Friday, November 28, 2014

Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 135

Image Jodha Akbar episode 135
Image Jodha Akbar episode 135
Image Jodha Akbar episode 135

Baca sebelumnya sinopsis 'Jodha Akbar' episode 134.

Hoshiyar datang dan bertanya apa yang sedang dilakukan Ratu Ruqaiya sendirian? Ruqaiya menyebutkan bahwa dirinya sedang bermain catur bersama Jalal. Hoshiyar mengungkapkan jika raja sedang punya “mainan” baru. Ia menyatakan mendengar Raja Jalal akan menemui Benazir nanti sore. Mendengar itu, Ruqaiya tertawa terbahak-bahak.

Salima datang membawa hadiah untuk Ruqaiya, yaitu puisi. Ruqaiya senang dan minta dibacakan. Setelah selesai, ia mengajak Salima main catur bersama. Salima mengiyakan, tapi sebelum memulai permainan ia bertanya kenapa Ruqiaya tertawa-tawa? Ruqaiya menjelaskan mengenai informasi yang diberikan Hoshiyar padanya, bahwa Jalal akan menemui Benazir nanti sore untuk menghabiskan malam bersama. Ia mengungkapkan Jalal takkan melakukannya. Jika sampai Jalal melakukannya ia rela menjadi pelayan Hoshiyar dalam sehari. Hoshiyar berharap dirinya kalah saja.

Salima mengingatkan kembali jika sebelumnya Jalal telah meminta Benazir duduk di sebelahnya dibandingkan meminta Jodha. Ia beranggapan hubungan Jodha-Jalal retak kembali. Ruqaiya beranggapan pelayan-lah yang justru harus mengikuti perintah raja, bukan sebaliknya. Salima bertanya-tanya dalam hati apa yang telah membuat Jalal memutuskan mempermalukan Jodha di depan semua orang? Ia akan bertanya pada Jodha secara pribadi.

*

Javeda memanggil Zakira (pelayan Benazir) untuk menanyakan rahasia kecantikannya. Zakira menjawab jika Benazir hanya memakai minyak dan ramuan khusus. Namun, belum mengorek informasi lebih lanjut, Maham keburu datang.

Maham bertanya pada Zakira apa hobinya Benazir? Zakira menjawab berburu. Maham kemudian memerintahkan Zakira kembali ke tempat Benazir.

Setelah Zakira pergi, Javeda menjelaskan kepada ibu mertuanya bahwa ia ingin mengetahui rahasia kecantikan Benazir. Sehingga, ia akan menjadi wanita tercantik di Agra. Maham menyuruh Javeda menunggu sampai matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur.

*

Benazir sedang menari-nari. Maham datang dan memujinya. Ia bertanya apa yang Benazir bicarakan bersama Jodha sebelumnya? Benazir bertanya kenapa Maham tertarik dengan hal itu? Maham marah dan meminta Benazir tidak berdebat dengannya. Benazir meminta maaf dan menceritakan bahwa ia hanya bicara biasa saja pada Jodha. Tapi, ia merasa Jodha cemburu padanya sejak Jalal memintanya duduk di sebelahnya. Maham langsung memuji Benazir sebagai wanita cerdas.

Benazir menebak jika sepertinya Maham juga tidak menyukai Jodha. Maham mengiyakan, tapi ia minta Benazir menjaga lidahnya, jika menginginkan posisi yang diidam-idamkannya. Ia meminta Benazir mengikuti perintahnya supaya bisa lebih dekat dengan Jalal.

*

Seorang bocah kecil minta Jodha menceritakan dongeng padanya. Jodha menjawab tidak bisa sekarang, sebab ia tidak enak badan. Salima datang dan menyuruh bocah itu kembali ke kamarnya. Sang bocah ngedumel dan menyatakan tidak mau bicara pada Salima. Namun, ia segera pergi.

