Friday, December 26, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 160

Sebelumnya Baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 159.

Pada episode sebelumnya, Benazir telah merencanakan pembunuhan Raja Jalal ketika mereka menyeberang Sungai Yamuna. Ratu Salima yang telah mendapat titah Ibu Suri Hamida untuk memberikan dukungan pada Ratu Jodha menyadari jika apa yang diminta Benazir hanyalah pembohongan. Bersama Ratu Jodha, ia akan menyelamatkan Raja Jalal. Pertanyaannya, apa yang bisa mereka lakukan?

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 160

sinopsis Jodha Akbar episode 160

Diantar para prajurit dan pengawal, Raja Jalal dan Benazir tiba di sisi Sungai Yamuna. Raja Jalal memerintahkan para prajurit untuk berjaga-jaga di tepi sungai. Seorang pendayung naik ke dalam perahu untuk membantu Raja Jalal. Namun, Benazir tetap diam tak bergeming ketika pendayung itu mengulurkan tangan padanya untuk membantunya naik perahu. Raja Jalal segera ngeh dengan maksud Benazir dan segera mengulurkan tangannya. Benazir si iblis beracun menerima uluran tangan Raja Jalal penuh suka cita.

“Hamba mohon izin Paduka untuk mendayung sendiri perahu?” pinta Benazir, setelah mereka duduk di atas perahu.

“Kenapa kamu berusaha sekeras itu Benazir?” tanya Raja Jalal.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Dengan menyunggingkan senyum iblis, Benazir mengatakan bahwa ia ingin memberikan pelayanan spesial kepada Raja Jalal yang telah lelah memikirkan dunia politik dan perang untuk Kerajaan Mughal. “Lagipula, untuk apa dibutuhkan seorang pendayung jika Hamba sendiri bisa mendayungnya?” Tanpa berpikir apa-apa, Raja Jalal segera memerintahkan pendayung untuk turun supaya Benazir bisa mendayung perahu.

Ternyata Benazir tidak hanya pandai memakai lidahnya dan pesona kecantikannya. Ia juga pandai mendayung. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk bisa sampai ke tengah-tengah sungai. Saat itu, mereka benar-benar hanya berdua saja, tak ada orang lain. Benazir membatin, 'Tak ada orang disini. Waktunya tepat untuk menyerang Raja Jalal.' Ia pun segera meletakkan dayung dan mendekati Raja Jalal dengan bahasa tubuh yang menggoda, siap mencium Raja Jalal.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Namun, mereka tidak melihat, jika empat pasang mata milik Ratu Jodha dan Ratu Salima tengah memantau aksi tersebut dari sisi sungai. Ratu Jodha mengambil anak panah dan busur dan mengarahkan panahnya pada Benazir. Pikirannya sangat fokus antara patung Dewa Krishna dan Raja Jalal. Ia bergumam, berdoa, supaya anak panahnya melesat tepat mengenai si iblis Benazir. Dan... ia tarik tali busur. Empat anak panah yang dilesatkannya mengenai tepat tubuh Benazir yang kemudian nyemplung ke sungai.

Ratu Salima menegur Ratu Jodha yang terlihat bengong, “Ada apa Ratu Jodha?” Ratu Jodha menggeleng, menepis imajinasinya tadi. Ia kembali menarik tali busur dan melesatkan anak panah pada Benazir. Sayang, tidak seperti imajinasinya tadi, anak panah yang dilesatkannya meleset. Hal itu membuat Benazir waspada, dan Raja Jalal mencoba untuk melindunginya.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Ratu Jodha mengambil empat anak panah lagi dan mencoba mengulangi lagi membidik Benazir. Sayang, tetap tidak kena. Raja Jalal pasang badan untuk melindungi Benazir. Sementara, para prajurit Raja Jalal yang menunggu di tepi sungai melihat jika raja mereka diserang oleh seseorang tak dikenal. Mereka pun membalas serangan yang dialamatkan ke arah perahu yang ditumpangi Benazir-Raja Jalal. Kemudian, mereka mengejar pelakunya. Raja Jalal mendayung perahu ke tepi sungai.

Ratu Salima panik. Ia bertanya kepada Ratu Jodha apa yang harus mereka lakukan sekarang? Para prajurit sudah mengepung tempat itu, takkan ada kesempatan bagi mereka untuk meloloskan diri. Ratu Jodha menenangkannya, “Jangan khawatir, Ratu Salima. Aku tahu rute rahasia kembali ke istana dengan aman.”

