Thursday, December 11, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 145

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 144.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Zakira khawatir Benazir tertangkap akibat surat yang telah ditulis untuk Abul Maali. Meski begitu, Benazir terlalu percaya diri. Seorang utusan datang dan mengatakan jika Jalal  memanggil Benazir untuk membicarakan sesuatu. Benazir mendadak cemas. Dia mengatakan kepada Zakira bahwa dia takkan menunggu untuk mendapatkan kesempatan lain, dia akan membunuh Jalal malam ini.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Jalal segera bertanya kepada Benazir, sesampai ia di kamarnya, perihal surat itu. Ia bertanya kenapa Benazir menulis dalam bahasa Avdhee, padahal jelas-jelas dia seorang muslimah (Avdhee merupakan bahasa yang dipakai umat Hindu).

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Benazir mencoba untuk mengubah topik, tapi Jalal tetap fokus pada surat, meski Benazir coba mengalihkan topik dengan kecantikan yang dimilikinya, dan coba menggoda apa Jalal meragukannya. Jalal sempat hampir tergoda, tapi ia berhasil menahan dirinya dan mengatakan melihat cara surat itu ditulis, muncul banyak keragu-raguan dalam dirinya.

Benazir merasa Jalal kehilangan kepercayaan padany.a Ia mencoba cara lain dengan menitikkan air mata buaya, dan menjelaskan sebelum menikah ibunya beragama Hindu. Setelah pernikahannya, ibunya masuk Islam, tapi itu hanyalah bualan Benazir, pasalnya sampai sekarang ibunya masih beragama Hindu. Dia merindukan ibunya belakangan ini, karena itu dia menulis surat dalam bahasa Avdhe. Jalal berempati dan memerintahkan untuk mengirim surat itu.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Pada malam hari, Jodha dan Shivani duduk-duduk di taman. Jodha memberikan adiknya pijatan minyak di kepalanya. Ketika mereka berbincang, Shivani memberitahu jika Jalal telah datang. Shivani memanggilnya, membuat Jalal terkejut. Jalal mendekat untuk bicara dengan adik iparnya. Ia segera menarik kaki Shivani, dan mengatakan bahwa Shivani merupakan sedikit "Khafa" dengan "Saali-saahiba". Shivani yang khawatir segera bertanya apakah dirinya telah melakukan sesuatu untuk mengganggu Jalal? Secara iseng, Jalal mengiyakan. Shivani telah mengambil kursi, dimana ia biasa duduk, ketika Ratu Jodha memijat kepalanya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Shivani meminta Jalal duduk, kemudian memberitahu Jodha untuk melakukan memijatnya. Jodha terlihat bahagia, begitu pula Jalal. Ia bahkan terlihat sangat nyaman meletakkan kepalanya di pangkuan Jodha. Dengan penuh penuh kasih, Jodha memijat kepala Jalal. Sementara Shivani sendiri terlihat semakin gelisah. Pasalnya, ia berniat pergi ke kuil Ambe Maa di Agra, dimana kekasihnya sedang menunggu dirinya. Ia pun bertanya pada Jalal di mana ada kuil Ambe Maa di Agra?

Jalal menjawab jika di Agra ada satu dan Ratu Jodha sering berkunjung ke sana bersamanya. Jodha agak tersinggung ketika Jalal mengatakan "... bersamanya". Ia menyebut Jalal pembohong. Shivani bingung dan bertanya apa Jalal tidak datang bersamamu?

Jodha melembutkan nada suaranya dan berkata bukan seperti itu maksudnya. Jalal tetap datang bersamanya, tapi tidak setiap kali. Jalal cekikikan dan mengatakan, "Lihat Shivani, kakakmu tidak mengerti aku ini bukan hanya suaminya, tapi aku juga raja." Meski begitu, Jalal mengatakan jika Jodha terus memintanya datang bersamanya setiap hari, padahal dirinya sibuk dengan kehidupan politik. Shivani mengingatkan Jodha supaya tidak melakukan itu. Jodha hanya menatap Jalal dengan mimik kesal. Sementara Jalal sendiri geli melihatnya.

