Thursday, December 18, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 152

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 151.

Bersama Resham, Maham pergi ke sebuah ruangan dan bertanya kepada seorang Baandi mengenai keberadaan Jodha-Shivani. Baandi itu menjawab jika keduanya belum kembali dari Mandir. Maham mendekati kotak, lalu meminta Resham mengambil surat dan membacanya.

Ketika dibaca, Resham membaca surat yang ditulis Shivani untuk Jodha. Di surat itu tertulis, jika Shivani tidak ingin dinikahi Mirza dan memutuskan untuk kawin lari bersama Tej, kekasih sejatinya. Maham tertawa-tawa mendengarnya. Ia yakin orang-orang akan menyalahkan Jodha.

Sementara itu, di aula, pemimpin pernikahan berkata jika waktunya sudah lewat tapi calon pengantin wanitanya tidak adalah. Jalal bertanya kepada Bharmaal apa yang terjadi? Ia mempertanyakan kenapa ke Mandir saja membutuhkan waktu yang lama? Ia meminta Atghah Khan untuk mengeceknya.

Di pasar, Jodha bertanya kepada siapapun yang ditemuinya apa mereka melihat Shivani dan dengan siapa kabur? Ia bertanya kenapa Shivani tidak memberitahunya jika tidak ingin dinikahi Mirza? Ia takut Jalal murka.

Jodha bertanya kepada seorang rakyat jelata apakah melihat Shivani? Rakyat jelata itu menyebutkan jika Shivani dan seorang pria pergi menyeberang danau, tapi ketika Jodha kesana tidak ada siapa-siapa. Jodha ketakutan, karena dialah yang telah mengusulkan pernikahan ini. Ia bertanya apa yang harus dilakukannya? Orang-orang pasti tengah menantikan kedatangannya. Ini merupakan penghinaan besar bagi Mughal.

Sementara itu, Ruqaiya menyatakan jika keadaannya tidak bagus, karena Jodha-Shivani telah membuat Jalal dan pemimpin pernikahan menunggu. Jalal menjawab jika ia memahami Shivani belumlah matang benar, meski begitu Jodha seharusnya bisa tahu. Sang pemimpin pernikahan menyatakan bahwa waktu pernikahan sudah selesai. Bahkan, jika calon mempelai datang sekarang sekalipun, pernikahan tidak bisa dilakukan? Jalal tertegun mendengarnya. Mirza putus asa.

Adham Khan menemui Maham yang tengah memeriksa surat Shivani. Ia mengatakan Shivani telah pergi dan merasa sudah waktunya untuk memberikan surat itu kepada Jalal. Namun Maham menolaknya dan menjelaskan jika dirinya harus memberikan surat ini kepada Ruqaiya. Karena jika ia langsung memberikannya kepada Jalal, maka ada kemungkinan Jalal bertanya dari mana dirinya mendapatkan surat itu dan bertanya apa dirinya tahu soal ini. Sehingga tidak ada waktu baginya untuk menjelaskan. Jika ia memberikannya kepada Ruqaiya yang kemudian akan memperlihatkan surat itu kepada Jalal, maka itu akan sangat memengaruhinya. Adham memuji pikiran cemerlang ibunya.

Ruqaiya kaget ketika Maham memperlihatkan surat Shivani. Ia bertanya dari mana Maham mendapatkannya? Maham mengaku mendapatkannya dari kamarnya Jodha. Ruqaiya menyebutkan takkan membiarkan Jodha. Sebab Jalal telah memberikan ruang terlalu banyak bagi Jodha – ini merupakan penghinaan besar bagi Mughal.

Ruqaiya memerintahkan Hoshiyar untuk memanggil Jalal. Ketika Jalal datang menemuinya, Ruqaiya memperlihatkan semua surat itu padanya. Maham yang berada di sisi lain dari ruangan itu meyakinkan Adham Khan bila Jalal takkan bisa menerima kenyataan bahwa Jodha (istri kesayangannya) telah melakukan semua itu padanya. Dengan semua bukti yang ada, ia meyakinkan Jalal bahwa Jodha telah memanfaatkan Jalal.

Ruqaiya terus-menerus memanasi-manasi Jalal, tapi Jalal berteriak dan meminta Ruqaiya tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berkata jika Jalal telah terjerat jebakan cinta Jodha, di mana Jodha berusaha menjauhi Jalal namun Jalal malah tertarik padanya. Ia mengatakan Jalal seperti pemburu yang merasa menang, tapi hewan buruannya justru mengerjai dan memanfaatkannya. Jalal minta Ruqaiya berhenti berkata-kata. Namun Ruqaiya terus nyerocos menjelek-jelekkan Jodha.

Ruqaiya mengatakan jika Jalal merasa dirinya bersalah, ia mempersilaka n Jalal untuk mengklarifikasinya saat Jodha kembali. Ia menyebutkan Jodha ingin adiknya menikah dengan seorang raja juga dan memanfaatkan Jalal.

Jodha kembali untuk memberitahu semuanya pada Moti. Lalu, Moti menyarankan jika hal yang harus pertama kali dilakukan Jodha adalah menemui Bharmaal. Ketika menemui Jodha, Bharmaal mengatakan semuanya runyam. Ia yakin orang-orang dari pihak Mughal akan menganggap semua ini penghinaan besar. Seorang pelayan istana datang untuk memberitahu Jodha bahwa Jalal memanggilnya.

Ruqaiya meminta Jodha berhenti berakting dengan berpura-pura tidak tahu tentang ini semua, ketika Jodha datang menemui Jalal. Jodha menyangkal, dan mengaku tidak tahu menahu kenapa surat Shivani bisa ada di kamarnya.

Jalal menebak Shivani tidak mungkin menulis surat kepada Jodha, melainkan kepada Bharmaal. Ia jadi ngeh kenapa Bharmaal dengan mudahnya menerima pernikahan ini dan kenapa mengirim Shivani ke Mughal. Padahal, Bharmaal seharusnya membicarakan baik-baik bila memang ada masalah di antara mereka. Jalal merasa dipermainkan, dan memanggil Bharmaal untuk bicara padanya, sebagai dua raja bukan sebagai mertua dan menantu. Jodha terlihat khawatir sekali sekarang.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 153.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 152

0 komentar:

Post a Comment