Friday, December 5, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 140

Sinopsis Jodha Akbar episode 140
Sinopsis Jodha Akbar episode 140

Sebelumnya baca: sinopsis 'Jodha Akbar' episode 139.

Mirza Hakim memberikan hadiah pada Rahim. Ia mengatakan pada Salima jika Rahim sangat lucu. Kemudian, ia berkata jika kedatangannya ke Agra memiliki misi tersendiri, yaitu mengungkap utusan Abul Mali. Salima bertanya kenapa Mirza Hakim tidak memberitahu Jalal soal ini? Mirza Hakim mengatakan ia tidak bisa mengatakannya sekarang, sebab pelakunya harus berada di dekatnya saat diungkapkan pada Jalal.

*

Benazir menemui prajurit Mughal bersama Zakira. Prajurit bertanya kenapa Benazir mengajaknya? Benazir beralasan dirinya takut. Prajurit menjawab bahwa Benazir sudah bersamanya sekarang, jadi tidak perlu takut.

Prajurit mengajak Benazir ke kamarnya tanpa mengajak Zakira untuk lebih menjalin keintiman. Benazir menolaknya, sebab di Kabul ia adalah wanita nomor satunya Abul Mali dan di Mughal ia adalah wanita kesayangan Jalal. Prajurit kesal dan berniat pergi ke Jalal langsung untuk mengungkapkan kenyataannya. Benazir meminta prajurit tidak melakukannya, soalnya ia hanya bercanda.

Lalu, mereka berdua saling berciuman, dan seketika prajurit ambruk dengan mulut dipenuhi busa berwarna hijau. Mulut Benazir pun berwarna hijau. Zakira segera mengajak Benazir pergi melewati kamar Jodha. Saat lewat, kebetulan Moti pas keluar, sehingga ia memanggil Jodha untuk melihat Benazir muntah parah. Jodha berkata kalau Benazir pasti habis salah makan. Ia kemudian berpikir mengenai sesuatu dan meminta Moti mengikutinya.

Di kamar, Zakira meminta Benazir untuk beristirahat. Ini hal yang biasa terjadi pada Benazir setiap kali meludahkan racunnya. Benazir meminta Zakira mengambilkan obat untuknya. Zakira pun pergi mengambilkannya.

*

Di sisi lain, Jodha mempersiapkan obat untuk Benazir. Ia berkata sebenarnya tidak ingin melakukannya, tapi tidak bisa diam saja melihat Benazir sakit. Moti memuji Jodha memiliki hati yang besar. Ia meminta izin untuk memberikannya pada Benazir. Namun, Jodha melarangnya, karena ia sendiri yang akan mengantarnya. Tapi, Moti bersikeras, sehingga mereka berdua pergi mengantar obat.

*

Benazir masih terbaring saat Jodha dan Moti datang mengantar obat. Melihat kedatangan Jodha, Benazir berkata kalau Jalal tidak ada di kamarnya. Jodha menjelaskan kedatangannya bukan untuk mencari Jalal, tapi memberi Benazir obat yang telah dibuatnya. Benazir bertanya kenapa tidak meminta pelayan yang mengantarkannya. Jodha menjawab itu adalah tugasnya.

Zakira kembali ke kamar Benazir sambil membawa ular. Begitu melihat Jodha, ia melemparkan ular itu. Benazir sendiri mengucapkan terima kasih atas kebaikan Jodha. Ia menyatakan baik-baik saja. Meski begitu Jodha tetap meletakkan obat di kamar Benazir untuk selanjutnya pergi dari sana. Ketika keluar kamar Benazir, Jodha terkejut dengan ular yang mendadak muncul dan akan memukulnya – ini ular yang dibuang Zakira sebelumnya. Segera, Benazir memungut dan membuangnya. Jodha mengucapkan terima kasih atas pertolongan Benazir. Sementara itu, Benazir mengatakan bahwa Jodha telah baik padanya, sehingga ia melakukan hal tersebut.

Setelah Jodha berlalu, Benazir mengambil ular itu lagi dan menjilat mulutnya dengan lidahnya. Ia pun sehat kembali. Zakira tersenyum melihatnya.

*

Mirza Hakim tengah berlatih pedang bersama prajurit lainnya, sewaktu melihat prajurit yang mati terkena racun Benazir. Ia mendekat ke TKP, di mana Athgah Khan dan Jalal juga datang ke sana. Tabib istana mengatakan kematian disebabkan racun ular. Athgah Khan mengatakan bila mereka harus rutin merawat taman, sehingga tidak ada ular berkeliaran di sembarang tempat. Jalal meminta Athgah Khan untuk mengecek kembali ular dan berhati-hati.

Zakira khawatir jika Jalal akan berhasil menguak pelaku pembunuhan itu adalah Benazir. Namun, Benazir menenangkannya bahwa itu semua takkan terjadi, sebab semua orang mengira pelaku pembunuhan adalah ular. Mereka tidak tahu bahwa di dalam darah Benazir telah mengalir racun ular.

Mirza Hakim bertanya, jika prajurit digigit ular, maka di mana bekas gigitannya? Tabib menyebutkan di bagian bibir. Mirza merasa hal ini janggal dan mengutarakan pemikirannya apa kematian Maqsood berhubungan dengn keberadaan Abul Mali? Pasalnya, ia sempat melihat bahwa seseorang telah bicara padanya. Jalal bertanya siapa orang itu? Mirza tidak bisa memastikannya, yang jelas ia berbahaya. Jalal lalu menyatakan jika Mirza Hakim bersama dirinya, ia tidak takut apapun.

*

Jodha keluar bersama Moti untuk melihat merpati di taman. Namun, mereka tidak menemukan satu pun merpati di sana. Mirza datang dan bertanya apa Jodha sedang mencari merpati? Ia lalu menggerakkan jari-jarinya di sekitar sorbannya, begitu sorban dibuka ia mengeluarkan seekor merpati dari dalamnya. Ia mengatakan bahwa telah meminta pelayan untuk mengusir semua merpati, sebab seorang prajurit meninggal digigit ular. Jodha mengatakan jika itu bagus - berbeda dengan saudara Mirza Hakim yang lebih suka berburu.

Bersambung ke sinopsis 'Jodha Akbar' episode 141.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 140

0 komentar:

Post a Comment