Shivani bertanya pada Jalal apakah dirinya bisa pergi ke sana? Jalal menjawab tidak, pasalnya bangunan itu sedang direnovasi saat ini. Jodha tampak senang mengetahui Jalal melakukan begitu banyak demi kepentingan sebuah kuil. Ia pun terus memijat. Jalal sengaja menggodanya untuk berhati-hati saat memijat, karena Jodha menarik rambutnya. Jodha mengaku tidak melakukannya. Jalal menggodanya lagi, mengatakan Jodha tidak tahu memijat dengan benar seperti Benazir - Jalal sengaja menekankan pada kata Benazir. Shivani memberitahu Jalal kakaknya ahli dalam memijat. Jalal menjawab, "Oh, benarkah? Terus, kenapa dia berhenti memijat setelah mendengar nama Benazir disebut?" Jodha terkejut dengan tindakannya sendiri, tapi dia jelas-jelas merasa cemburu. Dia memulai memijat Jalal lagi. Shivani bertanya pada Jalal soal Benazir. Jalal menjawab jika Benazir adalah pelayan khususnya. Jalal-Jodha pun kembali bertengkar kecil lagi, Shivani menengahi dan mengatakan bahwa Jalal hanya menggoda Jodha supaya cemburu saja. Jalal dan Shivani tertawa-tawa. Shivani meminta Jalal tidak menggoda kakaknya lagi, karena dia semakin terlihat sangat cemburu.

Shivani mencoba meminta izin untuk pergi ke bait suci lagi, tapi Jalal mengatakan tempat itu berantakan sekarang karena pekerjaan konstruksi, sehingga dia tidak bisa memberikan izin, demi keselamatan Shivani sendiri. Shivani bertanya apa yang harus dilakukannya? Demi mendapatkan solusi, dia meninggalkan Jalal-Jodha.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Setelah Shivani pergi, Jalal menggoda Jodha lagi. Jodha meminta penjelasan Jalal kenapa memberitahu Shivani tentang Benazir? Jalal tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan tahu soal itu, cepat atau lambat. Tapi, jika mengetahuinya dari orang lain, Shivani pasti akan merasa buruk. Karena itu, Jalal merasa lebih baik memberitahunya.

Jodha kemudian membahas soal Sharifuddin. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk mengatakan bahwa dia menemuinya. Jadi, dia hanya mengatakan pada Jalal ada informasi yang menyebutkan nyawa Jalal berada dalam bahaya. Jalal menjawab sudah tahu, Mirza Hakim telah memperingatkannya soal ini. Dia meminta Jodha tidak khawatir, ada banyak orang untuk melindunginya. Setelah itu, Jalal pergi. Pun begitu Jodha tetap khawatir.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Hari berikutnya, Jodha dalam taman, ketika Mirza Hakim ke sana. Jodha mengatakan kepadanya soal cerita Sharifuddin. Mirza Hakim menarik kesimpulan jika cuma Abul Maali yang bisa berada di balik semua ini. Dia kemudian menceritakan pada Jodha soal surat Benazir janggal. Setelah itu, dia pergi meninggalkan Jodha.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Adegan berganti ke tempat Abul Maali. Dia telah mendapatkan surat dari Benazir dan kesal marah karena Benazir tidak segera menghabisi Jalal sampai sekarang. Imtiaz juga tidak melakukan pekerjaan dengan baik, karena rencananya Jalal akan turun untuk melawannya, tapi Adham Khan muncul dan membunuhnya, sehingga rencana Abul Maali hancur.