***

sinopsis Jodha Akbar episode 160

Ratu Salima dan Ratu Jodha sudah tiba di istana lebih dulu. Ratu Salima memuji Ratu Jodha itu berani dan cerdas. Ia mengungkapkan kalau menghadapi situasi yang sama belum tentu seberani Ratu Jodha. Pujian itu membuat Ratu Jodha tersenyum – seolah itu ucapan terima kasih. Ia menjelaskan dirinya pernah belajar memanah waktu masih di Kerajaan Amer. “Tapi, yang mengajari kita menjadi berani menghadapi segala sesuatu adalah waktu,” jelas Ratu Jodha.

Ratu Salima memahami apa yang dikatakan Ratu Jodha, dan mengucapkan terima kasih telah menjauhkan Raja Jalal dari tangan Benazir. “Ngomong-ngomong dari mana Anda tahu jalan rahasia itu?”

“Baginda Jalal.”

Ratu Salima mengangguk-angguk. Ia kemudian menyatakan bahwa apa yang terjadi malam ini merupakan kuasa Tuhan untuk melindungi Raja Jalal. “Jika tidak, nggak mungkin kita bisa ada di tepi sungai waktu Raja Jalal dan Benazir naik perahu. Terus, kita juga nggak mungkin balik ke istana dengan selamat. Semua itu adalah kuasa Tuhan.” Ratu Jodha membenarkan. Ia berharap Tuhan selalu membantu dirinya dan semuanya.

sinopsis Jodha Akbar episode 160

Ketika Ratu Salima dan Ratu Jodha sedang bicara, Raja Jalal dan Benazir diiringi para prajurit telah kembali. Raja Jalal, yang tampaknya geram atas kejadian ini, minta seorang prajurit memanggil Tuan Atgah Khan dan para menteri untuk berkumpul di tempat pertemuan. Ia juga minta kepada para pelayan supaya Benazir dirawat. Raja Jalal sempat melihat Ratu Jodha dan Ratu Salima berbincang di balkon.

***

Di ruang pertemuan, tampak semua orang sudah hadir. Pelayan merawat tangan Raja Jalal yang terluka dalam percobaan pembunuhan di Sungai Yamuna. Tidak mau berlama-lama dan basa-basi, Raja Jalal minta para pelayan untuk mengobati tangannnya nanti, sebab ia merasa tidak terluka parah. Ia kemudian bertanya pada Tuan Atgah Khan apa sudah menemukan pelakunya yang menyerangnya?

Tuan Atgah Khan menjawab, “Prajurit telah menyisir keseluruhan istana, namun nggak ada ditemukan penyerangnya. Meski begitu, mereka menemukan ini.” Tuan Atgah Khan memperlihatkan busur dan anak panah yang dipakai Ratu Jodha untuk membidik Benazir. Hal yang makin membuat Raja Jalal dan lainnya terkejut adalah fakta bahwa anak panah itu milik Kerajaan Mughal sendiri.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Raja Jalal berkomentar, “Jadi, aku kenal penyerangnya?”

Tuan Atgah Khan menetralisir keadaan, supaya tidak terkesan Raja Jalal menuduh tanpa bukti, dengan menyebutkan, “Mungkin saja tidak. Jika penyerangnya berasal dari antek Abu Mali, yang berasal dari luar Kerajaan Mughal, atau antek Abu Mali yang berasal dari dalam Kerajaan Mughal sendiri dan memakai senjata mereka sendiri untuk mengecoh. Lagipula, Abu Mali kan pernah mengancam membunuh Raja Jalal.”

Raja Jalal menggeleng. Ia yakin penyerangnya bukanlah anteknya Abu Mali. Jika itu benar, maka ia sudah berada dalam perjalanan menuju alam keabadian sekarang. Ia yakin serangan itu tidak ditujukan untuk dirinya, melainkan pada Benazir. Kesimpulan yang ditarik Raja Jalal semakin merujuk pada seseorang yang sangat membenci Benazir. “Aku berpikir jika penyerang itu orang dalam istana yang berpikir Benazir adalah wanita beracun.” Raja Jalal menarik napas, “Well, aku nggak mau buru-buru menyimpulkan. Aku mau kasus ini diselidiki lebih dulu.” Kemudian, ia mengatakan jika saat perayaan pernikahan dengan Benazir ingin penjagaan lebih diperketat.

