Saturday, November 29, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 136

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 136
Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 136

Baca sebelumnya sinopsis 'Jodha Akbar' episode 135.

Jalal memerintahkan Maham datang ke kamarnya. Di sana, ia meminta Maham untuk mengadakan pesta perayaan meena bazar. Tapi, ia mengingatkan jika bukan yang terbaik yang barangnya akan dibelinya, melainkan pemenangnya. Karena mendesak, Maham bertanya apa benar meena bazar ini bukan sekadar kompetisi? Jalal mengiyakan. Ia merasa Maham begitu mengenal dirinya. Maham senang mendapat pujian seperti itu. Ia berjanji melaksanakannya.

Selepas Maham pergi Jalal menggumam jika akan membalas tindakan Jodha mempermalukannya. Ia berjanji akan membuat Jodha malu juga.

*

Maham memberitahu Resham jika Raja Jalal meminta diadakan meena bazar, di mana pedagang yang berhasil menjual barangnya lebih banyak akan dinyatakan sebagai pemenangnya. Ia juga mengingatkan Raja Jalal juga akan memberikan hadiah spesial bagi pemenangnya.

Resham menggerutu bagaimana mempersiapkan meena bazar dalam tempo singkat? Maham hanya memerintahkan Resham untuk menginformasikannya ke semua orang.

*

Resham pun berteriak-teriak memanggil semua orang. Para wanita marah dan mengerumuni Resham. Mereka berjanji akan menghajar Resham jika hanya berkelakar saja. Resham menyatakan bahwa ia dititahkan untuk mengumumkan bahwa Raja Jalal akan mengadakan meena bazar dan mereka diminta melakukan persiapannya sesegera mungkin. Ia juga mengingatkan tentang perubahan peraturan.

*

Ruqaiya mendamprat Hoshiyar karena memberikan ide untuk menjual senjata dalam meena bazar besok. Tidak berapa lama kemudian, Maham datang setelah dipanggil Ruqaiya. Ia duduk. Ruqaiya meminta dijelaskan kenapa Jalal mengadakan meena bazar besok. Maham mengungkapkan tidak tahu dengan jalan pikiran Jalal. Ruqaiya menyatakan bahwa ia sama sekali tidak punya persiapan, padahal biasanya ia selalu menampilkan barang-barang terbaik dan unik.

Maham memberi isyarat jika kompetisi besok bukan di antara mereka. Ruqaiya mengerti dan menyimpulkan meena bazar diadakan untuk Jodha dan Benazir. Bibirnya menyunggingkan senyum. Maham meminta Ruqaiya tidak mengkhawatirkan mengenai esok, sebab ia sudah punya ide untuk kios Ruqaiya.

*

Moti bertanya apa yang akan Jodha lakukan besok? Ia juga merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Benazir? Jodha mengungkapkan tidak tertarik ikut serta. Moti membujuknya. Sayang, Jodha tidak mau.

Namun, kedatangan Hamida membuatnya berubah pikiran. Hamida menyebutkan bila Jodha tidak mengipasi masalah tersebut. Biasa bagi dua orang yang saling dekat bertengkar.
*

Benazir mengungkapkan pada Zakira jika dirinya harus menjual sesuatu yang berbeda dari para ratu yang mengandalkan kekayaan yang dimiliki. Apa itu? Tunggu saja...

*

Ditemani Resham, Maham berkeliling meena bazar memantau keadaan. Ia melihat Javeda menjual minyak yang katanya merupakan rahasia kecantikan Benazir. Para wanita berkerumun untuk membeli beberapa botol sekaligus. Mereka tampaknya ingin cantik seperti Benazir.

Seorang utusan Jalal mengumumkan bahwa meena bazar selesai. Ia meminta semua orang berkumpul. Jalal maju dan berkata bahwa ia akan membeli satu saja barang dari kios yang dinilainya sebagai pemenang. Dimulai dengan Ruqaiya yang menjual selendang, tapi Jalal tidak tertarik membelinya. Tapi ia menghadiahinya pada Jalal yang diterima dengan senang hati.

Jalal menuju Salima yang menjual kembang. Ia bertanya kenapa menjual kembang? Salima menjelaskan filosofi di balik itu, bahwa ia menjual kembang sebagai simbol kedamaian. Ia berharap orang yang membeli kembangnya bisa merasakan kedamaian.

Jalal lalu menuju Jodha yang tidak menjual apa-apa tapi mau memberinya hadiah. Ia langsung pergi setelah menyatakan bahwa ini adalah kompetisi. Ia kemudian ke tempat Benazir dan kagum dengan apa yang dijualnya, yaitu lukisan dirinya. Ia menyatakan Benazir memenangkan meena bazar dan memberinya gelar kohinoor, juga menghadiahinya mutiara.

Semua orang menghebat-hebatkan Benazir, yang cantik dan cerdas. Tapi tidak bagi Jodha dan Ruqaiya yang tatapannya terlihat cemburu. Maham mendekati Ruqaiya dan bertanya kenapa dengan Ruqaiya? Ia mengingatkan orang yang seharusnya cemburu adalah Jodha. Ruqaiya memang melihat wajah asam Jodha.

Benazir mengucapkan terima kasih atas julukan yang diberikan padanya. Terdengar indah.

Hamida kemudian menyatakan bahwa ia ingin tahu apa yang dibawa Jodha untuk Jalal. Jodha membawakan apa yang dibawanya ke hadapan Hamida, yaitu sebuah miniatur ayunan. Hamida bertanya kenapa Jodha membawanya? Jodha menjelaskan dalam budayanya ayunan merupakan simbol pengharapan seseorang yang sudah berumah tangga untuk memiliki keturunan. Ia mengatakan tidak tahu dari ratu mana Jalal akan mendapatkan keturunan. Jadi, ia mengungkapkan tidak bisa menjual miniatur ayunan demi uang. Hamida membenarkan. Bahkan, ayunan ini tidak sebanding dengan mutiara kohinoor.

Hamida memberikan kalung yang dianggap sebagai pusaka kerajaan. Ia mendapatkan kalung itu dari Raja Humayun. Kini, kalung itu sudah berpindah tangan kepada Jodha sebagai bentuk penghargaan Hamida yang memberikan miniatur ayunan sebagai doa mendapat keturunan.

Jalal, Benazir, Maham, Ruqaiya tertohok menyaksikan pemandangan itu.

Bersambung ke sinopsis 'Jodha Akbar' episode 137.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 136

0 komentar:

Post a Comment