Salima bertanya kenapa Jodha terlihat sedih? Jodha menjawab bila dirinya sama sekali tidak mengerti dengan Jalal. Kadang Jalal baik padanya, namun kadang Jalal menjahatinya dan menghinanya. Salima bertanya kembali apakah ada yang salah? Jodha tidak ingin membahasnya sekarang. Ia meminta izin diberikan waktu sendirian kepada Salima, yang segera pergi kemudian. Salima mengiyakan, tapi dalam hati ia bertanya-tanya kenapa Jodha terlihat begitu tertekan?

Jalal memperhatikan semuanya tak jauh dari tempat Jodha berdiri. Zakira datang pada Jalal dan menginformasikan bahwa Benazir memintanya datang ke kamarnya. Jalal menjawab jika Benazir sebaiknya yang datang menemuinya.

*

Benazir percaya diri bahwa Jalal akan takluk dengan pesona kecantikannya. Itu karena belum pernah ada seorang pria pun yang sanggup menolak pesonanya. Ia merasa menang jika berhasil mendapatkan Jalal. Dan ia menolak Zakira antarkan. Ia akan menemui Jalal seorang diri.

*

Jodha masih berdiri di tempatnya, ketika Jalal berdiri di belakangnya. Tidak lama kemudian Benazir datang. Segera Jalal memanas-manasi hati Jodha dengan mengucapkan kata-kata mesra untuk Benazir, tapi Benazir merasa Jalal tidak tulus mengucapkan kata-kata itu. Ia menebak kata-kata itu ditujukan kepada Jodha. Jodha kemudian mendengarnya dan membalikkan tubuhnya.

Benazir lalu menjatuhkan tubuhnya di dalam kolam. Hal itu membuat Jalal kalang kabut. Ia segera nyemplung ke air demi bisa menyelamatkan Benazir. Sementara itu, Jodha terdiam memperhatikan apa yang terjadi. Setelah diangkat naik, Jalal pelayan untuk membawakan handuk dan air hangat. Ketika dibawakan air hangat, Benazir menepak baskom berisi air hangat. Ia mengatakan pada Jalal airnya terlalu panas sehingga tangannya melepuh.

Jalal meminta Benazir ke kamar untuk mengeringkan diri. Setelah Benazir dan pelayan pergi, Jodha memasukkan tangan Jalal ke dalam baskom. Jalal bertanya apa maksud Jodha memasukkan tangannya ke dalam air? Jodha menjelaskan jika airnya tidak sepanas yang Jalal sangka.

*

Zakira bertanya kenapa Benazir membahayakan nyawanya sendiri? Benazir menjawab jika terkadang memang harus mengambil risiko untuk mendapatkan apa yang diinginkan! Jika tidak Jalal akan sulit jatuh ke pelukannya. Ia merasa Jodha telah cemburu padanya, tapi apa yang bisa dilakukan Jodha? Toh, Jodha sama sekali tidak bisa menghalangi Jalal untuk menolongnya. Zakira bertanya kenapa Benazir memusingkan Jodha? Benazir menjawab jika Jodha adalah palang terbesarnya dalam mendapatkan cinta Jalal.

*

Jodha mengatai Benazir memakai cara licik demi mendapatkan Jalal. Meski mengaku tidak peduli dengan siapa Jalal menghabiskan malam-malamnya, ia mengatakan sudah tiga kali kejadian Jalal-Benazir mengusiknya. Pertama, saat meminta Benazir duduk di sebelah Jalal dan mengusirnya dari pesta musik Ramtanu; kedua, saat Jalal memberikan gelang dan pakaiannya pada Benazir; dan terakhir sekarang ini.

*

Benazir merasa telah menang. Tapi ia cemburu melihat Jalal terus memperhatikan Jodha. Sementara itu, Jodha tidak mau dibilang cemburu pada Benazir yang seorang pelayan.

*

Jalal gelisah saat tidur di kamarnya. Ia memikirkan saat Jodha mencelupkan tangannya ke baskom air hangat. Ia menyimpulkan jika itu merupakan bentuk rasa cemburu Jodha. Mengingat saat dirinya dihempaskan di kamar Jodha, Jalal bertanya-tanya apa sebenarnya tujuan Jodha ini?

Bersambung ke sinopsis 'Jodha Akbar' episode 136.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis 'Jodha Akbar' Episode 135

0 komentar:

Post a Comment