“Musuh Anda mungkin yang menyerang,” komentar Ratu Jodha.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Raja Jalal menggeleng dan menyebutkan, “Ratu Jodha, ingatkah kamu waktu berada di Amer, aku juga menyelamatkanmu dari serangan serupa yang ditujukan untukku. Dan hari ini, kejadian serupa itu berulang kembali. Bedanya, serangan ini nggak ditujukan kepadaku, melainkan pada Benazir, karena seseorang nggak mau melihat aku pergi ke kuil bersama Benazir. Aku sudah menemukan anak panah, karena itu sebentar lagi aku pasti akan pemanahnya.” (Makin mendapat anginlah Benazir si iblis beracun ini ]:[)

Raja Jalal membubarkan pertemuan. Ia menyuruh semua orang kembali ke tempat masing-masing, kecuali Ratu Jodha. Setelah semua orang pergi, Raja Jalal bertanya, “Ratu Jodha, kamu kan nggak suka kalau Benazir ada di dekatku kan?” Namun ia menjawab sendiri pertanyaannya itu bahwa Ratu Jodha tidak mungkin menyerangnya, takkan pernah bisa. Kemudian, ia menyuruhnya pergi. Sebelum Ratu Jodha pergi, mata Raja Jalal sempat menatap tangan Ratu Jodha yang terluka – tahulah ia siapa penyerangnya. Pun begitu, ia tetap membiarkannya.

***

Di kamarnya, Ratu Jodha menggumam pada dirinya sendiri takkan membiarkan Benazir menjalankan rencananya. 'Nggak bakalan aku biarin iblis ular menyerang Baginda'. Pelayan memberitahu jika Raja Jalal datang menemuinya. Ratu Jodha memberi izin.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Saat sudah di dalam, Ratu Salima mengungkapkan jika dirinya khawatir waktu Raja Jalal meminta Ratu Jodha tetap tinggal di tempat pertemuan. Ia khawatir Ratu Jodha ditangkap – itulah alasan ia coba menemui Ratu Jodha. Tapi, ia lega mengetahui Ratu Jodha dalam kondisi baik-baik saja, dan Raja Jalal belum tahu yang sebenarnya.

“Justru sebaliknya,” tukas Ratu Jodha, “Aku merasa Baginda tahu orang yang menyerangnya.” Hal ini membuat Ratu Salima terperanjat. Ratu Jodha menggeleng, tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Ia hanya bisa melihat dari tatapan Raja Jalal dan bagaimana pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan menjurus ke arah itu. Namun, ia bertanya-tanya kenapa Raja Jalal membiarkannya pergi walau tahu dirinya adalah pelakunya?

“Jangan-jangan...” kata Ratu Salima.

Kata-kata Ratu Salima dipotong oleh Ratu Jodha yang memintanya tidak membicarakan itu. “Aku nggak mau nggak fokus hanya karena Baginda nggak menuduhku langsung,” terang Ratu Jodha, “Dengan adanya kejadian ini, maka penjagaan akan makin diperketat. Baginda akan berada langsung di bawah pengawasan Tuan Atgah Khan. Ini akan membuat Benazir kesulitan melakukan serangan.” Ratu Salima tersenyum atas kecerdasan Ratu Jodha menganalisa keadaan. Meski begitu, Ratu Jodha mengingatkan jika Benazir takkan tinggal diam. Iblis beracun itu akan merencanakan sesuatu lagi.

“Ratu Salima, maaf aku pergi dulu. Aku mau mencari tahu apa yang Benazir lakukan. Akan kukatakan apa yang Benazir tuju.”

***

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

Zakira mengungkapkan kekhawatirannya sekarang atas kegagalan Benazir. Namun, Ia menenangkan Benazir untuk tidak perlu khawatir karena masih ada waktu. Benazir meminta Zakira tak menghiburnya, pasalnya waktu makin mepet tapi kesempatan mendekati Raja Jalal semakin sulit. “Usahaku juga belum membuahkan hasil,” dengus Benazir, “Padahal tadi adalah kesempatan terbaik, sayangnya aku harus gagal.” Ia mengaku tak bisa menunggu sampai pesta pernikahan selesai dilakukan, tak bisa lebih lama lagi. Ia bertanya apa Zakira punya seorang yang bisa membantunya? Zakira mengangguk tapi akan sulit membawanya masuk ke dalam istana.

