Sunday, December 14, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 148

Baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 147.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Maham menari-nari gembira dan tertawa-tawa waktu Adham Khan tiba. Adham Khan berkata jika ibundanya gembira seperti dirinya telah menjadi raja saja. Maham menjawab  tidak ada alasan untuk melakukan yang lainnya, lalu dia memberi Adham surat. Ketika membaca surat itu, Adham menggeram jika isi surat itu merupakan penghinaan besar bagi Mughal.

Maham membenarkan dan bertanya kapan sebaiknya mereka memperlihat surat Shivani tersebut pada Jalal? Tentu saja Jalal akan marah, apalagi hubungan Mirza Hakim dan Shivani disatukan Jodha. Adham ingat bagaimana Jodha telah membuatnya meringkuk di bui, dan tentu saja akan menyenangkan melihat Jalal menjebloskan orang Amer yang telah menghinanya. Mereka berdua tertawa-tawa.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Di dalam bui, Sharifuddin bergumam sepertinya Jodha tidak percaya Jalal berada dalam. Karena itu, dia merasa harus melakukan sesuatu yang besar, seperti yang Adham lakukan dan Ruqaiya membebaskannya dari penjara terkutuk ini. Dia menegaskan pada diri sendiri harus menemukan apa konspirasi Abul Maali dan meminta sipir untuk mencari tahu.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Maham memperlihatkan surat cinta Shivani dengan seorang pekerja umum kepada Jalal. Jodha melakukan itu untuk membawa adiknya ke Mughal, tapi dia ngeh jika Jodha takkan bisa bermain-main dengan adikmu. (Jalal tidak diperlihatkan)

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Semua orang menantikan kedatangan Jalal, yang kemudian datang dengan wajah terlihat marah. Dia meminta penjelasan Bharmal kenapa menginginkan hubungan Mirza-Shivani diteruskan? Bharmal menjawab bila Jodha telah menyarankan hubungan mereka berdua dan mengaku mempercayai saran itu. Dia menjelaskan bahwa Mirza adalah pria baik dan mereka telah berhubungan baik dengan Mughal. Dengan menikahnya Mirza-Shivani, maka hubungan itu akan menjadi lebih kuat.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Jalal meminta pendapat Shivani mengenai pernikahan ini. Mendadak wajah Shivani menegang, tapi dia siap menikah dengan Mirza Hakim. Jalal mempertanyakan alasannya dan Shivani menjawab bila Mirza memiliki kualitas pria yang dicarinya. Jalal tersenyum mendengar jawaban Shivani dan berkata bila dirinya menyangka Shivani akan menjawab Mirza seperti dirinya. Jodha tersenyum. Jalal kemudian mengumumkan hubungan ini resmi.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Adham bertanya apakah ibunya, Maham, telah memperlihatkan surat itu kepada Jalal? Maham merencanakan sesuatu yang lain. Dia memberitahu Shivani tentang surat rahasianya untuk Tej, yang bisa saja diberikan kepada Jalal tapi tidak dilakukannya. Shivani bertanya apa yang Maham inginkan darinya? Maham meminta Shivani menyetujui pernikahan itu. Shivani bertanya-tanya kenapa Maham tetap menginginkan dirinya menikah dengan Mirza? Maham hanya menjawab bahwa Shivani harus menyetujuinya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Jodha menemui Mirza Hakim untuk memintanya berbahagia karena akan mendapatkan orang yang dicintainya. Mirza membalas dengan mengatakan bahwa Shivani juga harus berbahagia karena menyukaiku. Jodha bertanya bagaimana Mirza tahu jika Shivani mencintainya? Mirza menjawab bahwa dirinya mirip seperti Jalal dan dirinya adalah prajurit Mughal. Dia juga bertanya apa kesukaan Shivani? Jodha menjawab bila Shivani menyukai kesenian dan seniman.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Jalal datang dan langsung nyerocos bahwa Mirza harus menghormatinya. Kemudian, mengingatkannya jika wanita itu suka meledak kapan saja dimaui. Jodha mengejek dengan pertanyaan apa yang Jalal ketahui soal Shivani? Jalal menjawab jika “Shivani” menyukai warna-warni, merpati, benci berburu, bahkan mengambil peluru dari pistol. Karena itu, dia memperingatkan Mirza untuk bersiap. Jodha panas mendengar ejekan Jalal, yang memberi Mirza satu pernyataan lagi: “Shivani” bisa cemburu jika dirinya kerap bermain dengan para wanita. Mirza menyatakan bahwa dirinya tahu jika Jalal sedang membicarakan Jodha. Dia memuji Jodha dengan mengatakan bahwa Jalal beruntung memiliki Jodha yang memiliki hati yang murni. Jalal menampik pernyataan Mirza.

Mirza Hakim mempersilakan mereka berdua belajar saling mengejek satu sama lain, sementara dia akan pergi. Jodha bertanya apa yang Jalal pikirkan? Jalal mengaku tidak memikirkan apapun yang salah dan hanya mengungkapkan hal-hal yang akan membantunya pasca menikah. Dia mengatakan punya banyak pekerjaan sehingga tidak mau membuang-buang waktu dan pergi meninggalkan Jodha yang merasa suaminya mengejeknya. Padahal, dia tidak berusaha menghentikannya bicara.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 148 (9th January 2014)

Jalal berdiskusi soal politik dengan semua menterinya. Dia mengatakan Abul Maali bebas melakukan apapun dan takkan dibunuh, meski begitu mereka sepakat untuk meringkusnya. Baginya yang terpenting adalah Mirza Hakim. Karena itu, dia meminta semua orang untuk tidak membiarkan terjadi sesuatu yang buruk selama upacara pernikahan. Maham nyengir kuda mendengarnya.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 149.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 148

0 komentar:

Post a Comment