Sunday, November 30, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Baca sebelumnya sinopsis 'Jodha Akbar' episode 136.

Selesai meena bazar, Moti yang menyisiri rambut Jodha mengatakan jika Hamida adalah ibu mertua yang baik kan? Jodha mengiyakan. Ia melanjutkan kata-katanya dengan bertanya apa Jalal itu orang yang baik? Moti mempertanyakan pertanyaan Jodha. Jodha meminta Moti tidak berlagak polos. Ia tahu Moti paham pertanyaannya. Ia menyebutkan sikap Jalal terlalu berpihak pada Benazir. Moti menyebutkan jika Jalal bisa melakukan apapun yang diinginkannya.

*

Di kamarnya, Jalal meminta Salima kembali ke kamarnya. Ia mau beristirahat. Namun, selepas Salima pergi, Jalal justru memikirkan apa yang terjadi pada Jodha sebelumnya di meena bazar. Ia merasa senang telah mempermalukan Jodha dengan kecemburuan di depan banyak orang.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Maham mengatakan bila Jodha lebih dicintai oleh ibu tiri, Hamida, ketimbang Ruqaiya. Ia memprovokasi dengan menyebutkan bahwa Jodha adalah ancaman bagi kedudukan Ruqaiya sebagai ratu kepala. Terlebih Hamida, secara tidak langsung, sepakat dengan ide Jodha tentang keturunan raja.

Mendengar provokasi yang dilontarkan Maham, Ruqaiya menjawab bila Jodha bukanlah ancaman dirinya. Justru Maham-lah yang merasa Jodha itu ancaman. Maham tidak menyerah. Ia terus “mengipasi” bara api yang telah dibuatnya. Ia menegaskan tak mau ada orang ketiga, dalam hal ini adalah Jodha, yang ada di tengah-tengah Jalal dan Ruqaiya. Setelah menyampaikan maksudnya, Maham pergi dari hadapan Ruqaiya.

Usai kepergian Maham, Hoshiyar meminta Ruqaiya tidak mendengarkan kata-kata Maham, supaya hubungan Jalal dan Jodha tidak semakin merenggang. Ia menyebutkan bahwa Hamida pun berusaha menutup-nutupi kerenggangan tersebut. Ruqaiaya menyatakan apabila Maham tidak salah sepenuhnya. Ia menilai, saat ini, Jodha memang kalah dengan pesona Benazir. Namun, biar bagaimanapun, Benazir adalah pelayan yang tak bisa melahirkan putra yang kemudian bisa terangkat menjadi putra mahkota. Karena itu, Hamida menaruh harapan pada Jodha. Bagi Ruqaiya itu sama halnya dengan merendahkan dirinya. Dan itu harus dihentikan.

Hoshiyar mengatakan bila nanti Jalal marah. Ruqaiya menyatakan bahwa ia akan membuat Maham yang melakukannya.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Moti memuji bahwa Benazir itu tak hanya cantik, melainkan cerdas juga. Ia mengatakan para pelayan di Agra sangat menyukai Benazir karena kelebihannya itu. Jodha kesal dan meminta Moti tidak membicarakan Benazir. Moti bertanya kenapa Jodha marah?

Jodha menyatakan jika Jalal sengaja melakukan hal ini padanya dengan tujuan membuatnya cemburu. Moti mengiyakan. Ia menjelaskan bahwa Benazir mendapat kemenangan di meena bazar, tapi yang mendapat kalung adalah Jodha – itu adalah nilai yang lebih tinggi. Jodha mengingatkan Moti bahwa ia sama sekali tidak mempedulikan kedudukan maupun kalung pemberian Hamida. Yang Jodha ingat adalah penghinaan Jalal padanya di meena bazar.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Benazir merasa Jalal mulai memperhatikannya, karena yang mendapatkan hadiah permata kohinoor adalah dirinya. Tapi Zakira tidak sepakat akan hal itu. Pasalnya, Jalal belum mau ke kamar Benazir saat diminta. Benazir yakin, Jalal takkan selamanya bisa menghindar dari kamarnya.

Maham datang, sepertinya mendengar ucapan Benazir, untuk mengingatkan meskipun Jalal memberikan Benazir hadiah bukan berarti Jalal me-lebih-istimewakan Benazir. Ia mengingatkan bahwa Jalal adalah tipe pria rasional. Di hadapan Jalal, kecantikan Benazir takkan mempan. Ia menyarankan supaya Benazir mengikuti anjurannya. Sehingga, Benazir bisa menjadi kesayangannya Jalal dan memiliki catatan baik di matanya. Ia pergi.

Benazir tahu jika Maham memakai dirinya sebagai bidak politiknya. Zakira mengatakan supaya Benazir membiarkannya. Ia menyebutkan yang terjadi justru sebaliknya.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Maham kini menemui Jalal untuk “mengipasi” soal hadiah ayunan yang diberikan Jodha. Ia menyatakan hadiah itu justru menghina keperkasaan Jalal sebagai pria, yang belum mampu memberikan cucu bagi Hamida dan putra mahkota bagi Mughal. Provokasi Maham belum berhenti sampai di sana. Ia mengingatkan jika sebelumnya Jodha memiliki tunangan bernama Suryaban Singh yang tewas di tangan pasukan Mughal. Karena itu, Jodha berencana untuk membalaskan dendam tunangannya itu. Jalal sendiri termakan oleh provokasi Maham. Ia menyatakan Jodha memang bertindak sesuka hatinya sendiri.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Kerenggangan yang terjadi, membuat Jalal tidak fokus. Terbukti, waktu Atghah Khan memberi laporan, pikirannya justru melayang ke mana-mana. Ia meminta Atghah Khan nanti saja memberi laporannya.

Tidak lama kemudian, Jodha datang untuk memberi Jalal biji suci. Jalal menolak, tapi Jodha memaksa, sehingga akhirnya Jalal menerimanya. Melihat reaksi Jalal, tahulah Jodha jika Jalal sedang marah. Ia bertanya kenapa Jalal marah? Jalal menyebutkan jika tujuan Jodha memberi hadiah ayunan di meena bazar adalah untuk menghina keperkasaan dirinya sebagai pria. Jodha menjawab bahwa itu tidak benar.

Jodha kemudian menyalahkan sudut pandang Jalal. Sebagai raja, Jalal menolak dipersalahkan. Ia justru menuduh Jodha yang salah sudut pandang. Mereka berdua saling menyalahkan. Tidak mau berdebat dengan Jalal lebih lanjut, Jodha memutuskan pergi saja.

*

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

Jodha bertanya pada Moti secantik apa Benazir itu sehingga dipuja-puji banyak orang. Moti menjawab bahwa kecantikan bukanlah segala-galanya. Buktinya yang mendapat kalung adalah Jodha, bukannya Benazir. Ia bertanya kenapa Jodha selalu berfokus pada Benazir? Padahal, seharusnya Jodha berfokus pada Jalal saja kan? Jodha merasa bersalah dan ingin minta maaf dan bicara pada Jalal.

Bersambung ke sinopsis 'Jodha Akbar' episode 138.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 137

0 komentar:

Post a Comment