Abul Maali memutuskan pergi ke Agra sendiri.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Shivani berdiri sendirian di taman, ketika Javeda datang. Ketika mereka terlibat dalam percakapan, Mirza Hakim tiba dan mengatakan "Adaab". Shivani merasa Mirza Hakim menyapanya, karena itu dia memberikan respon dengan menjawab, "Pranaam". Padahal, Mirza Hakim telah disambut oleh salah satu tentara perempuan. Tentara perempuan itu tertawa telah terjadi kesalahpahaman. Mirza Hakim memerintahkan tentara perempuan untuk memperhatikan secara khusus taman-taman, insiden ular tidak boleh terjadi lagi. Sekarang, dia melihat Shivani dan menjelaskan alasan dirinya tertawa, dan meminta maaf karena tidak memperhatikannya.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Jodha tiba saat itu dan mulai berbincang. Javeeda mengajak Shivani jalan-jalan di sekitar taman. Jodha merasa Mirza Hakim memiliki perasaan terhadap Shivani. Ketika Javeeda-Shivani mulai berjalan, Jodha menghentikannya dan bertanya mengapa Mirza Hakim membuntuti mereka? Mirza Hakim terkejut dan tidak tahu harus berkata apa. Tapi, kemudian dia mengaku kepada Jodha bahwa dirinya menyukai Shivani.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Sementara itu, Jodha melakukan pooja tulsi, dengan mata terpejam. Dia meminta Tuhan menemukan jalan untuknya, sehingga dia bisa memberitahu Jalal mengenai pesan Sharifuddin secara jelas. Saat membuka matanya, Jodha menemukan Jalal sudah ada di depannya, dengan senyum tulus ikhlas di wajahnya. Jodha terkejut melihat Jalal. Saat itu, Jodha melihat dua pria bertopeng, berpakaian hitam, lari ke arah Jalal dari ujung, bertujuan membenamkan pisau ke tubuh Jalal.

Dalam upaya untuk melindunginya, Jodha dengan cepat pergi ke arahnya dan memeluk Jalal dari belakang erat. Jalal tampak bingung dengan pelukan tak terduga ini. Sekarang Jodha menatap Jalal, tatapan bingung Jalal dialihkan menjadi tatapan penuh kasih, karena ia menatapnya tanpa keinginan apapun kecuali cinta.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)
Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Shivani dan Moti melihat semua ini dan tersenyum. Mereka berdua mendatangi mereka dan bertanya Jodha apa alasan di balik semua ini. Jodha melihat ke belakang dan menyadari jika tidak ada pria bertopeng yang sebelumnya dia lihat, rupanya itu hanya imajinasinya. Jalal menggoda Jodha dengan mengatakan, "Ya Shivani, lihat, kakakmu tidak lagi bisa mengontrol dirinya." Jodha sendiri terlihat kebingungan, Jalal berpikir bahwa Jodha terkejut melihatnya berdiri di sana saat melakukan berdoa. Padahal, Jalal hanya lewat saja, ketika melihat Jodha berdoa. Dan dirinya datang untuk mengambil "Prasaad". Shivani menggodanya dengan mengatakan, "Anda benar-benar datang untuk mengambil Prasaad, atau itu hanya alasan Anda untuk memenuhi Jodha?" Jalal tak bisa mengelak, "Baiklah, aku tak bisa mengelak adik ipar." Ia tertawa dan pergi meninggalkan mereka.

Jodha kesal karena kehilangan kesempatan lagi untuk menceritakan pesan Sharifuddin.

Sinopsis 'Jodha Akbar' episode 145 (6th January 2014 written update)

Malam harinya, Jalal minum bersama Adham. Ia mengatakan dengan kemenangannya melawan Imtiaz, ia berhasil memenangkan hati Agra, yang sempat hilang beberapa waktu lalu.

Maham datang dan mengatakan bahwa mereka harus merayakan kemenangan ini. Jalal mengiyakan. Adham menambahkan jika Benazir harus tampil di sana. Maham melotot ke arahnya. Jalal memperlihatkan ketidaksukaannya dan meminta Maham memberikan penjelasannya. Namun, Maham mengubah topik dengan mengatakan, Jodha pasti tidak menyukainya. Jalal mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah. Pesta kemanangan akan dikhususkan hanya bagi para pria. Maham mengarahkan pikirannya supaya Adham bisa membuat Jalal minum begitu banyak, sehingga akan kehilangan akal sehatnya. Setelah itu, Benazir bisa mendekatinya. Jodha akan mendidih mendengar hal ini.

Selanjutnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 146.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 145

0 komentar:

Post a Comment