Monday, December 8, 2014

Dua Kelinci

ilustrasi kelinci wortel

Ada dua kelinci. Satu bernama Wanda Si Bijaksana, satu bernama Frederick Si Bodoh. Keduanya teman baik dan tengah menikmati berjalan-jalan bersama.

Di tengah jalan, mereka menemukan dua wortel yang masih tersimpan di dalam tanah. Satu wortel memiliki daun besar di bagian atasnya, sedangkan wortel lainnya daunnya lebih kecil.

Frederick senang dan berjalari ke wortel berdaun besar.

"Aku akan memiliki yang satu ini," serunya bangga, kemudian mencabutnya dari tanah.

Wanda hanya mengangkat bahu dan mengeluarkan wortel lainnya, yang ternyata jauh lebih besar.

Frederick terkejut dan bertanya bagaimana ini mungkin bisa menjadi.

Wanda menatap temannya dan menjawab, "Kamu nggak bisa selalu menilai wortel dari daunnya saja."

Mereka meneruskan perjalanan dan menemukan sepasang wortel lagi. Sama seperti sebelumnya, wortel ini memiliki daun berbeda ukuran.

Kali ini, Frederick memberi kesempatan temannya untuk memilih wortel lebih dulu.

Wanda pun melompat ke setiap wortel. Ia memeriksa dan mengendus wortel-wortel tersebut secara cermat, lalu memutuskan memilih wortel berdaun lebih besar. Sementara, Frederick mendapatkan wortel berdaun kecil.

Ketika mereka menggali wortel dari tanah, Frederick tidak habis pikir wortel miliknya lebih kecil dari wortel Wanda.

"Aku ingat, kamu bilang wortel berdaun kecil pasti wortel yang lebih besar," Katanya.

"Nggak," jawab Wanda, "Aku bilang, jangan menilai wortel dari daunnya. Ini juga penting untuk diingat sebelum kamu memutuskan memilih. "

Frederick mengangguk. Mereka menghabiskan wortel sebelum melanjutkan perjalanan.

Untuk ketiga kalinya, mereka menemukan dua wortel lagi. Lagi-lagi, dua wortel ini memiliki ukuran daun berbeda.

Frederick tampak bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Wanda memberi kesempatan padanya untuk memilih wortel duluan.

Dasar kelinci bodoh, Frederick pura-pura mengecek setiap wortel. Padahal, ia tidak benar-benar tahu apa yang harus dilakukan. Ia menyadari dirinya tidak sepandai Wanda. Karena itu, ia menatap Wanda dengan ekspresi bingung di wajahnya.

Wanda tersenyum hangat dan melompat ke wortel. Ia mengecek wortel dan mencabut salah satunya.

Frederick mengangkat bahu dan pergi ke wortel lainnya sebelum terganggu oleh teman yang bijaksana dan pintar.

"Nggak Frederick, yang satu ini wortelmu," katanya.

"Tapi, kamu sudah membuat pilihan dan aku yakin wortel itu lebih besar daripada yang kedua. Aku nggak cara kamu melakukannya, tapi kurasa kamu memang lebih pintar dariku.”

"Frederick, ngga ada gunanya punya kebijaksanaan tapi nggak bersedia berbagi manfaat pada orang lain. Kamu kan temanku dan aku mau kamu memiliki wortel ini. Tidak bijaksana kan, seekor kelinci pintar perutnya penuh, tapi nggak punya teman – apakah ia benar-benar bijaksana?"

"Kurasa kau benar," kata Frederick dengan mulut penuh, "Seperti biasa."

Catatan:
Artikel ini dialih-bahasakan dari betterlifecoachingblog untuk pengingat bahwa dalam mencari kebijaksanaan, kita juga harus mencari cara untuk membantu orang-orang di sekitar kita melalui apa yang telah kita pelajari.

Filsuf Yunani kuno Epicurus pernah berkata, "Dari semua hal hikmat yang menjadikan memuaskan hidup sepenuhnya, sebagian besar adalah persahabatan."

Berbagi apa yang kamu pelajari dari orang lain dan membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk orang-orang di sekitar kamu.

Ilustrasi source: 123rf.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dua Kelinci

0 komentar:

Post a Comment