidak mendengarkan kata-katamu,” sahut Raja Jalal, “Aku tidak menemukan apapun dari apa yang kamu katakan. Baiklah, lupakan itu, apa yang mau kutanyakan padamu adalah kenapa kamu menyelamatkanku dari upaya pembunuhan yang dilakukan Benazir?”

“Kenapa Anda berpikir saya menyelamatkan Anda?” tanya Ratu Jodha, membuat perasaan mereka berdua tetap berjarak.

Raja Jalal terhenyak sesaat dan menyahut, “Aku berpikir bahwa kamu mencintaiku. Kamu meletakkan namaku di hatimu.” Ratu Jodha terdiam. Dia hanya menatap suaminya tanpa berkata-kata.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Di luar kamar, Ratu Ruqaiya datang untuk bertemu dengan Ratu Jodha. Sebagaimana sudah dipesankan oleh Raja Jalal, Moti menahannya. Dia minta Ratu Ruqaiya tidak masuk dulu. Sisi sombong Ratu Ruqaiya sebagai ratu kepala kembali mencuat. Dia menyemprot kepada Moti, “Aku ini Permaisuri!!! Aku tak perlu izin darimu untuk masuk ke dalam!!!”

Mandat yang diterima langsung dari Raja Jalal, membuat Moti kukuh tidak memberikan izin pada Ratu Ruqaiya untuk menemui Ratu Jodha. “Ini perintah Paduka Jalal, tak seorang pun diizinkan masuk, karena tidak mau diganggu!”

Pada akhirnya, Ratu Ruqaiya mengalah. Dia mengatakan, “Moti, beritahu Ratu Jodha, aku datang tadi.” Setelah mengatakan hal itu, dia pergi dengan wajah sedikit kesal, merasa Ratu Jodha mendapatkan hak istimewa dibanding dirinya.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Di dalam kamar, Raja Jalal mengatakan kepada Ratu Jodha bahwa dirinya akan pergi. Bersamaan dengan itu, Ratu Jodha juga mengungkapkan dirinya mau keluar. “Kamu tidak boleh keluar dulu Ratu Jodha,” ucap Raja Jalal, nada suaranya terdengar cemas. Pun begitu, Ratu Jodha ngeyel dan tetap ingin keluar jalan-jalan. “Kamu ini kenapa keras kepala sekali?”

“Saya ini seorang Rajvanshi. Jika saya ingin keluar jalan-jalan, maka saya akan melakukannya. Saya bosan di sini, mendengar cerita iblis beracun dan mendengar Anda mengatakan pada saya bahwa Anda adalah suami saya. Jadi, saya mau keluar.” Ratu Jodha berdiri, berniat keluar, tapi sejurus kemudian dia terhuyung-huyung. Beruntung Raja Jalal dengan sigap menangkapnya.

“Sudah kubilang, kamu ini masih belum sehat, kenapa masih memak...” belum kata-kata itu tuntas, Ratu Jodha menegaskan dirinya mau keluar jalan-jalan.

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Moti datang dan menanyakan kondisi Ratu Jodha. Raja Jalal menjelaskan jika Ratu Jodha bersikeras hendak keluar jalan-jalan. “Kalau begitu, biar Hamba saja yang memapah Ratu Jodha,” ucap Moti.

Namun, Raja Jalal menggeleng, tidak membiarkan Moti membawa istri tercintanya. “Biar aku saja,” sahutnya. Dia kemudian menempatkan tangan kiri Ratu Jodha di bahunya, sementara membiarkan tangan kanan Ratu Jodha menggenggam tangan kirinya. Mereka pun berjalan keluar pelan-pelan.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Sisi buruk Ratu Ruqaiya muncul kembali setelah tidak mendapatkan izin menemui Ratu Jodha yang sedang bicara dengan Raja Jalal. Dia pun menemui PM Maham dan menceritakan kekesalannya itu. Seperti biasa, PM Maham memberikan Ratu Ruqaiya ide buruk dan rencana bodoh.

“Jangan Anda beri aku rencana seperti itu lagi!” pinta Ratu Ruqaiya.

PM Maham menyadari jika Ratu Ruqaiya merasa dilema. Satu sisi bahagia semua orang baik-baik saja, satu sisi sangat cemburu dan membenci Ratu Ruqaiya. Dia hanya bisa berharap akan mengekploitasi perasaan Ratu Ruqaiya tersebut.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Raja Jalal membawa Ratu Jodha ke taman kerajaan dan menempatkannya duduk di salah satu bangkunya. Kemudian, dia duduk di hadapan Ratu Jodha dan matanya celingak-celinguk melihat hal lain selain Ratu Jodha (padahal curi-curi pandang untuk melihat Ratu Jodha). Suasana mereka berdua menjadi canggung saat ini.