“Aku gagal setiap kali aku menyerang raja,” tukas Ratu Jodha, “Kini, waktunya melakukan serangan pamungkas.”

Ratu Jodha muncul dan berkomentar jika Benazir terlalu berharap banyak dengan serangan pamungkasnya. Ia mengatakan takkan membiarkan Benazir melukai Raja Jalal. Melihat kedatangan Ratu Jodha, Benazir terkekeh, “Anda berpikir bisa menghentikanku? Hei Zakira, Ratu Jodha berpikir bisa menghentikan aku.” Benazir kembali tertawa.

“Ada satu hal yang harus kuakui dari Anda, Ratu Jodha. Anda begitu berani – berani datang sendirian ke sini untuk bertemu dengan wanita beracun.”

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

“Aku seorang Rajput. Aku hanya takut pada kenistaan. Aku nggak menyerang siapapun dari belakang. Aku berhadapan langsung, bahkan dengan ular di depanku sekalipun.”

“Apa yang terjadi jika ular itu menggigitmu?” Benazir memegang pundak Ratu Jodha yang kemudian ditepiskan oleh Ratu Jodha.

“Jangan sentuh aku, dasar makhluk menjijikkan!”

Benazir tersenyum sinis, “Anda bilang, aku ini makhluk menjijikkan. Emang benar, aku ini menjijikkan yang Anda benci. Tapi, biar begitu Baginda sangat tergila-gila pada, sampai mau menikahiku. Ratu Jodha, Baginda nggak sabar memeluk kematiannya sendiri. Anda nggak bisa berbuat apapun. Kuucapkan terima kasih, karena sudah membantuku mendekatkan dengan Baginda, bahkan aku bisa menjadi ratu.” Benazir terkekeh kembali. “Anda mau menjauhiku darinya, tapi yang terjadi justru ia mau bersamaku seumur hidup?!”

“Nggak peduli apapun rencanamu, Benazir, akan kupastikan Baginda tahu tujuanmu sebenarnya. Kamu bakalan mati!”

“Kalau begitu, silakan Anda menunggu waktu yang tepat untuk datang. Sementara itu, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dan pergi dari sini. Nggak ada yang bisa mengalahkanku. Aku yakin Anda juga nggak tahu kapan rencanaku terwujud.”

“Ini tawa terakhirmu, bersiap-siaplah kehilangan tawa itu. Nggak ada seorang pun yang bisa melukai Baginda selagi aku masih bernapas!” Ratu Jodha pergi setelah mengucapkan hal tersebut. Masih di tempatnya, Benazir mengatakan pada Zakira untuk membawa orang yang akan membantunya mewujudkan pembunuhan Raja Jalal ke istana. Jika tidak bisa, maka ia yang akan menemuinya di luar istana.

***

Tabib istana mencoba merawat luka Raja Jalal, tapi Ratu Jodha menahannya untuk membiarkannya yang merawatnya sendiri. Tabib pun undur diri. Ratu Jodha bersimpuh di depan Raja Jalal dan mengeluarkan ramuan obat yang diraciknya sendiri.

sinopsis Jodha Akbar episode 160

Tidak jauh dari mereka duduk, Ratu Ruqaiya sedang mendamprat para prajurit yang mengawal Raja Jalal dan Benazir di Sungai Yamuna. Ia menyalahkan mereka tidak menempatkan pengawal di sisi Raja Jalal, sehingga ada kemungkinan penyerangan. Prajurit beralasan jika penyerangan dilakukan oleh orang dalam, bukan orang luar, karena busur dan anak panah yang digunakan adalah busur dan anak panah Kerajaan Mughal. Ratu Ruqaiya bisa menerima alasan mereka, tapi menegaskan supaya mereka terus berada di dekat Raja Jalal.

Kembali pada Raja Jalal yang hendak diobati Ratu Jodha. “Apa tabib istana itu musuhmu?” tanya Raja Jalal, “Kenapa kamu nggak biarin dia aja yang merawat luka-luka ini?” Ratu Jodha tetap meneruskan pekerjaannya tanpa menggubris ucapan Raja Jalal yang dinilainya cerewet.

sinopsis Jodha Akbar episode 160
sinopsis Jodha Akbar episode 160

“Kamu ini aneh. Habis melukaiku, terus datang bawa obat,” perkataan Raja Jalal menarik perhatian Ratu Jodha yang kemudian menengok, menatapnya.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 161.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 160

0 komentar:

Post a Comment