Kemudian, Ratu Jodha bertanya, “Saya punya satu pertanyaan untuk Anda, Paduka Jalal. Apakah Benazir benar-benar cantik di mata Anda?”

“Kenapa Benazir masih ada di benakmu?”

“Jawab saja Paduka.”

“Well, dia cantik,” tukas Raja Jalal. Pernyataannya itu membuat hati Ratu Jodha sedikit sakit. Dia menunduk. Melihat sikap Ratu Jodha seperti itu, Raja Jalal hanya tersenyum memandangnya dengan penuh kasih. Raja Jalal melihat Ratu Jodha kedinginan, dan pergi mengambil api obor dan meletakkannya di antara mereka untuk menghangatkan diri dari dinginnya malam. Mereka berdua memposisikan tangan mereka di atas api dengan jarak yang hampir bersentuhan.

Ratu Jodha menatap Raja Jalal dengan tatapan tersipu-sipu, dan bertanya, “Kenapa tidak Anda katakan pada saya? Saya berharap apa yang Anda rasakan sama.”

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Sementara itu, Raja Jalal membalas tatapan Ratu Jodha dan berpikir untuk bisa memberitahu apa yang d
Dia berharap Benazir takkan datang lagi dan Ratu Jodha tidak mundur dari posisinya. Kemudian, Raja Jalal pergi sebentar, dan kembali membawakan selimut kemudian langsung memakaikannya di punggung Ratu Jodha. Hal ini membuat Ratu Jodha terkejut.

Di balkon, tampak Ibu Suri Hamida dan Jiji menatap kemesraan keduanya. “Senang sekali rasanya melihat mereka telah berbaikan selepas badai berlalu,” ungkap Ibu Suri, “Aku senang Raja Jalal memberikan perhatiannya untuk Ratu Jodha.”

Di sisi lain, tampak Rutu Ruqaiya menatap mereka dengan tatapan penuh kecemburuan dan luka.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169

Di dalam penjara, Sharifuddin memerintahkan anak buahnya untuk mempersiapkan dirinya keluar dari penjara. Anak buah Sharifuddin bertanya bagaimana bisa? Sharifuddin menjelaskan jika kini Ratu Jodha telah terselamatkan dan Benazir sudah dihukum. “Saatnya bagiku memetik hasil...” Sharifuddin tertawa-tawa seperti orang kesurupan.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169

Keesokan hari, di tempat pertemuan, Raja Jalal bertanya di mana Abu Mali? Kenapa belum tertangkap lagi? Tuan Atgah Khan menjawab telah menyebarkan prajurit untuk menangkapnya.

Tidak berapa lama kemudian, prajurit penjaga mengumumkan bahwa Mirza Hakim dan Maan Singh telah kembali dari medan perang. Raja Jalal mengizinkan keduanya masuk. Namun, prajurit penjaga mengatakan bahwa keduanya pergi menemui Ratu Jodha terlebih dulu untuk melihat kondisinya.

*

sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169
sinopsis Jodha Akbar episode 169

Kemudian, di kamar Ratu Jodha, Mirza Hakim merasa menyesal tidak bisa menyelamatkan kakak iparnya dari marabahaya. Ratu Jodha minta dia melupakannya, toh dirinya baik-baik saja.

“Saya tahu sebelumnya, Benazir adalah wanita beracun yang dititahkan Abu Mali membunuh Raja Jalal di Kerajaan Mughal. Ada sesuatu yang mencurigakan tentang dirinya – mengingat dirinya cantiknya berlebihan dan teka-teki di surat itu,” ucap Mirza Hakim.

Ratu Jodha meminta Mirza Hakim meninggalkan kamarnya dan menyatakan bahwa dirinya sangat bangga terhadapnya dan Maan Singh yang telah memenangkan perang. Belum sempat pergi, Raja Jalal datang. Mirza Hakim melihatnya dan segera meminta maaf.

“Maafkan saya, Kakak Jalal, tidak bertemu dengan Anda terlebih dulu dan pergi ke hareem (kediaman para wanita di istana),” tukas Mirza Hakim.

sinopsis Jodha Akbar episode 169

“Kamu datang ke sini atas restuku,” sahut Ibu Suri Hamida, ketika merasa Mirza Hakim telah melangkahi aturan-aturan yang berlaku. Pun Raja Jalal tidak ada masalah soal itu, justru malah senang. Itu membuktikan semuanya baik-baik saja. Namun, Raja Jalal meminta semua orang untuk berkumpul di tempat pertemuan, sebab ada sesuatu yang hendak disampaikannya. Dia bahkan memberikan izin bagi Ratu Jodha untuk hadir, jika memang berkenan. Ratu Jodha setuju.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 170.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 169

0 komentar:

Post a Comment